Winda Winda
Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara Jakarta; winda.405190152@stu.untar.ac.id (koresponden)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Anemia dalam Kehamilan dan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Winda Winda; Ricky Susanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13441

Abstract

Anemia in pregnancy is a condition when there is a decrease in blood cell levels or a decrease in hemoglobin levels in the blood, resulting in reduced oxygen levels being transported. Pregnancy has anemia based on statistical data/research results have a high risk of giving low birth weight, because the nutritional intake of the fetus is reduced. Therefore, this study was conducted to examine the prevalence of anemia and LBW and to assess the relationship between anemia in pregnancy and the incidence of low birth weight (LBW). This study used an analytical observational method with a retrospective cohort approach. The samples in this study were infants with LBW and not LBW and their mothers, pregnant women with anemia and not anemia. This study was conducted using a retrospective cohort method. The results of the study obtained 15,4% mild anemia, 76,9% moderate anemia and 7,7% severe from 39 respondents and 100% of term pregnancies with p value less than 0.05 which means there is no relationship between anemia in pregnancy and the incidence of low birth weight.Keywords: low birth weight; anemia; pregnancy ABSTRAK Anemia pada kehamilan adalah kondisi ketika terjadinya penurunan kadar sel darah atau terjadinya penurunan kadar hemoglobin di dalam darah, sehingga kadar oksigen yang di angkut berkurang. Ibu hamil yang mengalami anemia berdasarkan data statistik/hasil penelitian memiliki risiko tinggi melahirkan bayi berat lahir rendah, dikarenakan asupan nutrisi pada janin menjadi berkurang. Oleh karena penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melihat prevalensi anemia dan BBLR serta menilai hubungan anemia dalam kehamilan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR). Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cohort retrospective. Sampel pada penelitian ini merupakan bayi dengan BBLR dan tidak BBLR beserta ibunya, ibu hamil dengan anemia dan tidak anemia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode cohort retrospective. Hasil penelitian didapatkan anemia ringan 15,4%, anemia sedang 76,9% dan berat 7,7% dari 30 responden serta kehamilan aterm sebanyak 100% dengan nilai p kurang dari 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara anemia dalam kehamilan dengan kejadian bayi berat lahir rendah. Kata kunci: bayi berat lahir rendah; anemia; kehamilan