Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DI SD NEGERI 11 BENTENG HULU KABUPATEN SIAK Yuly Kartika Sari; Arman Syafaat; citra rahmatia
Jurnal Abdimas UM Jambi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas UM Jambi
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jaum.v3i1.671

Abstract

Penerapan kegiatan projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dalam kurikulum merdeka di SD Negeri 11 Benteng Hulu berperan penting dalam meningkatkan keterampilan siswa. P5 merupakan salah satu bagian penting dari kurikulum merdeka yang dirancang untuk membentuk karakter dan kompetensi peserta didik melalui pembelajaran bebasis proyek. Melalui kegiatan ini siswa diajak untuk aktif dalam proses pembelajaran, kegiatan ini mendorong siswa untuk bekerja sama berfikir kritis, berkomunikasi dengan baik, serta menumbuhkan kreativitas. Selain itu keterlibatan langsung siswa dalam setiap tahapan kegiatan menjadikan mereka lebih bertanggung jawab, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan sekiktar. Dengan demikian penerapan kegiatan P5 di SD Negeri 11 Benteng Hulu terbukti efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan peseta didik. Penelitian ini bertujuan agar sekolah terus memperkuat pelaksanaan P5 saranan efektif dalam menciptakan proses belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna di sekolah.
EFEKTIFITAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT DI DESA DWI KARYA BAKTI, KABUPATEN MUARO BUNGO Indy rahmahdillah; Citra Rahmatia; Amelia Retno Eka Putri; Dewi Yunita Widiarti
Jurnal Abdimas UM Jambi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas UM Jambi
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jaum.v3i1.725

Abstract

Komunitas Suku Anak Dalam (SAD) merupakan kelompok masyarakat adat yang memiliki karakteristik budaya lokal, berskala kecil, tertutup, tertinggal, homogen, serta berpola hidup berpencar dan berpindah-pindah. Upaya pemberdayaan yang dilaksanakan oleh instansi terkait, seperti Kementerian Sosial dan Dinas Peternakan, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kemandirian, serta mengintegrasikan komunitas SAD ke dalam kehidupan sosial yang lebih inklusif tanpa mengabaikan identitas budaya mereka. Program pemberdayaan melalui bantuan sosial berupa ternak ayam dan ikan di Desa Dwi Karya Bakti, Kabupaten Muaro Bungo, dirancang untuk mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi dan pengembangan keterampilan masyarakat dalam bidang peternakan. Meskipun demikian, pelaksanaan program menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan sumber daya, minimnya pengetahuan teknis, kesulitan akses pasar, serta rendahnya motivasi dan perubahan pola pikir masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa secara langsung dalam proses pemberdayaan, memberikan kesempatan bagi mereka untuk memahami kondisi sosial-ekonomi masyarakat serta memperoleh pengalaman praktis dalam penerapan solusi berbasis komunitas. Secara keseluruhan, program pemberdayaan SAD di Jambi melalui bantuan sosial dan peternakan menunjukkan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, meskipun masih memerlukan strategi berkelanjutan untuk mengatasi tantangan yang ada.
PEMBUATAN SIRUP NIPAH ( NYPA FRUTICANS ) DI KAWASAN MANGROVE PANGKAL BABU Putri Setya Ningsih; Citra Rahmatia; Riko Kurniawan
Jurnal Abdimas UM Jambi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas UM Jambi
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jaum.v3i1.726

Abstract

Buah nipah (Nypa fruticans) merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang banyak dijumpai di kawasan mangrove dan memiliki potensi ekonomi tinggi apabila diolah dengan tepat. Namun, masyarakat pesisir umumnya belum memiliki keterampilan dalam mengolah buah nipah menjadi produk bernilai jual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga Desa Pangkal Babu, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam mengolah buah nipah menjadi sirup siap konsumsi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan langsung, dan evaluasi hasil. Proses pembuatan sirup dilakukan melalui tahapan sortasi buah, perebusan, penghancuran, penyaringan, pemasakan dengan penambahan gula dan air (perbandingan 1:1:2), serta pengemasan produk akhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu menghasilkan sirup buah nipah dengan warna kuning keemasan, aroma khas, serta cita rasa yang disukai oleh 85% panelis. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis sumber daya lokal. Secara keseluruhan, pelatihan pembuatan sirup buah nipah ini penting karena menjadi langkah awal dalam pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan di kawasan pesisir sekaligus mendorong upaya pelestarian ekosistem mangrove.
DAMPAK HUTAN KEMASYARAKATAN TERHADAP ASPEK EKONOMI MASYARAKAT DESA SEI. NAGALAWAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Ahmad Guru Hasibuan; Citra Rahmatia; Riko Kurniawan
Jurnal Informatika, Sistem Informasi dan Kehutanan (FORSINTA) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Informatika, Sistem Informasi dan Kehutanan (Forsinta)
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jfsa.v5i1.797

Abstract

Indonesia is a tropical country that has quite extensive forest areas. The existence of this forest area is a national asset that must be managed and developed in a better direction, so that it can be used sustainably. The existence of Minister of Environment and Forestry Regulation Number P.83/Menlhk/Kum.1/10/2016 concerning Social Forestry is of course an opportunity for the people of Sei Nagalawan Village to participate in this program. The aim of this research is to determine the effect of social forestry permits on improving the economy of the Muara Baimbai Mangrove Conservation Group. The research method used is a qualitative method. The data collection carried out during the research was carried out using data triangulation, namely a data collection technique that combines various data collection techniques and existing data sources and constraints in the management of the Muara Baimbai Mangrove Conservation Group's HKm. Based on the research results, it can be concluded that social forestry permits have an effect on improving the economy of the Muara Baimbai Mangrove Conservation Group during 2020-2024, experiencing a decrease in visitors. External and internal factors are obstacles faced in managing the Community Forest of the Muara Baimbai Mangrove Conservation Group.
STUDI AKTIVITAS DIURNAL SIAMANG (SYMPHALANGUS SYNDACTYLUS) DI KEBUN BINATANG TAMAN RIMBO PROVINSI JAMBI Yola Yolanda; Bakti Mandala; Citra Rahmatia
Jurnal Informatika, Sistem Informasi dan Kehutanan (FORSINTA) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Informatika, Sistem Informasi dan Kehutanan (Forsinta)
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jfsa.v5i1.800

Abstract

Siamang is a protected species based on the Minister of Environment and Forestry Regulation No. P.106 of 2018. As an endangered species.The activities observed were agonistic activity (AG), defecation activity (DF), grooming activity (GR), resting activity (IS), drinking activity (MI), eating activity (MK), moving activity (MO), vocal activity (VC). As well as urination activity (UR). This research aims to determine and study the daily behavior of Siamang. The results obtained from research regarding the diurnal activity of Siamang in KBTR Jambi Province for 10 days (360,000 seconds), namely the average activity from highest to lowest is move activity 278,106 seconds; 77.25%, rest activity 36,535 seconds; 10.14%, vocalization activity 32,311 seconds; 8.97%, grooming activity 6,398 seconds; 1.77%, agonistic activity 3,196 seconds; 0.88%, eating activity 2,080; 0.57%, drinking activity 715 seconds; 0.19%, urination activity 409 seconds; 0.11%, defecation activity 250 seconds; 0.06%. The highest activity pattern carried out by gibbons during the day is moving activity and the lowest is defecation activity. The movement activity of the gibbon during the day is 278,106 seconds; 77.25%. The highest movement activity results during the day are because gibbons are animals that are active during the day.