p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pappasang
Sulkifli Sulkifli
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Akseptasi Masyarakat Mandar terhadap al-Mu‘Awwiżatain dalam Merespon Kejahatan Sihir di Polewali Mandar: (Studi Living Qur’an) Dewi Sartika; Sulkifli Sulkifli
PAPPASANG Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v4i2.443

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana upaya masyarakat Mandar terhadap al-Mu‘awwiżatain sebagai pelindung dari kejahatan sihir di Polewali Mandar, (2) bagaimana upaya masyarakat Mandar dalam penggunaan al-Mu‘awwiżatainsebagai obat dan penyembuh dari kejahatan sihir di  Polewali Mandar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriktif, berupa kata-kata yang tertulis atau lisan dari narasumber yang dapat diamati. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan obeservasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian dari akseptasi masyarakat Mandar terhadap al-Mu‘awwiżatain dalam merespon kejahatan sihir di Polewali Mandar, ialah pada umumnya masyarakat Polewali Mandar menerima al-Mu‘awwiżatain. Bentuk penerimaan mereka terhadap al-Mu‘awwiżatain berbeda-beda, ada yang menerima surah ini tetapi dibarengi dengan bacaan lain, adapula yang mengamalkannya tetapi masih melakukan upaya perdukunan, serta adapula yang mengamalkannya dan dibarengi dengan surah perlindungan lainnya. Selain itu, terdapat macam bentuk pengamalan masyarakat Mandar terhadap al-Muawwizatain, yaitu: ada yang mengamalkannya sebagai do’a atau pelindung yang meliputi dibaca setelah salat fardu, dibaca setiap pagi dan petang, dan dibaca sebelum tidur. Adapula yang mengamalkan surah ini sebagai obat, dengan cara wirid dengan amalan surah al-Mu‘awwiżatain, dan upaya ruqyah sebagai jalan untuk meminta kesembuhan dari Allah swt dengan membaca surat-surat perlindungan termasuk al-Mu‘awwiżatain. mplikasi dari penelitian ini adalah: Terdapat berbagai bentuk upaya masyarakat Mandar terhadap pengamalan surah al-Mu‘awwiżataindalam merespon kejahatan sihir, sebagian besar dari mereka mengamalkan surah ini hanya setelah terkena kejahatan sihir, dan seharusnya masyarakat Mandar perlu mengamalkan surah al-Mu‘awwiżatainbaik itu sebelum maupun setelah terkena sihir.
Paradigma Baru Ilmu Tafsir : (Tinjauan Kritis Atas Metode Penafsiran Muhammad Syahrur) Sulkifli Sulkifli; Ahmad Rajab
PAPPASANG Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v5i1.531

Abstract

Artikel ini membahas paradigma baru ilmu tafsir yang fokus pada metode dan bentuk penafsiran Muhammad Syahrur dalam menafsirkan al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat Pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammad Syahrur menawarkan metode baru dalam memahami al-Qur’an yang dikenal dengan Qira’ah Mu’ashirah pembacaan kontemporer). Dengan metode tersebut, Muhammad Syahrur mengembangkan teori-teori yang terkesan berbeda dan lebih sesuai dengan konteks sekarang. Sejalan dengan hal tersebut, Syahrur menawarkan dua Pendekatan dalam menafsirkan al-Qur’an yakni pendekatan linguistik-saintifik dengan metode hermeneutika ta’wil, kedua adalah pendekatan dengan teori hudud dengan metode ijtihad. Melalui analisis dan pendekatan yang baru tersebut, maka hasil Penafsirannya pun termasuk baru dan berbeda dengan tafsir-tafsir sebelumnya (klasik). This article discusses the new paradigm of the science of interpretation which focuses on Muhammad Syahrur's methods and forms of interpretation in interpreting the Qur'an. This research is a qualitative research that is library in nature. The results of this study indicate that Muhammad Syahrur offers a new method in understanding the Qur'an known as Qira'ah Mu'ashirah (contemporary reading). With this method, Muhammad Syahrur developed theories that seemed different and more appropriate to the current context. In line with this, Syahrur offers two approaches to interpreting the Koran, namely a linguistic-scientific approach using the hermeneutic ta'wil method, the second is an approach with hudud theory using the ijtihad method. Through this new analysis and approach, the results of the interpretation are also new and different from previous (classical) interpretations.