Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DI SD NEGERI 11 BENTENG HULU KABUPATEN SIAK Yuly Kartika Sari; Arman Syafaat; citra rahmatia
Jurnal Abdimas UM Jambi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas UM Jambi
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jaum.v3i1.671

Abstract

Penerapan kegiatan projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dalam kurikulum merdeka di SD Negeri 11 Benteng Hulu berperan penting dalam meningkatkan keterampilan siswa. P5 merupakan salah satu bagian penting dari kurikulum merdeka yang dirancang untuk membentuk karakter dan kompetensi peserta didik melalui pembelajaran bebasis proyek. Melalui kegiatan ini siswa diajak untuk aktif dalam proses pembelajaran, kegiatan ini mendorong siswa untuk bekerja sama berfikir kritis, berkomunikasi dengan baik, serta menumbuhkan kreativitas. Selain itu keterlibatan langsung siswa dalam setiap tahapan kegiatan menjadikan mereka lebih bertanggung jawab, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan sekiktar. Dengan demikian penerapan kegiatan P5 di SD Negeri 11 Benteng Hulu terbukti efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan peseta didik. Penelitian ini bertujuan agar sekolah terus memperkuat pelaksanaan P5 saranan efektif dalam menciptakan proses belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna di sekolah.
EFEKTIFITAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT DI DESA DWI KARYA BAKTI, KABUPATEN MUARO BUNGO Indy rahmahdillah; Citra Rahmatia; Amelia Retno Eka Putri; Dewi Yunita Widiarti
Jurnal Abdimas UM Jambi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas UM Jambi
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jaum.v3i1.725

Abstract

Komunitas Suku Anak Dalam (SAD) merupakan kelompok masyarakat adat yang memiliki karakteristik budaya lokal, berskala kecil, tertutup, tertinggal, homogen, serta berpola hidup berpencar dan berpindah-pindah. Upaya pemberdayaan yang dilaksanakan oleh instansi terkait, seperti Kementerian Sosial dan Dinas Peternakan, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kemandirian, serta mengintegrasikan komunitas SAD ke dalam kehidupan sosial yang lebih inklusif tanpa mengabaikan identitas budaya mereka. Program pemberdayaan melalui bantuan sosial berupa ternak ayam dan ikan di Desa Dwi Karya Bakti, Kabupaten Muaro Bungo, dirancang untuk mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi dan pengembangan keterampilan masyarakat dalam bidang peternakan. Meskipun demikian, pelaksanaan program menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan sumber daya, minimnya pengetahuan teknis, kesulitan akses pasar, serta rendahnya motivasi dan perubahan pola pikir masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa secara langsung dalam proses pemberdayaan, memberikan kesempatan bagi mereka untuk memahami kondisi sosial-ekonomi masyarakat serta memperoleh pengalaman praktis dalam penerapan solusi berbasis komunitas. Secara keseluruhan, program pemberdayaan SAD di Jambi melalui bantuan sosial dan peternakan menunjukkan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, meskipun masih memerlukan strategi berkelanjutan untuk mengatasi tantangan yang ada.
PEMBUATAN SIRUP NIPAH ( NYPA FRUTICANS ) DI KAWASAN MANGROVE PANGKAL BABU Putri Setya Ningsih; Citra Rahmatia; Riko Kurniawan
Jurnal Abdimas UM Jambi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas UM Jambi
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jaum.v3i1.726

Abstract

Buah nipah (Nypa fruticans) merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang banyak dijumpai di kawasan mangrove dan memiliki potensi ekonomi tinggi apabila diolah dengan tepat. Namun, masyarakat pesisir umumnya belum memiliki keterampilan dalam mengolah buah nipah menjadi produk bernilai jual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga Desa Pangkal Babu, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam mengolah buah nipah menjadi sirup siap konsumsi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan langsung, dan evaluasi hasil. Proses pembuatan sirup dilakukan melalui tahapan sortasi buah, perebusan, penghancuran, penyaringan, pemasakan dengan penambahan gula dan air (perbandingan 1:1:2), serta pengemasan produk akhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu menghasilkan sirup buah nipah dengan warna kuning keemasan, aroma khas, serta cita rasa yang disukai oleh 85% panelis. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis sumber daya lokal. Secara keseluruhan, pelatihan pembuatan sirup buah nipah ini penting karena menjadi langkah awal dalam pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan di kawasan pesisir sekaligus mendorong upaya pelestarian ekosistem mangrove.