Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE POWER OF RITUAL AND SYMBOL: KEKUATAN RITUAL & SIMBOL DALAM MEMBANGUN PERDAMAIAN Stepanus
Jurnal Loko Kada Vol 2 No 01 (2022): LOKO KADA : JURNAL TEOLOGI KONTEKSTUAL DAN OIKUMENIS
Publisher : STT Mamasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.937 KB)

Abstract

Mengelola konflik bukanlah perkara mudah dalam realitas hidup manusia. Diperlukan berbagai upaya yang dapat bermuara pada penyelesaian konflik secara damai dan berkelanjutan. Pendekatan formal seperti lembaga kepolisian dan peradilan tidak selamanya memberi kepuasan bagi pihak-pihak yang berkonflik. Pihak yang berkonflik terkadang mengalami permusuhan dan dendamberkepanjangan yang kemudian berakibat langsung pada relasi-relasi kemanusiaan, baik di dalam keluarga maupun masyarakat.Tulisan ini bermaksud untuk menguraikan ritual dan simbol sebagai salah satu alternatif dalam membangun perdamaian yang berkelanjutan di tengah-tengah masyarakat. Ritual dan simbol merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat yang kadang diabaikan seiring dengan perkembangan dan kemajuan masyarakat. Padahal di dalam ritual dan simbol terkandung banyak nilai yang dapat dieksplorasi untuk transformasi konflik menuju perdamaian yang berkelanjutan
Cyberbullying Simbolik: Tantangan dan Dampak Bagi Remaja: Penelitian Stepanus
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan dampak cyberbullying bagi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pola berpikir deduktif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, yang melibatkan pembacaan literatur dari berbagai sumber termasuk buku, artikel, jurnal, dan laporan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying simbolik merupakan bentuk perundungan digital yang bersifat tidak langsung dan ambigu sehingga sulit diidentifikasi dan kerap diabaikan. Praktik ini berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis, sosial, dan akademik remaja, seperti penurunan harga diri, peningkatan kecemasan, gangguan relasi sosial, serta gangguan dalam proses belajar dan pengembangan diri. Oleh karena itu, peran keluarga dan sekolah menjadi sangat penting, terutama melalui komunikasi yang suportif dan pendampingan yang berkelanjutan, yang didukung oleh penguatan literasi digital kritis dengan penekanan pada etika, empati, dan tanggung jawab sosial. Upaya tersebut diharapkan mampu mencegah dan menangani cyberbullying simbolik secara berkelanjutan sekaligus menciptakan ruang digital yang aman, dan inklusif bagi perkembangan remaja.