Penelitian ini betujuan untuk mengetahui 1) Dampak Pembelajaran daring yang dirasakan oleh anak keluarga miskin di Desa Bukit Samang Kecamatan Sendana Kabupaten Majene dan 2) Upaya yang dilakukan oleh anak keluarga miskin di Desa Bukit Samang dalam mengatasi kendala pembelajaran daring yang mereka alami. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 10 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria anak yang berasal dari keluarga miskin, sedang bersekolah dan memiliki pengalaman mengikuti pembelajaran daring pada tingkat pendidikan SMA/SMK. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan member check. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Dampak pembelajaran daring yang dirasakan oleh anak keluarga miskin di Desa Bukit Samang Kecamatan Sendana Kabupaten Majene yaitu dampak positif a) pembelajaran dinilai menjadi lebih fleksibel, b) membangun jiwa mandiri dan rasa tanggung jawab anak dalam mengikuti pembelajaran dan c) memberi pengalaman baru bagi anak dalam bidang pendidikan e-learning. Dampak negatif a) keterbatasan dalam memahami materi pembelajaran, b) bertambahnya biaya sarana belajar yang harus dipenuhi, dan c) pembelajaran dirasa kurang efektif karena tidak stabilnya jaringan internet. 2) Upaya yang dilakukan oleh anak keluarga miskin di Desa Bukit Samang dalam mengatasi kendala pembelajaran daring yaitu a) berupaya dalam mencari tambahan uang saku untuk memenuhi kebutuhan kuota internet, seperti bekerja di warung dan tempat penjualan ikan ataupun berjualan dan b) belajar ditempat yang kualitas jaringan internetnya cukup stabil, seperti di pinggir pantai, gunung dan kantor desa