Afni Syahrida
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tradisi Makan Hadap-Hadapan Pada Etnis Melayu Di Kota Tanjung Balai Yang Memiliki Makna simbolik Afni Syahrida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Sosial dan Politik [JIMSIPOL] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.931 KB)

Abstract

Sejarah adanya makan nasi hadap-hadpan awalnya karena kehidupan di masa lalu kalangan bangsa Melayu sangat islami, menikahkan anak mereka dengan cara perjodohan dan perkenalan keluarga lewat tradisi makan nasi hadap- hadapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbol yang terkandung pada acara makan nasi hadap-hadapan dalam upacara perkawinan adat Melayu Tanjungbalai. Unsur dan rangkaian acara yang terdapat di dalam prosesi makan nasi hadap-hadapan tersebut memiliki arti dan inilah yang membuat penulis tertarik untuk meneliti komunikasi yang terjadi di dalam acara makan nasi hadaphadapan tersebut. Unsur yang di teliti adalah interaksi simbolik dengan simbolsimbol hidangan,duduk pengantin, juru bicara dan lainnya. Simbol hidangan yang artinya kehidupan rumah tangga dihadapkan dnengan berbagai macam pilihan. Simbol duduk pengantin yang artinya wanita berasal dari tulang rusuk laki-laki. Dan simbol juru bicara yang artinya adalah untuk mensukseskan jalannya acara. Hasil penelitian menemukan bahwa adanya pergeseran simbol yang terdapat pada tradisi makan nasi hadap-hadapan pada etsnis Melayu di Tanjungbalai dimana yang dulunya etnis Melayu menggunakan nasi kuning tetapi sekarang sudah boleh menggunakan nasi apa saja, contohnya nasi gorengĀ  atau nasi putih. Pada simbol juru bicara ternyata tidak ada kriteria khusus siapa saja boleh menjadi juru bicara selama dia mengerti dan faham tentang rangkaian acara tersebut. Peneliti menggunakan teori interaksi simbolik yang di kemukakan oleh Herbert Blumer yang berpendapat bahwa manusia bertindak berdasarkan makna yang diberikan orang lain kepada mereka.