This Author published in this journals
All Journal LOKO KADA
Enry Yakbus Duapadang
Sekolah Tinggi Teologi Sulawesi Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MUSIK YAHUDI TERHADAP MUSIK GEREJA PERDANA Robert Patannang Borrong; Enry Yakbus Duapadang
Jurnal Loko Kada Vol 2 No 01 (2022): LOKO KADA : JURNAL TEOLOGI KONTEKSTUAL DAN OIKUMENIS
Publisher : STT Mamasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.362 KB)

Abstract

Dari mana asal-usul musik gereja? Musik gereja berakar dalam musik rohani Yahudi yang dapat dirujuk ke Perjanjian Lama. Bagian tertua dalam liturgi selebrasi Kristen adalah nyanyian mazmur yang diadopsi/diambil alih dari synagoge Yahudi. Penampilannya juga sangat dekat dengan lagu pujian yang dipraktikkan orang-orang Yahudi, mula-mula responsorial yakni dilagukan bersahutan antara seorang penyani solo (procantor) dengan dijawab oleh paduan suara.Mengapa musik Gereja berakar dalam musik Yahudi?Mula-mula gereja menjadi bagian dari agama atau mazhab Yahudi karena orang Kristen masih beribadah di Bait Allah dan beribadah dengan cara Yahudi. Lambat laun mereka mulai menjaga jarak dengan orang Yahudi, terutama karena penganiayaan yang dilakukan orang Yahudi terhadap orang Kristen pada permulaan gereja. Pemisahan dimulai setelah Stefanus salah seorang pemimpin Kristen dibunuh dengan sangat kejam (Kisah Rasul 7:54 -60) disusul kemudian penganiayaan bagi orang-orang Kristen, khususnya di Yerusalem. Walaupun gereja telah memutuskan hubungan dengan Yahudi, ibadah gereja ternyata masih tetap mengikuti pola Yahudi, demikian pula penggunaan musik di dalamnya.Dalam tiga abad permulaan (kira-kira 300 tahun), musik Kristen atau musik gereja tidak berkembang karena adanya penganiayaan terhadap orang-orang Kristen, maka mereka mengadakan pertemuan secara rahasia di tempat yang tersembunyi. Pada masa penganiayaan ini orang Kristen hanya menyanyikan mazmur dalam ibadah tanpa alat musik. Alat musik dianggap tidak pantas dipakai dalam kebaktian. Barulah setelah Edik Milano (tahun 313), dariKaisar Konstantinus yang memberi kebebasan beribadah kepada jemaat Kristen, bahkan menjadikan agama Kristen menjadi agama resmi Negara, musik gereja berkembang lagi. Sejak saat itu, musik gereja, khususnya nyanyian-nyanyian Kristen,mulai berkembang sebagai ekspresi kegembiraan karena kebebasan yang telah mereka terima di dalam Kristus. Kira-kira pertengahan abad ke-4 nyanyian-nyanyian antifonal (bersahut-sahutan) yang berasal dari biarabiara di Syria sudah umum digunakan dalam gereja.Dari Timur, musik gereja kemudian dibawah juga ke Barat. Oleh sebab itu musik gereja lebih berkembang di Barat dari pada di Timur dandalam perkembangan musik itu, nyatalah bahwa pengaruh musik Yahudi tetap ada dan dominan, sampai dengan akhir abad perdana sejarah gereja.Penelitian yang dilakukan untuk menghasilkan tulisan ini adalah penelitian kualitatif murni yakni penelitian literatur di perpustakaan. Hal ini sesuai dengan sifat tulisan ini sebagai deskripsi historis dan komparatif yang menggali adanya hubungan dan pengaruh musik Yahudi terhadap musik gereja. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca, khususnya yang berminat terhadap perkembangan musik gereja.