Yayu Wiranti
Fakultas Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI DAUN TANAMAN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium Walp.) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP Streptococcus mutans Vilya Syafriana; Yayu Wiranti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pucuk merah merupakan tanaman yang memiliki dua warna daun, yaitu bagian pucuk berwarna merah dan bagian lainnya berwarna hijau. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa daun dari tanaman ini memiliki aktivitas antibakteri, namun aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun merah dan daun hijau tanaman pucuk merah terhadap bakteri S. mutans. Ekstraksi daun dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram untuk menentukan nilai Diameter Daya Hambat (DDH) dan dilanjutkan dengan uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dengan metode dilusi padat. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun hijau memiliki nilai DDH pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 80% secara berurutan sebesar 8,51±0,26 mm; 10,30±0,08  mm; 11,21±0,06 mm; dan 12,57±0,15 mm; sedangkan daun merah dengan konsentrasi yang sama memiliki DDH sebesar 9,04±0,45 mm; 10,79±0,63 mm; 11,87±0,39 mm; dan 13,35±0,93 mm.  Hasil uji KHM menunjukkan bahwa ekstrak daun hijau dan daun merah memiliki hasil yang sama, yaitu pada konsentrasi 2% masih mampu menghambat pertumbuhan S. mutans. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai KHM ekstrak daun pucuk merah belum dapat ditentukan. Akan tetapi, data ini mengindikasikan bahwa daun tanaman pucuk merah berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap S. mutans.
POTENSI DAUN TANAMAN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium Walp.) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP Streptococcus mutans Vilya Syafriana; Yayu Wiranti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v9i2.8392

Abstract

Pucuk merah merupakan tanaman yang memiliki dua warna daun, yaitu bagian pucuk berwarna merah dan bagian lainnya berwarna hijau. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa daun dari tanaman ini memiliki aktivitas antibakteri, namun aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun merah dan daun hijau tanaman pucuk merah terhadap bakteri S. mutans. Ekstraksi daun dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram untuk menentukan nilai Diameter Daya Hambat (DDH) dan dilanjutkan dengan uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dengan metode dilusi padat. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun hijau memiliki nilai DDH pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 80% secara berurutan sebesar 8,51±0,26 mm; 10,30±0,08  mm; 11,21±0,06 mm; dan 12,57±0,15 mm; sedangkan daun merah dengan konsentrasi yang sama memiliki DDH sebesar 9,04±0,45 mm; 10,79±0,63 mm; 11,87±0,39 mm; dan 13,35±0,93 mm.  Hasil uji KHM menunjukkan bahwa ekstrak daun hijau dan daun merah memiliki hasil yang sama, yaitu pada konsentrasi 2% masih mampu menghambat pertumbuhan S. mutans. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai KHM ekstrak daun pucuk merah belum dapat ditentukan. Akan tetapi, data ini mengindikasikan bahwa daun tanaman pucuk merah berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap S. mutans.