Putri Febrianty
STMIK Triguna Dharma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Kombinasi Metode K-Nearest Neighbor dan Certainty Factor Dalam Mendiagnosa Bos Taurus Disease Putri Febrianty; Asyahri Hadi Nasyuha; Hafizah Hafizah
Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD) Vol. 2 No. 1 (2023): EDISI JANUARI 2023
Publisher : STMIK Triguna Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/jursi.v2i1.5142

Abstract

Bos Taurus merupakan kelompok sapi yang termasuk ke dalam jenis sapi potong subtropis yang berasal dari Eropa. Penyakit sapi potong (Bos Taurus Disease) ini dapat terjadi karena disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan parasit. Dimana penyakit tersebut dapat membahayakan peternak sapi dan juga konsumen. Penyakit tersebut dapat menular ke manusia dengan berbagai cara salah satunya melalui udara yang masuk ke dalam saluran pernafasan, kontak fisik dengan hewan yang terinfeksi dan mengkonsumsi daging dari sapi potong yang terjangkit penyakit. Penyakit yang terjadi pada sapi potong dapat menyebar dengan cepat dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian untuk para peternak sapi potong. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dibuatlah sebuah sistem pakar dengan menerapkan kombinasi metode K-Nearest Neighbor dan Certainty Factor untuk mendiagnosa penyakit sapi potong (Bos Taurus Disease). Dari hasil perhitungan metode K-Nearest Neighbor  dan Certainty Factor dengan adanya ke enam gejala yang dipilih, maka dapat diperoleh nilai kedekatan (Similarity) yang paling dekat dengan P05 yaitu penyakit Kudis (Scabies) sebesar 0,661 dan nilai akurasi sebesar 0,922 atau jika di persentasikan 92,2 % yaitu pasti. Hasil dari penelitian ini para peternak sapi potong dapat mengenali dan mendiagnosa secara lebih dini jenis penyakit yang terjadi pada sapi potong berdasarkan gejala-gejala yang dialami tanpa harus berkonsultasi dengan dokter hewan khususnya sapi potong.