Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis dan Strategi Pengembangan Sistem Agribisnis Lada Di Provinsi Lampung Novalia Novalia; Sri Waluyo; Irza Sukmana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.155 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.268

Abstract

Lampung merupakan produsen lada hitam (Black Pepper) terbesar di Indonesia dan merupakan salah satu pemasok lada di Indonesia bahkan dunia. Hingga kini lada merupakan salah satu komoditas yang menjadi andalan Provinsi Lampung. Tetapi saat ini kita dihadapi pada kenyataan bahwa produksi dan produktivitas lada Lampung cukup rendah serta kualitas hasil yang kurang baik. Permasalahan tersebut perlu mendapatakan perhatian agar kejayaan komoditas lada hitam Lampung dapat kembali berkontribusi pada peningkatan perekonomian Lampung. Agribisnis lada di Provinsi Lampung masih berpeluang dikembangkan, karena Lampung memiliki banyak kekuatan untuk pengembangan lada diantaranya masih tersedianya lahan yang cukup luas dan sesuai untuk pengembangan lada, tersedianya berbagai paket teknologi intensifikasi, lada Lampung telah memiliki Indikasi Geografis (IG) dan Branding Lampung Black Papper, biaya usaha tani lada di Lampung dan relatif lebih rendah. Selain memiliki kekuatan dan peluang, pengembangan agribis lada di Lampung juga dihadapi pada beberapa kendala, kelemahan dan ancaman. Pada subsistem bagian hulu, menurunnya luas tanam lada, belum terjaminnya pasokan, mutu dan harga bibit, dan sarana produksi sulit didapatkan. Pada subsistem hilir, mutu dan kualitas hasil lada kurang baik, kurangnya pembinaan dan penyuluhan dan adanya ancaman dari daerah pesaing. Melalui pendekatan analisis SWOT diperoleh alternatif strategi pengembangan sistem agribisnis lada melalui beberapa kebijakan. Alternatif strategi yang dapat diterapkan pada pengembangan sistem agribisnis lada di Provinsi Lampung antara lain adalah: 1)Pemberdayaan industri hulu, 2)Pengembangan pusat pertumbuhan agribisnis, 3)Perbaikan mutu lada, 4)Diversifikasi produk, 5)Peningkatan efisiensi melalui perbaikan pola pemasaran dan pengurangan biaya, 6)Menerapkan sistem resi gudang, 7)Meningkatkan peran kelembagaan di tingkat petani sampai dengan pemasaran hasil.