Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Uji Kuat Tekan Beton Dengan Pemanfaatan Abu Ampas Kopi Sebagai Substitusi Parsial Semen Hartini Hartini
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 10 No. 2 (2021): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1872.455 KB) | DOI: 10.55340/jmi.v10i2.671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan abu ampas kopi pada kuat tekan beton. Pada penelitian digunakan 4 variasi komposisi yaitu beton tanpa substitusi abu ampas kopi dan penambahan abu ampas kopi 2,5%, 5%, dan 7,5% terhadap berat semen. Pengujian ini meliputi uji karakterstik dan kuat tekan beton yang dilakukan pada umur perawatan 3, 7 dan 28 hari, dengan benda uji silinder dimensi 15 cm x 30 cm. Mutu beton rencana yaitu 20 MPa (200 Kg/cm2). Hasil dari nilai uji kuat tekan normal umur 3 hari sebesar 7,98 MPa, umur 7 hari sebesar 12,98 MPa, dan 28 hari sebesar 20,01 MPa, pada persentase 2,5% hasil uji kuat tekan umur 3 hari sebesar 8,27 MPa, umur 7 hari 13,66 MPa, dan umur 28 hari sebesar 20,97 MPa, pada persentase 5% hasil uji kuat tekan umur 3 hari 8,17 MPa, umur 7 hari 13,37 MPa, umur 28 hari 20,68 MPa, pada persentase 7,5% hasil uji kuat tekan umur 3 hari 8,08 MPa, umur 7 hari 13,18 MPa, dan 28 hari sebesar 20,39 MPa². Dari hasil rata-rata uji kuat tekan umur 28 hari diperoleh bahwa persentase 2,5%, 5%, dan 7,5% mengalami peningkatan berkisar 1,54%-5,24% terhadap nilai kuat tekan beton normal.
Kuat Tarik Belah Beton dengan Penambahan Serat Polyethylene Terephthalate Hartini Hartini; Rizkianto Hadirun
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jmi.v12i1.1236

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat penggunaan serat Polyethylene Terephthalate (botol plastik) pada campuran beton ditinjau dari nilai kuat tarik belah. Variasi penambahan serat yaitu sebesar 0% dan 0,5%, dengan ukuran penampang serat ± 1 mm dan panjang 3cm, 5cm, serta 8 cm. Pengujian ini meliputi uji karakteristik agregat dan uji kuat tarik belah beton pada umur perawatan 3 hari, 7 hari dan 28 hari. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder ukuran 150 mm x 300 mm dengan perencanaan pembuatan beton mengacu pada SNI 03-2384-2000. Setiap variasi dibuat 9 benda uji dengan jumlah keseluruhan 36 benda uji. Hasil pengujian dengan penambahan serat polipropilena pada kuat tarik belah beton dengan variasi penambahan serat 0% dan 0,5% dengan panjang serat 3cm, 5cm, dan 8cm pada umur 3 hari berturut-turut sebesar 0.75 MPa, 1.01 MPa, 0.66 MPa dan 0.61 Mpa, pada umur 7 hari sebesar 1.20 MPa, 1.60 MPa, 1.04 MPa dan 0.97 MPa, serta pada umur 28 hari sebesar 1.81 MPa, 2.47 MPa, 1,56 MPa dan 1.48 MPa. Berdasarkan hasil pengujian, maka penambahan serat PET (Polyethylene Terephthalate) yang optimum terhadap kuat tarik belah beton yaitu pada variasi panjang serat 3cm.
Tinjauan Nilai Kuat Beton Menggunakan Air Laut Hartini Hartini; Sital Febri Wahyuni
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jmi.v12i2.1435

Abstract

Air adalah bahan penyusun beton yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan semen Portland dan diperlukan dalam perawatan beton. Penggunaan air laut kemudian diwacanakan menjadi satu alternatif di Indonesia yang merupakan Negara kepulauan. Penelitian ini diharapakan dapat mengetahui nilai kuat tekan yang dihasilkan akibat penggunaan air laut dalam campuran beton. Benda uji silinder dengan dimensi 15x30 cm di uji setelah perawatan umur 3, 7 dan 28 hari yang menggunakan campuran air laut dan dirawat air laut berjumlah 15 benda uji dan beton dengan campuran air laut dirawat air tawar berjumlah 15 benda uji. Hasil uji kuat tekan beton dengan perawatan air laut pada umur 3 hari sebesar 9,23 MPa, 7 hari sebesar 13,04 MPa dan 28 hari sebesar 20,03 MPa. Sedangkan beton perawatan air tawar memiliki nilai kuat tekan pada umur 3 hari sebesar 7,56 MPa, 7 hari sebesar 12,12 MPa dan 28 hari sebesar 19,33 MPa. Hasil uji mekanik kuat tekan umur 28 hari disimpulkan bahwa beton yang dicampur dan dirawat air laut mengalami peningkatan 3.58% nilai kuat tekannya dibandingkan beton air laut dengan perawatan air tawar.
Pengganti Parsial Agregat Halus dengan Memanfaatkan Limbah Keramik Hartini Hartini; Muh. Adrian Hijiru
Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil UNIDAYAN Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Media Inovasi Teknik Sipil Unidayan
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik , Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jmi.v13i1.1615

Abstract

Maksud penelitian ini untuk diketahui besarnya nilai kuat tekan dengan perawtan berupa perendaman pada air tawar selama 3, 7 dan 28 hari di laboratorium dengan subtitusi limbah keramik lantai dengan persentase 8%,9%, dan 10% dari berat agregat halus lokal (Pasir Barangka) dan untuk mengetahui komposisi penambahan limbah keramik lantai (tegel) yang optimum terhadap kuat tekan beton. Hasil optimum dari nilai uji kuat tekan rata-rata pada beton normal umur 28 hari mencapai 19,04 MPa. Pada subtitusi limbah keramik lantai 8% umur 28 hari optimum mencapai 20,777 MPa. Pada penggunaan subtitusi limbah keramik lantai 9% umur 28 hari optimum mencapai 20,39 MPa. Pada penggunaan subtitusi limbah keramik lantai 10% umur 28 hari optimum mencapai 18,56 MPa. Penggunaan subtitusi limbah keramik lantai diadukan beton cukup mempengaruhi nilai kuat tekan yang dihasilkan, dimana diperlihatkan hasil uji tekan beton umur 28 hari pada subtitusi 8% menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari yang dapat di capai pada beton normal.