Cornelis Deda
STFT GKI I.S. Kijne

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDIDIKAN YANG MEMBEBASKAN PENDIDIKAN YANG MEMBEBASKAN MANUSIA MELALUI BERPIKIR KREATIF DAN KONSTRUKTIVISTIK UNTUK SUATU PERUBAHAN Cornelis Deda
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 1 No 1 Juli (2020): Jurnal Murai : Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.028 KB) | DOI: 10.58983/jmurai.v1i1 Juli.62

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan faktor penting yang turut menentukan keberhasilan pembangunan suatu bangsa, sehingga mendorong lembaga swasta bersaing mendirikan Perguruan Tinggi (PT) baru, berupa Sekolah Tinggi, Universitas dan Akademi. Tujuannya adalah untuk membentuk manusia berilmu dan berkarakter. Namun, untuk meningkatkan mutu Perguruan Tinggi maupun Sekolah Tinggi, setiap lembaga pendidikan (program-program studi) dituntut untuk memenuhi persyaratan akreditasi, pemenuhan kepangkatan akademik dosen, meningkatkan materi pembelajaran dan metode pengajaran. Disamping itu, pengajar juga disibukkan tugas-tugas penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi (seperti: memberi ceramah, terlibat dalam kegiatan organisasi lainnya) sehingga mereka melalaikan Standar kegiatan pelaksanaan pendidikan, Tata kelola pendidikan yang meliputi manajemen dan kepemimpinan institusi. Akibatnya, lulusan (output) PT rendah kualitasnya, rendah berkreasi dan rendah berinovasi. Keadaan seperti ini tentu ditelusuri berpangkal pada Jaminan kesejahteraan dan ekonomi di PT, Sistem Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Sebagai penyebab kegagalan mahasiswa di PT. Ketika dibanding Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah pada masa Pemerintahan Sementara Belanda di Papua dan masa-masa awal setelah pemerintahan Indonesia di Papua. Pendidikan Negeri maupun Pendidikan swasta yang diselenggarakan oleh lembaga gereja seperti Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua dan Yayasan Persekolahan Pendidikan Katholik di Tanah Papua, Yayasan Pendidikan Islam menciptakan dan menghasilkan anak-didik Papua di masa itu berkualitas dan berkarakter, yaitu berilmu dan beriman. Dari keadaan seperti ini lahirlah pertanyaan, Mengapa anak-anak Papua pada masa kini tidak berkualitas dan tidak berkarakter. Untuk meningkatkan kualitas dan berkarakter bagi anak-anak Papua dibutuhkan pendidikan yang berpikir kreatif dan konstruktif.