This Author published in this journals
All Journal Diakronika
Setya Ningsih
Guru Sejarah SMAN 1 Timpeh, Kabupaten Dharmasraya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENUMBUHKAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENDALAMAN MATERI SEJARAH PEMINATAN KELAS X SMA Setya Ningsih
Diakronika Vol 17 No 2 (2017): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.12 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol17-iss2/25

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter melalui pendalaman materi sejarah peminatan kelas X SMA. Hal ini dilatar belakangi oleh degradasi moral generasi muda yang menunjukkan potret kemuraman akhlak anak bangsa. Dinamika koneksi antara ruang dan waktu tidak menunjukkan kualitas yang signifikan. Nilai-nilai sejarah tidak dijadikan pedoman untuk hidup melainkan hanyalah retorika belaka, hafalan fakta dan konsep yang sangat kering dan pada akhirnya melemahkan jati diri dan identitas bangsa. Upaya menanamkan nilai-nilai kemuliaan pada jenjang pendidikan SMA menjadi harapan penerapan karakter bangsa yang sudah dimulai di jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Timpeh dengan menggunakan metode deskriptif analitis melalui observasi dan berbagai kajian bacaan sumber (literatur). Upaya membangun karakter anak bangsa melalui pembelajaran sejarah kelas X diharapkan dapat menghasilkan pribadi yang selalu menghargai ruang dan waktu, bertanggungjawab terhadap segala keputusan yang diambil dan bersikap responsif. Sikap responsif dan proaktif dalam belajar sejarah dapat membuat siswa menjadi pribadi yang cerdas. Siswa dapat memunculkan gagasan-gagasan yang inovatif sehingga mampu terlibat dan memiliki andil dalam memajukan bangsa dan negara. Kompetensi Dasar menganalisis sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu dan seni diharapan dapat melatih siswa untuk berlaku disiplin dan tanggungjawab. Kompetensi Dasar menghargai peradaban budaya bangsa dan toleran akan membentuk identitas dan kepribadian siswa. Guru adalah sosok utama ketauladanan bagi siswa. Nilai-nilai karakter dapat ditanamkan dengan meneladani guru yang berkarakter.