Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Membangun Kesetaraan Gender Dalam Keluarga Karier Ammar Asyqarul Azzam; Ahmad Rezy Meidina
As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Vol 6 No 1 (2024): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v6i1.3485

Abstract

This writing seeks to explain how the role of the couple in building gender-based partnerships in the household. This writing uses a socio-cultural approach. Where, gender equality is not limited to the differences between men and women. However, how can the two of them build an equal relationship without marginalizing one another, especially women. In the area of ​​families who have careers or workers, the realization of gender equality can be achieved in various ways, especially the compromise of both partners to achieve their goals or aspirations together in the household. In fact, for now the working spouse has been able to start building a partnership with a good partner to realize the welfare of his family. This can be achieved by understanding each function and then making it happen by building good communication with your partner. Keywords: gender equality, family, career
PEMBERIAN HIBAH ORANG TUA KEPADA ANAKNYA MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA Ahmad Rezy Meidina
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama Vol 3 No 3 (2022): Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
Publisher : Wahdatul Ulum Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3122/jak.v3i3.37

Abstract

Abstract This article discusses the grants that parents give to their children. Grants in the perspective of classical fiqh, the giving of an object voluntarily and without compensation from one person to another who is still alive to be owned. The concept of grants is currently undergoing a change, in practice many grants given are then canceled by the grantor for various reasons, for example the grantee has bad behavior or has a wasteful spirit. This is known after the grant is given. Whereas that person previously showed good behavior but then changed over time. Basically, the author is interested in this research, using a statute approach by examining the Civil Code and the Compilation of Islamic Law and Government Regulation Number 37 of 1998 concerning the regulations for the position of Land Deed Officials. The research method used is normative juridical with the aim that writers and readers can find out about the arrangement of grants and the legal consequences of canceling a grant according to the Compilation of Islamic Law and the Civil Code and provide several benefits, namely for scientific development in the field of law in general, as well as contributing thoughts and understanding regarding grant giving. Keywords: Hibah, KHI, Civil Law Abstrak Artikel ini membahas hibah yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya. Hibah dalam perspektif fiqih klasik, pemberian suatu benda secara sukarela dan tanpa imbalan dari seseorang kepada orang lain yang masih hidup untuk dimiliki. Konsep hibah sekarang ini mengalami perubahan, dalam prakteknya banyak hibah yang diberikan kemudian dibatalkan oleh pemberi hibah dengan berbagai alasan, misalnya penerima hibah berkelakuan buruk atau memiliki jiwa pemboros. Hal ini diketahui setelah hibah itu diberikan. Padahal orang itu sebelumnya menampakkan kelakuan baik namun kemudian berubah seiring perubahan waktu. Secara mendasar penulis tertarik dalam penelitian ini, dengan menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach) dengan menelaah Kitab Undang-undang Hukum Perdata dan Kompilasi Hukum Islam serta Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang peraturan jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis Normatif dengan memberikan tujuan agar penulis maupun pembaca dapat mengetahui tentang pengaturan pemberian hibah dan akibat hukum pembatalan suatu hibah menurut Kompilasi Hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata serta memberikan beberapa manfaat yaitu bagi pengembangan keilmuan di bidang hukum pada umumnya, serta memberikan kontribusi pemikiran dan pemahaman mengenai Pemberian hibah. Kata Kunci: Hibah, KHI, KUHPerdata.
PEMENUHAN HAK ISTRI SEBAGAI PENCARI NAFKAH DALAM KELUARGA PERSPEKTIF MASLAHAH (STUDI KASUS DI DESA PRINGGONDANI KABUPATEN JEMBER) Muhammad Maymun; Ahmad Rezy Meidina
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
Publisher : Wahdatul Ulum Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3122/jak.v4i1.58

Abstract

Seiring perkembangan zaman kebutuhan ekonomi semakin meningkat, tidak hanya ekonomi saja, kebutuhan primer sekunder dan tersier juga berkembang di dalam keluarga. Memasuki era industri 4.0 saat ini, kebutuhan tenaga kerja semakin banyak, begitupula perkembangan manusia semakin bertambah. Dampaknya, bagi keluarga di desa Pringgondani peningkatan ekonomi yang diikuti oleh perubahan zaman semakin meningkat banyak, tenaga kerja wanita yang harus turun dalam membantu pengahasilan keluarga terutama membantu suaminya. Salah satu faktornya suami sebagai pencari nafkah mengalami kekurangan dalam penghasilan dan lain sebagainya seperti yang terjadi di desa Pinggondani. Lalu bagaimana dengan prakteknya dalam sehari-hari sebagai wanita pencari nafkah utamanya dalam menunjang ekonomi keluarga? Maka dilihat dari berbagai aspek, hak istri dan kewajibannya yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangganya apakah telah sesuai dengan prakteknya atau tidak. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan sosiologis. Objek penelitiannya adalah hak dan kewajiban istri yang berperan sebagai pencari nafkah untuk keluarga dengan pendekatan ushul fiqih Maslahah yakni menjaga agama, jiwa, akal, harta dan keturunan. Data dikumpulkan melalui hasil observasi dan melakukan wawancara langsung terhadap informan yagn terlibat. Data dianalisis melalui maslahah. Teori yang digunakan ialah maslahah ad Dharuriyah yakni kemaslahatan yang berhubungan dengan kebutuhan pokok umat manusia didunia dan akhirat.