Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hermeneutika Teologi; Telaah Makna Syahadat dalam Kitab Ta’limul Mubtadiin fi ‘Aqaid al-Din Abdul Hanan
MASILE Vol 2 No 1 (2021): MASILE
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'had Ali Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.225 KB) | DOI: 10.1213/masile.v2i1.25

Abstract

Melalui artikel ini, penulis ingin melihat lebih dalam hermeneutika teologi: makna syahadat dalam kitab ta’limul mubtadiin fi ‘aqaid al-Din (Adarsul Awal dan adarsul tsani). Dalam kitab tersebut ada dua poin penting untuk ditampakkan ke permukaan. Pertama, banyak muslim sedikit mengetahui atau memahami makna dua lafadz syahadat. Orang bisa mengamatinya dari betapa berkembangnya praktik syahadat artinya legitimasi ideologi muslim itu menjadi sah ketika dia mengucapkan sekaligus mengetahui lafadz tersebut. Kedua, alasan kenapa yang dipilih makna syaahadat terletak pada ketika seorang muslim mengucapkan tapi tidak memahami maknanya maka keimanannya disangsikan. Peneliti melihat jika dalam memahami makna tersebut berdampak pada banyak hal, terutama keimanan bagi seseorang pada saat ini. Sebagai ilustrasinya adalah dimaknai pemutihan dosa ketika orang mengucapkanya untuk menjadi muallaf. Selain itu, seorang muslim yang suci dari dosa ketika bibirnya selalu basah mengucapkan syahadat. Sampai disini, peneliti tergoda untuk meneliti apa yang ditulis kiai Sa’id berkenaan makna syahadat dalam kitabnya ta’limul mubtadiin fi ‘aqaid al-Din (Adarsul awwal dan adarsul tsani), ada kontestasi wacana apa disitu, bagaimana ia direspon oleh masyarakat pada masa itu. Modifikasi apa yang muncul, dan sejenisnya. Pendekatan yang akan dimanfaatkan tentu historis dengan kerangka analisi isi. Kata kunci: Teologi, syahadat, Tradisi, social historis.
Hermeneutika Teologi; Telaah Makna Syahadat dalam Kitab Ta’limul Mubtadiin fi ‘Aqaid al-Din Abdul Hanan
MASILE Vol 2 No 1 (2021): MASILE
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'had Ali Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1213/masile.v2i1.25

Abstract

Melalui artikel ini, penulis ingin melihat lebih dalam hermeneutika teologi: makna syahadat dalam kitab ta’limul mubtadiin fi ‘aqaid al-Din (Adarsul Awal dan adarsul tsani). Dalam kitab tersebut ada dua poin penting untuk ditampakkan ke permukaan. Pertama, banyak muslim sedikit mengetahui atau memahami makna dua lafadz syahadat. Orang bisa mengamatinya dari betapa berkembangnya praktik syahadat artinya legitimasi ideologi muslim itu menjadi sah ketika dia mengucapkan sekaligus mengetahui lafadz tersebut. Kedua, alasan kenapa yang dipilih makna syaahadat terletak pada ketika seorang muslim mengucapkan tapi tidak memahami maknanya maka keimanannya disangsikan. Peneliti melihat jika dalam memahami makna tersebut berdampak pada banyak hal, terutama keimanan bagi seseorang pada saat ini. Sebagai ilustrasinya adalah dimaknai pemutihan dosa ketika orang mengucapkanya untuk menjadi muallaf. Selain itu, seorang muslim yang suci dari dosa ketika bibirnya selalu basah mengucapkan syahadat. Sampai disini, peneliti tergoda untuk meneliti apa yang ditulis kiai Sa’id berkenaan makna syahadat dalam kitabnya ta’limul mubtadiin fi ‘aqaid al-Din (Adarsul awwal dan adarsul tsani), ada kontestasi wacana apa disitu, bagaimana ia direspon oleh masyarakat pada masa itu. Modifikasi apa yang muncul, dan sejenisnya. Pendekatan yang akan dimanfaatkan tentu historis dengan kerangka analisi isi. Kata kunci: Teologi, syahadat, Tradisi, social historis.