Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan dan Tindakan Tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Nelayan Perahu Besar di Desa Molompar Timur Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Teggara Grasela N. Ngongoloy; Odie R. Pinontoan; Paul A.T Kawatu
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APD adalah Salah satu upaya perlindungan bagi pekerja dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat melakukan aktivitas kerja di tempat kerja. Di Desa Molompar Timur berjumlah 170 nelayan, pada kasus kecelakaan kerja terjadi pada tahum 2018 dimana 1 orang nelayan terputus tangan akibat mesin yang ada di perahu. Tujuan penelitian ini yaitu Menggambarkan pengetahuan tentang penggunaan APD dan tindakan tentang penggunaan APD pada nelayan perahu besar di Desa Molompar Timur Kecamatan BelangKabupaten Minahasa Tenggara.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Molompar Timur Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara pada bulan Januari 2022 Jumlah informan penelitian ini sebanyak 5 orang yaitu 3 nelayan 1 kapten kapal dan 1 pegawai Dinkes MITRA Variabel yang diteliti yaitu pengetahuan dan tindakan Data diperoleh melalui wawancara secara mendalam dengan alat ukur yaitu pedoman wawancara. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Pengetahuanpenggunaan APD pada nelayan perahu besar Desa Molompar Timur Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara nelayan sudah mengetahui tentang apa itu APD dan sudah mengetahui manfaat dan dampak apabila tidak menggunakan APD dan Tindakan penggunaan APD pada nelayan perahu besar Desa Molompar Timur Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara yaitu nelayan sudah menggunakan APD karena dari pihak kapten kapal menyedikan dan sebelum melaut ada pemeriksaan terlebih dahulu barubisa malaut. APD yang sering digunakan lengan panjang, topi, pelampung. Satu APD yang tidak disebutkan nelayan yaitu sepatu boot ( atau alas kaki) sehingga perlu adanya sosialisasi bagi para nelayan untuk meminimalisir kecelakaan saat malaut.
Hubungan Antara Sikap Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal Petani di Desa Rasi Satu Kecamatan Ratahan Anastasia G.A. Kapahang; Paul A.T Kawatu; Nova H. Kapantow
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/w1zb0431

Abstract

Muskuloskeletal Disorders merupakan salah satu dari sekian banyak masalah kesehatan yang seringdirasakan oleh para pekerja formal maupun informal. Petani padi merupakan salah satu pekerjaansektof informal yang umumnya masih menggunakan cara tradisional untuk melakukan pekerjaannya. Salah satu aktivitas yang dilakukan petani padi pada saat panen padi yaitu memotong padi, dengan sikap kerja berdiri membungkuk sambil menyabit padi dengan waktu yang lama dan berulang-ulang Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal petani di Desa Rasi Satu Kecamatan Ratahan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian survei analitik dengan desain cross sectional (studi potong lintang). Penelitian dilakukan dengan pengukuran menggunakan Noridc Body Map untuk mengukur keluhan muskuloskeletal dan REBA (Rapid Entire Body Assigment) untuk mengukur sikap kerja. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis statistik uji spearman, ditemukan terdapat hubungan antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal petani padi di Desa Rasi Satu Kecamatan Ratahan dengan nilai p 0,008 (<0.05) dan nilai kekuatan kolerasi 0,416 yang artinya tingkat kekuatan hubungan kolerasi sedang dan tanda kolerasi positif. Saran untuk para petani padi agar merubah sikap kerja yang tidak ergonomi secara berkala serta beristirahat sesudah 2 jam menjalankan pekerjaan yang statis dengan meragakan peregangan otot ±3 menit dan selalu menjaga kesehatan serta keselamatan saat bekerja.