Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Dampak Reward Dan Punishment Terhadap Kinerja Karyawan PTPN V Cabang Pekanbaru Ditinjau Menurut Ekonomi Islam Ismail Pane; Nursamiyah Hasibuan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan reward dan punishment sebagai salah satu cara yang digunakan oleh PT. Perkebunan Nusantara V Cabang Pekanbaru untuk memberikan motivasi atau dalam upaya untuk meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu dengan melakukan wawancara, observasi dan angket, kemudian data skunder yaitu riset pustaka dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Setelah data tersebut terkumpul penulis melakukan analisa data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari penelitian ini dihasilkan suatu temuan bahwa reward dan punishment yang telah diterapkan oleh perusahaan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja karyawan. Dengan adanya reward dan punishment kinerja karyawan lebih baik dari yang sebelumnya dan pada perinsipnya telah sesuai dengan Ekonomi Islam.
Peradaban Islam di Indonesia Ismail Pane
Journal of Education and Culture (JEC) Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Education and Culture
Publisher : Indra institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.464 KB) | DOI: 10.58707/jec.v3i1.369

Abstract

Islam in Indonesia as a religion with the most adherents has its own uniqueness in the history of its development. Indonesian Islam is propagated, taught and adhered to peacefully and without coercion. There are several theories about the history of the arrival of Islam in Indonesia.The diversity of theories is caused by the phenomenon of complexity, namely Islam does not originate from one place/country, nor is it brought by one group of people and not all at once Islam was developed by Ulama through three channels namely; cultural (da'wah, education, art, culture, and marriage), structural (politics and power), economy (trade routes). In other words, the process of Islamization in Indonesia is influenced by political power and the spirit of preaching.
Kebudayaan Suku Talang Mamak di Indargiri Hulu Provinsi Riau Dalam Bagian Civic Culture Ismail Pane
EDUCATE : Journal of Education and Culture Vol. 1 No. 03: September 2023
Publisher : Rumah Riset Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61493/educate.v1i03.61

