Lilis Azura Damayanti
Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Kualitas Hidup Dan Depresi Lansia di PSTW dan Keluarga Lilis Azura Damayanti; Eka Wisanti; Raja Fitrina Lestari
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.536 KB) | DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2898

Abstract

Lansia merupakan suatu proses kehidupan yang mengalami penurunan fungsi fisik maupun psikologi hal ini dapat menyebabkan terganggunya kualitas hidup dan dapat menimbulkan depresi pada lansia baik yang tinggal di PSTW maupun keluarga. Tujuan penelitian ini mengidentifikasikan perbandingan kualitas hidup dan depresi lansia di Panti Sosial Tresna Werdha dan keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan comparative study dengan responden 50 lansia di PSTW dan 61 di keluarga. Instrument penelitian menggunakan WHOQOL-BREF (1996) mengukur kualitas hidup lansia dan Geriatric Depression Scale (GDS) mengukur depresi lansia. Analisis yang digunakan berupa analisis univariat menggunakan uji distribusi frekuensi. Hasil uji distribusi frekuensi didapatkan bahwa terdapat perbandingan kualitas hidup dan depresi lansia di PSTW Khusnul Khotimah Pekanbaru dan keluarga. Lansia yang tinggal di PSTW Khusnul Khotimah Pekanbaru hasil kualitas hidup dari 50 lansia di PSTW Khusnul Khotimah Pekanbaru dengan Dimensi I : Fisik 3.008 (60,16%), Dimensi II : Kesejahteraan Psikologis 3.043 (60,86%), Dimensi III : Sosial 2.719 (54,38%), Dimensi IV : Lingkungan 3.198 (63,96) dan depresi sebanyak 3 orang (6.0%), sedangkan lansia yang tinggal bersama keluarga terdapat Dimensi I : Fisik 3.474 (56,95%), Dimensi II : Kesejahteraan Psikologis 3.677 (60,27%), Dimensi III : Sosial 3.446 (56,49%%), Dimensi IV : Lingkungan 3.911 (64,11%) dan depresi sebanyak 10 orang (16.4%). Diharapkan petugas kesehatan dan keluarga lebih melibatkan lansia dalam pengambilan keputusan dan penyelenggaraan kegiatan baik di panti maupun di lingkungan keluarga agar tidak terjadinya penurunan kualitas hidup dan meningkatnya risiko depresi pada lansia.