Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Desain Wadah Kukus Pada Alat Penyulingan Minyak Atsiri Berkapasitas 5 Kilogram Graha Pakar Wijaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.767 KB)

Abstract

Produsen minyak atsiri di Indonesia masih banyak menemui kendala terkait rendaman dan mutu produk yang masih rendah. Hal ini disebabkan sebagian besar unit pengolahan minyak atsirih masih menggunakan teknologi sederhana dengan kapasitas produksi yang terbatas.  Penyulingan di negara negara yang terbelakang masih menggunakan cara rakyat (field distillation). Karena kurang nya fasilitas jalan, maka bahan sukar diangkut sehingga alat penyulingan perlu di datangkan. Alat yang di pakai berukuran kecil dan dapat dipindah – pindahkan, tetapi alat yang demikian tidak tahan lama. Cara tersebut terbilang kuno, tetapi tetap digunakan karena alat modern yang mahal sehingga tidak terbeli. Karena peralatnnya yang kuno, maka rendaman minyak rendah dan akibatnya biaya produksi minyak cukup  mahal. Karena kalo ditinjau dari sudut komeril, hal ini kurang menguntungkan, sehingga perlu di modifikasi Salah satu yang mempengaruhi kualitas dari pengolahan minyak atsirih ialah di proses pengukusan. Dari pembuatan tabung pengukus (ketel) ini,  didapat ukuran tabung ketel  dengan cara mengelas plat stainless dengan  P 1050 mm x L 500 mm x T 700 mm ,kepala ketel berbentuk kerucut dengan cara mengelas plat stainless dengan ukuran L 500 mm x T 350 mm dan keranjang buah atau saringan bahan dengan cara mengelas plat stainless dengan ukuran P 150 mm x L 49,5 mm x T 300 mm.  setelah didapat ukuran, proses pembuatan sesuai dengan design yang telah ditentukan. Maka dapat disimpulkan  merancang bangun alat ini bertujuan menghasilkan ketel yang lebih baik,dan menghemat waktu dari alat pengukus (ketel) yang sudah ada sebelumnya. Kata Kunci : minyak atsirih, pengukus.