Untuk meningkatkan kemampuan kerja COP (Coefficient Of Performance) maka kondensor di modifikasi dengan menggunakan media air. Penelitian ini dilakukanuntuk memperoleh data tekanan refrigerant terhadap COP yang menggunakan kondensor berpendingin air, untuk memperoleh data putaran kompresor terhadap COP yang menggunakan kondensor berpendingin air, untuk memperoleh data kinerja putaran kompresor yang terjadi saat kondensor melepaskan kalor. Dalam perhitungan nilai COP dari sistem pendingin, diperlukan pembacaan temperatur refrigeran pada 5 titik diantaranya.Thermocouple tipe K terpasang pada lima titik yaitu pada titik pertama di letakan di selang yang menuju ke kondensor. Pada titik kedua di letakan di selang yang keluar dari kondensor menuju ke reciver dryer, pada titik ke tiga di letakan di selang air yang akan menuju ke radiator, pada titik ke empat di letakan di selang air yang setelah keluar dari radiator menuju ke bak atau wadah air, dan pada bagian titik yang ke lima di letakan pada selang yang akan menuju ke katub ekspansi dan ke evaporator. Pembacaan 5 titik didapatkan dari pembacaan Thermocouple tipe K yang terpasang pada sistem pendingin.Pembacaan pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur thermometer tipe HT-9815 dengan ketelitian C O 0,1 .Dari pengujian 1500 sampai 2100 rpm didapatkan tekanan tinggi 130 Psi dan tekanan rendah 10 Psi dan COP 3,230, dari pengujian 2400 sampai 3000 rpm didapatkan tekanan tinggi 140 Psi dan tekanan rendah 5 Psi dan COP 3,219. Hasil tersebut didapatkan ketika AC Mobil dihidupkan udara dari evaporator keluar ke kabin, kemudian dihisap dengan kompresor ke tekanan rendah dan dikompres lagi ke tekanan tinggi sehingga sewaktu putaran mesin lebih cepat maka tekanan tinggi semakin tinggi dan tekanan rendah semakin rendah.Kata Kunci : Refrigrasi, Kondensor, COP