Abstract

Permasalahan yang muncul dari berbagai kebudayaan yang ada di Indonesia terjadi sebuah pasang surut dalam mempertahankan kebudayaanya, sehingga dia lebih bangga kepada kebudayaan yang datang dari luar dari pada mempetahankan kebudayaanya sendiri, lambat laun kebudayaan yang ada akan terkikis dimakan oleh waktu. Sehingga dalam kajian ini menggali kembali kebudayaan dalam suku Talang Mamak bisa menjadi bagian dari Civic Culture. Rumusan masalah dalam kajian ini adalah bagaimana deskripsi budaya suku Talang Mamak dalam bagian civic culture, dengan tujuan dapat mendeskripsikan budaya masyarakat suku Talang Mamak dalam bagian civic culture. Hasil Kajian Suku Talang Mamak memiliki kebudayaan yaitu kelahiran, mendanau, kumantan, gawai gadang dan kematian. Dalam konteks civic culture terdapat nilai saling percaya, sikap kemampuan bekerja sama, kepercayaan (religius), tanggung jawab, solidaritas, musyawarah, kebersamaan, dan gotong royong. Sehingga budaya suku Talang Mamak masih eksis walaupun diterpa oleh arus peradaban yang sangat pesat seperti saat sekarang ini.
IKATAN KIMIA SEBAGAI PERSPEKTIF HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH SWT DALAM TINJAUAN HADIS NABI SAW Ismail Pane; Amanda Hervina
MAHABBAH: Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Vol. 2 No. 2 (2026): MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam
Publisher : MAHABBAH: Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the concept of chemical bonding as an analogy for understanding the relationship between humans and Allah SWT from the perspective of the hadiths of Prophet Muhammad SAW. Chemical bonding, which serves as the foundation for the formation of compounds in chemistry, is analogized to the spiritual attachment of humans to their Creator. The purpose of this study is to explore the concept of chemical bonding as an analogy for understanding the relationship between humans and Allah SWT based on the perspective of the hadiths of Prophet Muhammad SAW. This research employs a qualitative descriptive method with a library research approach, integrating scientific literature in the field of chemistry with Islamic references, particularly hadith literature. The findings reveal that various types of chemical bonds, such as ionic, covalent, and metallic bonds, as well as the concepts of valence electrons and polarity, can be associated with Islamic values such as submission to Allah, mutual assistance in goodness, Islamic brotherhood (ukhuwah Islamiyah), and the importance of choosing a righteous environment. The study concludes that understanding scientific concepts in chemistry can serve as a medium for spiritual reflection to strengthen faith, thereby making the learning of chemistry more meaningful and contributing to the development of strong character and spirituality.
ANALISIS PENGARUH KEBUDAYAAN MELAYU TERHADAP PENINGGALAN KERAJAAN SRIWIJAYA DI CANDI MUARA TAKUS Ismail Pane
Jurnal Syaikh Mudo Madlawan: Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Syaikh Mudo Madlawan
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Muara Takus (CMT) merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang berasal dari agama Buddha dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata. Candi muara takus terletak didesa muara takus kecamatan XIII koto kabupaten kampar riau, indonesia, situs ini berjarak kurang lebih 135 kilometer dari kota pekanbaru. Adat dan budaya Melayu pada pokoknya merupakan urat nadi, tiang utama atau komponen material paling utama bagi pembentukan kebudayaan nasional Indonesia. Kultur budaya melayu sendiri adalah hal yang mencerminkan karakter bangsa Melayu, yang juga merupakan salah satu penjelmaan jiwa bangsa dari abad ke abad. Permasalahan dalam penelitian ini adalah hubungan nilai kebudayaan melayu terhadap candi muara takus. Tujuan penelitian mengetahui hubungan kebudayaan dengan candi muara takus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SLR (Systematic Literatur Review). Artikel ini menyelidiki pengaruh kebudayaan Melayu terhadap peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Candi Muara Takus. Temuan dalam jurnal menunjukkan bahwa kebudayaan Melayu memiliki dampak signifikan pada situs arkeologis tersebut. Analisis melibatkan identifikasi spesifik peninggalan Kerajaan Sriwijaya, dengan penekanan pada aspek arkeologis dan budaya seperti gaya arsitektur, ornamen, dan artefak. Kesimpulannya menyoroti signifikansi historis dari temuan ini, memperkaya pemahaman sejarah tentang peran Kerajaan Sriwijaya dan pengaruhnya terhadap budaya Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebudayaan Melayu memiliki dampak yang signifikan terhadap peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Candi Muara Takus.
HEWAN QURBAN DALAM HADIS NABI SAW: IMPLIKASI TERHADAP GIZI DAN KESEHATAN MASYARAKAT Afifah Zuhra Naipospos; Ismail Pane
MAHABBAH: Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 1 (2025): MAHABBAH: Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam
Publisher : MAHABBAH: Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibadah qurban merupakan salah satu ajaran Islam yang telah diberikan, serta penyucian diri dari dosa. Selain makna spiritual, qurban juga yang memiliki makna spiritual mendalam, melambangkan penghambaan kepada Allah SWT, pengorbanan harta benda, rasa memiliki dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam aspek gizi dan kesehatan. Daging qurban, kaya akan protein dan nutrisi esensial, dapat meningkatkan status gizi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan, serta mencegah penyakit kekurangan gizi. Hadis Nabi SAW menekankan pentingnya memilih hewan qurban yang sehat, bertujuan untuk menjamin keamanan pangan dan mencegah penyebaran penyakit zoonosis yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Distribusi daging qurban yang adil dan merata juga menjadi aspek penting dalam ibadah qurban, mewujudkan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menganalisis makna spiritual qurban, dampaknya pada gizi dan kesehatan masyarakat, aspek kesehatan hewan qurban, keadilan distribusi daging qurban, serta peran qurban dalam membangun solidaritas dan ukhuwah Islamiyah, berdasarkan Al-Qur’an, Hadis, dan literatur terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan peran penting qurban secara spiritual, sosial, dan dalam membangun ukhuwah Islamiyah, menekankan pentingnya kesehatan hewan qurban dan distribusi yang adil untuk memaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat.
The Concept of Bâ’ah in Hadiths of Islamic Family Law and  its Relevance in Marriage Age Ismail Pane; Syamruddin Nasution; Khairunnas Jamal; Amru Hasibuan; Wira Lestari; Fatahillah bin Muhammad Syahrul
Jurnal Ushuluddin Vol. 34 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/5fzsew31

Abstract

This study aims to examine the concept of al-Bâ’ah in the hadits of Prophet Muhammad (peace be upon him) and to analyze its relevance to the determination of marriage age within contemporary society. The concept of al-Bâ’ah is a term frequently used in hadiths concerning Islamic family law, particularly those related to the recommendation of marriage for individuals who possess the necessary capability. However, the understanding of this concept is not limited merely to biological capability; it also encompasses economic, psychological, social, and spiritual aspects that serve as prerequisites for establishing a family characterized by sakinah (tranquility), mawaddah (affection), and rahmah (compassion). This research employs a library research method with a qualitative approach and thematic hadith analysis. The primary data sources consist of hadiths containing the term al-Bâ’ah along with their commentaries (syarḥ), while the secondary data sources are derived from Islamic jurisprudence (fiqh) literature, Islamic family law references, and regulations concerning the legal age of marriage. Data analysis is conducted through the inventory and collection of relevant hadiths, critical examination of their interpretations, contextual analysis, and the assessment of their relevance to modern social realities. The findings reveal that al-Bâ’ah in the hadith literature carries a comprehensive meaning, encompassing physical capability to fulfill reproductive functions, financial capability to provide family maintenance, and mental and emotional readiness to bear the responsibilities of married life. Therefore, indicators of marital readiness in Islam are not determined solely by biological age but also by an individual’s level of maturity across various dimensions of life. In the contemporary context, the concept of al-Bâ’ah remains highly relevant to policies establishing a minimum legal age for marriage, as such policies aim to ensure the physical, psychological, and social maturity of prospective spouses.