Tjahyo Nugroho Adji
Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Dampak Aktivitas Antropogenik Terhadap Kualitas Air Sungai Bawah Tanah Seropan, Kawasan Karst Gunungsewu, Kabupaten Gunungkidul Tjahyo Nugroho Adji; Ahmad Cahyadi; Gifari Shadad Ramadhan; Eko Haryono; Setyawan Purnama; Naufal Fattah Tastian; Rasyiida Acitya; Rakhmat Dwi Putra
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v7i1.10006

Abstract

Sungai Bawah Tanah Seropan memiliki peranan yang sangat penting dalam penyediaan air baku di Kabupaten Gunungkidul, sehingga kondisinya dari sisi kualitas dan kuantitas sangat penting untuk dijaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas antropogenik terhadap kualitas Sungai Bawah Tanah Seropan. Pengambilan sampel airtanah dilakukan setiap dua minggu selama Bulan Februari sampai dengan Juni 2022.  Analisis hidrogeokimia yang dilakukan meliputi analisis kimia, fisika dan biologi dengan berfokus pada beberapa parameter yang mengindikasikan terjadinya pencemaran oleh aktivitas antropogenik seperti Nitrat (NO3-), Fosfat (PO43-), Klorida (Cl-), Sulfat (SO4-) dan Koliform Total. Analisis yang dilakukan meliputi analisis matching dengan baku mutu kualitas air, analisis ion dominan dan proses dominan dengan diagram Schoeller dan Trilinear, serta analisis perbandingan ion untuk melihat indikasi dampak aktivitas antropogenik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun hanya dua parameter yang melebihi baku mutu (Fosfat dan Koliform Total), tetapi nilai Klorida yang melebihi Natrium pada 3 sampel, korelasi Sulfat yang rendah dibandingkan dengan Anion yang lain serta tingginya kandungan Nitrat dibandingkan Klorida menunjukkan adanya indikasi dampak dari aktivitas antropogenik. Aktivitas antropogenik yang berdampak pada kualitas air Sungai Bawah Tanah Seropan adalah pembuangan black water (tinja) dan pupuk pada aktivitas pertanian.
Analisis Dampak Aktivitas Antropogenik Terhadap Kualitas Air Sungai Bawah Tanah Seropan, Kawasan Karst Gunungsewu, Kabupaten Gunungkidul Tjahyo Nugroho Adji; Ahmad Cahyadi; Gifari Shadad Ramadhan; Eko Haryono; Setyawan Purnama; Naufal Fattah Tastian; Rasyiida Acitya; Rakhmat Dwi Putra
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v7i1.10006

Abstract

Sungai Bawah Tanah Seropan memiliki peranan yang sangat penting dalam penyediaan air baku di Kabupaten Gunungkidul, sehingga kondisinya dari sisi kualitas dan kuantitas sangat penting untuk dijaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas antropogenik terhadap kualitas Sungai Bawah Tanah Seropan. Pengambilan sampel airtanah dilakukan setiap dua minggu selama Bulan Februari sampai dengan Juni 2022.  Analisis hidrogeokimia yang dilakukan meliputi analisis kimia, fisika dan biologi dengan berfokus pada beberapa parameter yang mengindikasikan terjadinya pencemaran oleh aktivitas antropogenik seperti Nitrat (NO3-), Fosfat (PO43-), Klorida (Cl-), Sulfat (SO4-) dan Koliform Total. Analisis yang dilakukan meliputi analisis matching dengan baku mutu kualitas air, analisis ion dominan dan proses dominan dengan diagram Schoeller dan Trilinear, serta analisis perbandingan ion untuk melihat indikasi dampak aktivitas antropogenik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun hanya dua parameter yang melebihi baku mutu (Fosfat dan Koliform Total), tetapi nilai Klorida yang melebihi Natrium pada 3 sampel, korelasi Sulfat yang rendah dibandingkan dengan Anion yang lain serta tingginya kandungan Nitrat dibandingkan Klorida menunjukkan adanya indikasi dampak dari aktivitas antropogenik. Aktivitas antropogenik yang berdampak pada kualitas air Sungai Bawah Tanah Seropan adalah pembuangan black water (tinja) dan pupuk pada aktivitas pertanian.
Studi Potensi Airtanah Dan Kebutuhan Domestik Desa Batujajar Timur Kabupaten Bandung Barat Aszka Saffanah Syahrazadh; Yusuf Fathurrahman; Nabila Ayu Azzahra; Dian Arsyka Adila; Rizka Novi Ramadhani; Azzahra Gita Putri Anjani; Dini Fadhilah Utami; Endra Yuliawan; Sonna Diwijaya; Hilmy Ahmad; Pramuditya Vanesya Putri F. A; Tjahyo Nugroho Adji
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 2 (2026): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i2.21288

Abstract

Groundwater potential studies are crucial for sustainable water management because groundwater quality tends to be superior and more widely utilized by the community compared to surface water. This high dependency potentially triggers an imbalance between domestic water availability and demand. This study aims to map flow patterns, calculate availability potential, evaluate domestic demand, and test the groundwater quality index in Batujajar Timur, West Bandung Regency. The methods used in this research include field measurements of water table levels, geoelectrical surveys using the VES method, pumping tests using the Shallow Dug Well Recovery Test (Slug Test) method, and water quality index testing using a modified GWQI method. Batujajar Timur has a groundwater flow pattern that directs from the hilly topography toward the lowlands, specifically from east to west. This aligns with the lithology forming the area, where tuffaceous breccia rocks form irregular ridges in the northern and eastern parts. The static groundwater availability potential at the study site was determined to be 5,226,543,302.41 liters/year, with a hydraulic conductivity value of 2.24 m/day, classified as fine sand. The dynamic groundwater availability potential was found to be 293,192,067.24 liters/year. The domestic demand of the population at the research location is 694,317,568.8 liters/year. The physical quality of groundwater in residents' wells shows values exceeding the quality standards, which is further evidenced by GWQI calculation results at two well points indicating a very poor water quality class.