Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN MORAL REMAJA (Studi di Desa Wakobalu Agung Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna) Fesri Dwi Rindi Antika; Samiruddin T; Wa Ode Reni
SELAMI IPS Vol 14, No 1 (2021): SELAMI IPS
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v14i1.18449

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua terhadap pendidikan moral remaja. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan informan berjumlah 6 orang yang terdiri dari: 25 Remaja, dan Kepala Desa, responden berjumalah 5 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa peran orang tua terhadap pendidikan moral remaja yaitu orang tua sangat berperan penting dalam pembentukan moral remaja dimana orang tua mempunyai tanggung jawab untuk melindungi keluarganya, orang tua menggunakan cara atau metode yang berberda-beda untuk mendidik anak mereka. Ada orang tua yang mendidik semampunya dan ada pula orang tua yang mampu mengundang guru ngaji kerumahnya untuk membekali dan mengajarkan ilmu agama lebih dalam lagi karena dengan pengetahuan agama yang baik tentunya juga akan menimbulkan moralitas yang baik juga terhadap diri remaja. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa Peran orang tua terhadap pendidikan moral remaja terdiri dari beberapa bagian, Pertama sebagai pelindung pemelihara keluarga; Kedua sebagai teladan; Ketiga sebagai motivator; Keempat sebagai fasilitator; Kelima sebagai figur utama. Dimana setiap orang tua melaksanakan semua tanggung jawabnya di dalam keluarga dengan cara atau metode yang berbeda-beda. Ada orang tua yang mengajarkan moral dengan semapunya Ada juga orang tua yang mampu mengundang guru ngaji ke rumah nya.
Peranan Guru Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Di Kelas VII SMP Negeri 1 Batukara Kabupaten Muna Milan Sari; Wa Ode Reni
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan guru dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VII SMP Negeri 1 Batukara, Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Pendidikan Pancasila dan siswa kelas VII, sedangkan informan penelitian meliputi Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan model analisis deskriptif kualitatif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila telah berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari peran guru sebagai fasilitator, yaitu mampu memfasilitasi kegiatan belajar sesuai dengan perkembangan peserta didik, mengarahkan aspirasi dan perasaan siswa, memberikan perhatian khusus kepada siswa dengan kemampuan yang berbeda, serta mendorong siswa untuk terus belajar melalui berbagai media. Sebagai motivator, guru mampu memotivasi siswa agar berperilaku positif, tidak membeda-bedakan siswa, berperan sebagai orang tua di sekolah, serta menjadi teladan bagi peserta didik. Sementara itu, sebagai pembimbing, guru memberikan arahan dan bimbingan kepada peserta didik, membantu mengenali serta mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa, serta menyesuaikan perencanaan dan tujuan pembelajaran dengan kondisi, potensi, serta kebutuhan individu peserta didik.
Internalisasi Nilai Pancasila Untuk Memperkuat Peran Remaja Masjid Sebagai Agen Perubahan Sosial Di Masyarakat Irawaty Irawaty; La Iru; Samiruddin T; Syahbudin Syahbudin; Andi Syahrir; Wa Ode Reni; Nerlin Nerlin; Indrawati Syamsuddin; Kasim Kasim
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.854

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya peran Remaja Masjid Jabal Rahma dalam menjalankan fungsi sebagai agen perubahan sosial, yang ditandai oleh kegiatan yang masih insidental, kurang terstruktur, serta terbatasnya pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas remaja masjid melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila dan pendampingan penyusunan program kerja yang terarah dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan di Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari dengan metode pelatihan partisipatif dan pendampingan, yang meliputi pemetaan kebutuhan, workshop, simulasi perencanaan program, serta evaluasi melalui observasi, dokumentasi, dan kuesioner pascakegiatan. Hasil evaluasi pascakegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif terhadap materi internalisasi nilai-nilai Pancasila, kejelasan penyampaian materi, dan relevansi pelatihan perancangan program kerja. Selain itu, peserta menunjukkan pemahaman yang lebih kontekstual mengenai nilai-nilai Pancasila, kemampuan yang lebih baik dalam menyusun program kerja tahunan yang terstruktur, serta keterlibatan aktif selama proses diskusi dan pendampingan. Program yang dihasilkan mengintegrasikan pembinaan keagamaan, aksi sosial, dan penguatan nilai kebangsaan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pemberdayaan masyarakat berbasis nilai Pancasila secara berkelanjutan. Secara sosiologis, kegiatan ini memperkuat kohesi sosial, partisipasi pemuda, dan fungsi masjid sebagai ruang transformasi sosial di tingkat komunitas.