Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REDESAIN SALURAN DRAINASE DENGAN EFISIENSI BALOK MELINTANG (Studi Kasus Proyek Peningkatan Jalan Bengkalis - Perapat Tunggal (Dak)) Iis Sahru; Alamsyah Alamsyah; Efan Tifani
Jurnal TeKLA Vol 1, No 1 (2019): Jurnal TeKLA
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.1 KB) | DOI: 10.35314/tekla.v1i1.1223

Abstract

Banyak saluran drainase yang telah dibangun di Kabupaten Bengkalis. Salah satunya adalah proyek perbaikan jalan pada jalan Bengkalis menuju ke PerapatTunggal, saluran drainasenya dirancang dengan skor balok melintang yang rapat sementara beban yang ditahan hanya beban tekanan tanah, sedikit beban matidan beban hidup. Untuk mengetahui tekanan tanah samping pada saluran dilakukan uji hand-boring.  Perhitungan beton bertulang dilakukan setelahmendapatkan gaya dalam akibat beban. Perhitungan struktur mengacu ke SNI 03-2847-2002.  Dari perhitungan balok melintang yang dibebani beban sentris,diperoleh gaya aksial (Pu) 227,05 kN. Sedangkan dari pemodelan dan analisis balok dengan menggunakan SAP2000 menggunakan tekanan tanah, didapat nilaigaya axial sebesar 9,796 kN dengan jarak 2,5 m. Dari hasil ini dapat disimpulkandengan jarak balok melintang 2,5 meter sangat aman.Perhitungan skor balokdengan jarak 5 m, balok masih aman dengan Pu 19,462 kN.
Analisis Pengaruh kedalaman terhadap Karakteristik Penurunan Tiang Pancang Mini Berulir pada Tanah Lempung dan Gambut Rahmanta Barus; Faisal Ananda; Efan Tifani
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2: Juli (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v3i2.640

Abstract

Tanah lempung dan gambut merupakan tanah lunak yang dapat mengalami penurunan akibat pembebanan. Penelitian ini menganalisis karakteristik penurunan dan kapasitas dukung mini pile beton berulir serta tiang kayu bakau pada kedalaman 1 m. Pembahasan dibatasi pada tanah lempung dan gambut, konfigurasi tiang tunggal dan kelompok, serta pengujian 0 jam dan 48 jam. Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan pembebanan bertahap dan dial gauge. Pada tanah lempung, beban loss tiang tunggal pada 0 jam adalah 290 kg untuk beton dan 210 kg untuk bakau; setelah 48 jam menjadi 350 kg dan 270 kg. Pada tiang kelompok, beban loss 0 jam adalah 435 kg dan 295 kg, sedangkan 48 jam menjadi 475 kg dan 355 kg. Pada tanah gambut, beban loss tiang tunggal 0 jam adalah 250 kg dan 190 kg, sedangkan 48 jam menjadi 290 kg dan 250 kg. Untuk kelompok, beban loss 0 jam adalah 335 kg dan 275 kg, sedangkan 48 jam menjadi 395 kg dan 355 kg. Hasil menunjukkan beton berulir mempunyai kapasitas dukung lebih tinggi daripada kayu bakau dan pengujian 48 jam cenderung meningkatkan kapasitas.