Andi Amran Asriadi
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Harga Kebutuhan Pangan Pasar Tradisional Terhadap Inflasi Di Kota Makassar Andi Amran Asriadi; Firmansyah; Nailah Husain
Jurnal AGRIBIS Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v16i1.4652

Abstract

Tujuan dari penelitian ini 1). menganalisis perkembangan harga kebutuhan pangan di pasar tradisional di Kota Makassar., 2). menganalisis pengaruh harga bawang merah, harga bawang putih, harga cabai besar, harga cabai rawit, dan harga daging ayam terhadap inflasi di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada 2018-2021. Metode analisis data karya ini menggunakan model analisis reliabilitas dan uji regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS versi 25. Pengujian dilakukan dengan uji asumsi klasik seperti uji normalitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, uji F-test. (simultan) dan uji-t (parsial). Hasil penelitian menjelaskan bahwa perkembangan harga pangan pada 2018-2021 menunjukkan rata-rata tahunan harga bawang merah, harga bawang putih, harga cabai, harga cabai rawit dan harga ayam yang berfluktuatif. Jadi alasannya adalah musim, masa paceklik yang menyebabkan ketersediaan pangan berkurang dan sebaliknya, ada surplus pada musim panen, sehingga harga turun. Karena memberikan efek negatif jenis variasi yang terjadi setiap komoditi pangan. Apabila fluktuasi yang terjadi berupa kenaikan nilai, maka permintaan secara otomatis menimbulkan defisit yang mengancam kerugian komersial dan inflasi akan melambat. Hasil penelitian keduan ini juga menunjukkan komoditi yang meliputi harga bawang merah (X1), harga bawang putih (X2), harga cabai besar (X3), harga cabai rawit (X4), harga ayam (X5). yang paling berpengaruh dan tidak berdampak signifikan terhadap inflasi di Makassar. Karena harga-harga barang secara umum dan konsisten turun setiap tahunnya, maka tingkat harga umum tersebut disebabkan oleh banyaknya jumlah barang dan jenis barang yang beredar di pasaran.
Analisis Perkembangan Trend dan Memprediksi Harga Bawang Merah di Sulawesi Selatan Andi Amran Asriadi; Firmansyah Firmansyah
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.145

Abstract

Pengembangan pertanian bawang merah sebenarnya dapat berupa harga konsumen, sehingga harga bawang merah di Provinsi Sulawesi Selatan dilihat tahun 2019-2024 yaitu pola yang mengandung unsur trend dan memprediksi stabilitas harga kepada konsumen. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis trend dan memprediksi harga bawang merah di Sulawesi Selatan. Data sekunder diperoleh melalui lembaga atau   instansi terkait, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Dinas Perkebunan Propinsi Sulawesi Selatan serta sumber-sumber lain yang dapat menunjang penelitian ini. Data sekunder juga dikumpulkan meliputi data sekunder pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS) nasional. Hasil penelitian bahwa Trend perkembangan perubahan harga bawang merah mulai periode Januari 2019 sampai Desember 2023 adalah cenderung meningkat. Hal ini ditandai oleh koefisien regresi yang positif sebesar 62,535. Memprediksi harga bawang merah pada bulan Januari sampai Desember 2025 dengan harga bawang merah sekitar Rp. 23.427 perkg – Rp. 24.115 perkg. Tahun 2026 sampai Desember 2026 sebesar Rp. 24.177  perkg – Rp. 24.865 perkg di Sulawesi Selatan. Dengan demikian, produsen meningkatkan produktivitas bawang merah sebagai antisipasi peningkatan permintaan yang besar dan memungkinkan konsumen mengendalikan biaya ketika harga bawang merah sedang tinggi.