Avita Khoirun Nisa
Sekolah Tinggi Agama Islam Probolinggo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Meningkatkan Kemampuan Baca Al-Qur’an Menggunakan Metode Qur’ani Sidogiri Di TPQ Assulthoniyah Kota Probolinggo Avita Khoirun Nisa; Devy Habibi Muhamad
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i1.498

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an selalu menjadi fokus utama dan pertama dalam konteks pendidikan agama Islam, dan sebagaimana diketahui pembelajaran Al-Qur’an juga kemudian tidak dapat lepas dari aspek pembacaan Al-Qur’an yang baik dan benar. Maksud baik dan benar disini adalah sesuai dengan kaidah tajwid, juga struktur kebahasaan yang telah ditetapkan. Berkaitan dengan hal tersebut, tentu guru sebagai pendidik haruslah dapat menemukan metode yang tepat agar pembelajaran pembacaan Al-Qur’an yang baik dan benar ini tidak terasa kesulitan, membosankan dan materi dapat tersampaikan dengan baik. Sebagaimana metode Qurani Sidogiri yang diterapkan di TPQ Assulthoniyah Probolinggo, Metode Qurani Sidogiri (MQS) adalah metode mempercepat belajar mengaji al Qur’an khusus pemula ala Model Pondok Pesantren Sidogiri pasuruan. Inovasi terbaru ini diciptakan untuk memudahkan belajar membaca al Qur’an dengan benar dan fasih. Metode Qurani ialah metode belajar al Qur’an yang diciptakan Ponpes Sidogiri pada tahun 2008. Metode MQS ini di buat dan disusun oleh para muallim (guru) al-Quran yang ditunjuk oleh pengurus Pondok Pesantren Sidogiri. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara. Pada metode Qur’ani sidogiri didapatkan kesimpulan bahwa, metode diawali dengan mengaji sorogan dimana ustadah atau muallim mempratekan nya terlebih dahulu, lalu diikuti oleh santri atau muallim, kemudian ada santri atau muallim menghafalkan materi tajwid, kemudian menyetorkannya. Setelah semua santri mengaji sorogan para santri atau muallim membaca peraga bersama-sama.