Esma Rolina Harahap
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengukuran Kemampuan Perbankan Syariah Dengan Menggunakan Konsep Balance Scorecard (Studi Kasus PT. BPRS Puduarta Insani) Esma Rolina Harahap
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Agama Islam [JIMPAI] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.732 KB)

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk mengetahui dan menganalisis kinerja PT. BPRS Puduarta Insani dengan menggunakan konsep Balance Scorecard yang terdiri dari perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.  Pengolahan data  dan penelitian ini menggunakan kuantitatif yang terdiri dari observasi, wawancara, kuesioner dan studi pustaka yang dilakukan di PT. BPRS Puduarta Insani  yang beralamat JL. Pekan Raya No. 13A Tembung.  Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja PT. BPRS Puduarta Insani dengan konsep Balance Scorecard secara keseluruhan cukup baik.  Dilihat dari perspektif keuangan menunjukkan ROA rata-rata 1, 65 yang berarti tingkat keuntungan semakin meningkat. BOPO rata-rata nilai  81,35 yang berarti dalam kondisi baik. FDR rata-rata nilai 0,84 yang berarti dalam kondisi baik.perspektif pelanggan  menunjukkan market share rata-rata 3,75 yang berarti cukup baik. Profitalitas konsumen rata-rata 121,44% artinya semakin tinggi laba yang dicapai.  Perspektif bisnis internal didapat dari NGR 100% dengan 2 unit kerja yaitu kantor pusat dan kantor cabang. AETR  rata-rata nilai 0,12 artinya ada peningkatan efisiensi, efektivitas serta ketepatan proses.  Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran menunjukkan produktivitas karyawan rata-rata 2.141.601 kontribusinya terhadap laba sebelum pajak, yang artinya semua karyawan memberikan kontribusi positif terhadap perusahaan. Persentase pelatihan karyawan rata-rata 86,61% karyawan ditraining yang artinya hampir semua karyawan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu sebelum menjalankan jobdescnya untuk meminimalisir kesalahan kerja dengan rata-rata 4,11% artinya karyawan puas baik dari kepemimpinan, memotivasi, reward, dan fasilitas kerja.