This Author published in this journals
All Journal Lensa Ekonomi
Dedy Riantoro
FEB - UNIPA

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Korelasi Antara Lama Usaha, Modal, Lama Jam Kerja dan Tenaga Kerja dengan Pendapatan Pedagang (Studi Kasus Pedagang Mama – Mama Papua di Distrik Elelim Kabupaten Yalimo Provinsi Papua) Mekise Peyon; Dedy Riantoro; Lilyani M Orisu
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.007 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.82

Abstract

This study aims to determine the relationship between business length, capital working hours, and labor to merchant income. The sample of this study were 40 respondents who were Mama-mama Papua traders who traded in the Imbi market in Elelim District, Yalimo Regency, Papua Province. Sampling using accidental sampling technique. Data were analyzed using crosstabulation and Microsoft Excel 2007. The analysis showed that all factors analyzed had a relationship, but the relationship varied between low and very low. The relationship between the length of business variables with the income of the vegetable seller is positive and weak. The relationship between the capital variable and the income of the vegetable seller is negative and very weak. The relationship between variable hours of work and income of vegetable sellers is negative and very weak. The relationship between the variable use of labor and the income of vegetable sellers is positive and very weak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan vaiabel lama usaha, modal lama jam kerja, dan tenaga kerja terhadap pendapatan pedagang. Sampel dari penelitian ini sebanyak 40 responden yang merupakan pedagang mama-mama Papua yang berdagang di pasar Imbi Distrik Elelim Kabupaten Yalimo Provinsi Papua. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis dengan mempergunakan crosstabulation dan Microsoft Excel 2007. Hasil analisis menunjukan semua Faktor-faktor yang dianalisis memiliki hubungan, namun hubungannya bervariasi antara rendah dengan sangat rendah. Hubungan antara variabel lama usaha dengan pedapatan penjual sayur bernilai positif dan lemah. Hubungan antara variabel modal dengan pedapatan penjual sayur bernilai negatif dan sangat lemah. Hubungan antara variabel lama jam kerja dengan pedapatan penjual sayur bernilai negatif dan sangat lemah. Hubungan antara variabel penggunaan tenaga kerja dengan pedapatan penjual sayur berniai positif dan sangat lemah.
Analisis SWOT untuk Strategi Pengembangan Objek Wisata Hutan Bakau Kormun Wasidori Arfai di Manokwari Dedy Riantoro; Jhon Aninam
Lensa Ekonomi Vol 15 No 01 (2021): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.023 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v15i01.146

Abstract

This study aims to find a strategy for developing a tourism object for the Kormun Wasidori Mangrove Forest which is located in Arfai, South Manokwari District, Manokwari Regency. The research was conducted to identify internal and external factors which were then scored and analyzed, then a strategy was formulated for development by minimizing weaknesses and threats and maximizing the utilization of opportunities and strengths. Data were collected through the distribution of questionnaires, documentation, and field interviews with informants from owners or managers, surrounding communities, and visitors to tourism objects. Data were analyzed using SWOT analysis. Strength factors are: strategic location, original, beautiful and cool natural panorama, unique and natural natural attractions, and a fairly cheap price. Weakness factors are: lack of cooperation with local governments, and low public awareness of protecting the environment. Opportunity factors are: the potential for mangrove conservation, and the absorption of local labor that can reduce unemployment. Threat factors are: the potential for environmental or coastal pollution, and the lack of attention from the government. The development strategy is: cooperation with local governments to jointly manage and develop this tourism object, increase community participation, use local labor in the management of this tourism object, and utilize the potential of the local tourism market segment to increase the number of tourists visiting tourism objects Kormun Wasidori Arfai Mangrove Forest. This is done by means of promotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata Hutan Mangrove Kormun Wasidori yang terletak di Arfai, Kecamatan Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang kemudian dinilai dan dianalisis, kemudian dirumuskan strategi pengembangan dengan meminimalkan kelemahan dan ancaman serta memaksimalkan pemanfaatan peluang dan kekuatan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket, dokumentasi, dan wawancara lapangan dengan informan dari pemilik atau pengelola, masyarakat sekitar, dan pengunjung objek wisata. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Faktor kekuatan adalah: lokasi strategis, asli, panorama alam yang indah dan sejuk, wisata alam yang unik dan alami, serta harga yang cukup murah. Faktor kelemahannya adalah: kurangnya kerjasama dengan pemerintah daerah, dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Faktor peluang yaitu: potensi konservasi mangrove, dan penyerapan tenaga kerja lokal yang dapat mengurangi pengangguran. Faktor ancaman adalah: potensi pencemaran lingkungan atau pesisir, dan kurangnya perhatian dari pemerintah. Strategi pengembangannya adalah: kerjasama dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama mengelola dan mengembangkan objek wisata ini, meningkatkan partisipasi masyarakat, menggunakan tenaga kerja lokal dalam pengelolaan objek wisata ini, dan memanfaatkan potensi segmen pasar pariwisata lokal untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Obyek Wisata Hutan Mangrove Kormun Wasidori Arfai. Hal ini dilakukan dengan cara promosi.
Analisis Daya Saing Industri Pariwisata di Kabupaten Manokwari Yustinus Mayai Kapitarauw; Dedy Riantoro; Sarce Babra Awom
Lensa Ekonomi Vol 16 No 01 (2022): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.286 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v16i01.223

