Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengolahan Limbah Kulit Kopi sebagai Cascara dalam Meningkatkan Kreativitas Kelompok PKK di Desa Wonodadi Blitar Dwi Wahyuni; Cahyo Tri Atmojo
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.052 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i1.2541

Abstract

ABSTRACTThe lack of community empowerment activities involving the participant of women in Wonodadi Village has resulted in PKK community becoming passive. From the results of observations, the PKM team found the large number of coffee husks that became household waste caused organic waste to accumulate. The purpose of this PKM activity is to provide training to the Wonodadi Village community with the target of training PKK community. The PKM implementation methods used by the PKM team include: (1) training activities in making tea from coffee husks; (2) a workshop on us-how to become a productive and creative society in the era of the covid-19 pandemic. The results of this PKM activity include: (1) 80% of PKK community increase their knowledge, skill and creativity in making tea products from coffee husks; (2) reduced organic waste of coffee skin around the home environment; (3) PKK community have the motivation to process other garden products into beverage products. Keywords: coffe skin waste treatment, creativity ABSTRAKKurangnya kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan peran serta wanita di Desa Wonodadi ini menyebabkan kelompok PKK menjadi pasif. Dari hasil observasi, tim PKM menemukan banyaknya kulit kopi yang menjadi limbah rumah tangga menyebabkan sampah organik menumpuk. Adapun tujuan dari kegiatan PKM ini yaitu memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Wonodadi dengan sasaran pelatihan pada kelompok PKK. Adapun metode pelaksanaan PKM yang digunakan oleh tim PKM antara lain: (1) kegiatan pelatihan dalam membuat teh dari kulit kopi; (2) workshop tentang kita-kiat menjadi masyarakat yang produktif dan kreatif di era pandemi covid-19. Adapun hasil dari kegiatan PKM ini antara lain: (1) 80% kelompok PKK bertambah pengetahuan, ketrampilan dan kreatifitasnya dalam membuat produk Cascara; (2) berkurangnya limbah organik kulit kopi disekitar lingkungan rumah; (3) kelompok PKK memiliki motivasi untuk mengolah hasil kebun lainnya menjadi produk minuman. Kata Kunci: pengolahan limbah kulit kopi, kreativitas 
Pelatihan Pembuatan Kaligrafi Limbah Serbuk Kayu dalam Menumbuhkan Minat Berwirausaha dan Peluang Usaha pada Remaja IPPNU Desa Catak Gayam Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang Dwi Wahyuni; Diah Dinaloni
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.233 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.2181

Abstract

ABSTRAKBanyaknya pengrajin mebel yang ada di Desa Catak Gayam tentunya berpotensi mengakibatkan banyaknya limbah serbuk kayu yang tidak terpakai dari proses pembuatan mebel tersebut. Sementara itu masyarakat khususnya para remaja di desa ini masih belum memiliki ketrampilan dalam mengolah limbah serbuk kayu menjadi barang yang bernilai ekonomis. Melalui kegiatan pelatihan pembuatan kaligrafi dari limbah serbuk (KALISERAYU) kayu dapat meningkatkan ketrampilan dan kreativitas para remaja di desa ini. Adapun metode pelaksanaan dari kegiatan PKM ini antara lain: (1) kegiatan pelatihan pembuatan KALISERAYU dengan sasaran pserta pelatihan yaitu remaja IPPNU Desa Catak Gayam, (2) workshop kewirausahaan. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa 86% masyarakat mitra puas dengan kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim. Dari kegiatan PKM ini ada beberapa manfaat yang diperoleh masyarakat mitra yaitu: (1) masyarakat mitra mendapatkan ketrampilan dan pengetahuan dalam membuat kaligrafi dari limbah serbuk kayu, (2) masyarakat mitra memiliki motivasi untuk berwirausaha dengan mengolah potensi limbah industri mebel dibuat menjadi kerajinan tangan kaligrafi limbah serbuk kayu, (3) berkurangnya limbah serbuk kayu yang menumpuk dan menyebabkan lingkungan menjadi kotor karena telah diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Kata Kunci: kaligrari serbuk kayu, minat berwirausaha, peluang usaha ABSTRACTThe large number of furniture craftsmen in Catak Gayam Village certainly has the potential to result in a large amount of unused sawdust from the process of making the furniture. Meanwhile, the community especially the youth in the village, still do not have the skills to process sawdust into goods of economic value. Through training activities on making calligraphy from wood sawdust waste (KALISERAYU) can improve the skills and creativity of the youth in this village. The implementation methods of this PKM activity include: (1) training activities on making calligraphy from sawdust waste with the target of training participants being IPPNU teenagers in Catak Gayam Village, (2) a workshop entrepreneurship. The results of this PKM activity show that 86% of the community partners are satisfied with the PKM activities carried out by the team.  From this PKM activity there are several benefits obtained by the partner community, namely: (1) the partner community gains skills and knowledge in making calligraphy from sawdust waste, (2) the partner community has the motivation to become entrepreneurship by processing the potential of furniture industry waste into calligraphy handicrafts sawdust waste, (3) reduced sawdust waste that accumulates and causes the environment to become dirty because it has been processed into products of economic value. Keyword: sawdust calligraphy, interest in entrpreneurship, business opportunities