Abstract

This study focuses on measuring the competitiveness of the tourism industry in Manokwari Regency by using eight main indicators as a measure of tourism competitiveness, namely, Human Tourism Indicator (HTI), Price Competitiveness Indicator (PCI), Infrastructure Development Indictor (IDI), Environmnt Indicator (EI), Technology Advancement Indicator (TAI), Human Resources Indicator (HRI), Openness Indicator (OI) and Social Development Indicator (SDI). This study uses secondary data. The analytical method used in this study is the tourism competitiveness index with the Competitiveness Monitor method. The results of the analysis show that, the eight indicators show very high development, there is only one indicator that is very low where the indicator is the Social Development Indicator (SDI) of -1,7 which means that it shows low competitiveness where the value is less than 1, in addition to other than that other indicators show good or highcompetitiveness development where the value is greater than 1. Penelitian ini berfokus pada pengukuran Daya Saing industri Pariwisata di Kabupaten Manokwari dengan mengunakan delapan indikator utama sebagai pengukur daya saing pariwisata yaitu, Human Tourism Indicator (HTI), Price Competitiveness Indicator (PCI), Infrastructure Development Indicator (IDI), Environtment Indicator (EI), Technology Advancement Indicator (TAI), Human Resources Indicator (HRI), Openess Indicator (OI) dan Social Development Indicator (SDI). Penelitian ini menggunakan data sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks daya saing pariwisata dengan metode Competitiveness Monitor. Hasil analisis menunjukkan bahwa, kedelapan indikator menunjukan perkembangan sangat tinggi hanya terdapat satu indikator yang sangat rendah di mana indikator tersebut adalah Sosial Development Indicator (SDI) sebesar -1,7 yang artinya menunjukkan kemampuan daya saing yang rendah dimana nilanya lebih kecil dari 1, selain dari pada itu indikator-indikator lain menunjukan perkembangan daya saing yang baik atau tinggi dimana nilainya adalah lebih besar dari 1
Analisis Pengaruh Aglomerasi Industri Pengolahan dan Pertanian Terhadap Hubungan antara Pertumbuhan Ekonomi dengan Ketimpangan Regional di Provinsi Papua Barat Yuli Tri Arimurty Nainggolan; Rully N Wurarah; Dedy Riantoro
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.72 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.93

Abstract

This study aimed to investigate the effect of the agglomeration of manufacturing industries and agriculture on the relationship between economic growth and regional inequality in West Papua in 2013-2017. The research was carried out by calculating the Williamson Index as an indicator of regional inequality, the Balassa Index as an indicator of industrial and agricultural agglomeration, and calculating the economic growth. Then an analysis is performed on whether economic growth significantly affects disparities between Regencies and Cities in Papua Barat. Ten variables were tested using the interaction test, the absolute difference test and the residual test. The results of this study show that economic growth significantly affects regional inequalities, with the agglomeration of manufacturing industries helping to increase economic growth and reduce regional disparities, yet agricultural agglomeration does not able to increase the economic growth and reduce regional inequalities. It can be said that the agglomeration of manufacturing industries is able to become a moderating variable, while agricultural agglomeration not able to be a moderating variable. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aglomerasi industri pengolahan dan pertanian terhadap hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan wilayah di Papua Barat tahun 2013-2017. Penelitian dilakukan dengan menghitung Indeks Williamson sebagai indikator ketimpangan wilayah, Indeks Balassa sebagai indikator aglomerasi industri dan pertanian, dan menghitung pertumbuhan ekonomi. Kemudian dilakukan analisis tentang apakah pertumbuhan ekonomi secara signifikan mempengaruhi disparitas antar kabupaten / kota di Papua Barat. Sepuluh variabel diuji menggunakan uji interaksi, uji beda mutlak dan uji residual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan wilayah, dengan adanya aglomerasi industri pengolahan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan wilayah, namun aglomerasi pertanian tidak dapat atau belum mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan wilayah. Dapat dikatakan bahwa aglomerasi industri pengolahan mampu menjadi variabel moderasi, sedangkan aglomerasi pertanian belum mampu menjadi variabel moderasi.
Analisis Faktor - Faktor Determinan Jumlah Pengunjung Taman Wisata Taman Manneken Prafi Manokwari Dedy Riantoro
Lensa Ekonomi Vol 15 No 02 (2021): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.609 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v15i02.185

Abstract

The fact that more and more travelers and tourists are visiting this park where most of them are located quite far away with the choice of several other recreational areas, makes researchers interested in knowing the factors that determine the number of visitors to the Manneken Tourism Park (Taman Jokowi) located in SP 4 Prafi Manokwari. This study uses independent variables in the form of distance, facilities and travel costs, and the dependent variable is the number of tourist visits. This study uses primary data with a survey method of 100 respondents and the analysis used is multiple linear regression The results of this study indicate that facilities have a significant and positive effect on the number of tourist visits to the Manneken Park tourist attraction, while distance and travel costs have a significant but negative effect on the number of tourist visits to the Manneken Park tourist attraction. Simultaneously, the three independent variables affect the number of visits to the Manneken Tourism Park Fakta bahwa semakin banyaknya pelancong dan wisatawan yang berkunjung ke taman wisata ini dimana kebanyakan dari mereka berlokasi cukup jauh dengan terdapatnya pilihan beberapa tempat rekreasi lainnya, membuat peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor determinasi jumlah pengunjung ke Taman Wisata Manneken (Taman Jokowi) yang berlokasi di SP 4 Prafi Manokwari. Penelitian ini menggunakan variabel independen berupa jarak, fasilitas dan biaya perjalanan, dan variabel dependen adalah jumlah kunjungan wisatawan. Penelitian ini menggunakan data primer dengan metode survei terhadap 100 responden dan analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas berpengaruh secara sinifikan dan positif terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata Taman Manneken, sedangkan jarak dan biaya perjalanan berpengaruh siginifikan tetapi negatif terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata Taman Manneken. Secara simultan ketiga variabel idependen tersebut berpengaruh terhadap jumlah kunjungan ke Taman Wisata Manneken