Djodi Antono, Djodi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Filter Pasif pada Jaringan Listrik Industri dan Rumah Tangga Akibat Pembebanan Air Condition (AC) Inverter Antono, Djodi
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi memudahkan orang semakin simpel dalam mengoperasikan suatu alat yang disebut ’plug and play’. Akan tetapi teknologi yang dipakai akan mempunyai efek samping dibidang lainnya. Sebagai contoh adalah penggunaan beban beban non linear, terutama peralatan peralatan listrik berbasis elektronik (penggunaan sistem inverter pada AC) yang banyak terhubung pada sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah telah menyebabkan arus jala-jala sistem menjadi terkotori atau terdistorsi oleh efek gelombang baru yang ditimbulkan yang disebut harmonisa. Tingginya tingkat kandungan arus harmonisa yang terdapat pada sistem distribusi tenaga listrik dapat menimbulkan berbagai macam persoalan pada sistem tersebut, antara lain faktor daya sistem menjadi rendah, munculnya arus pada penghantar netral. Harmonisa yang ditimbulkan oleh AC Inverter ini sangat mengganggu bahkan merugikan sistem bila melebihi batas standar yang ditetapkan IEEE 519-1992. Dengan menerapkan filter pasif single tuned sebagai upaya mengurangi distorsi arus dan tegangan (total harmonic distortion THD V dan THD I ) pada jaringan listrik akibat pengoperasian (AC Inverter) dengan daya 2HP atau 1500 watt, pemakaian filter pasif single tuned pada AC Inverter telah berhasil mengurangi harmonisa arus sebasar kurang lebih 78 %. Harmonisa arus 95 % saat AC Inverter dijalankan pada suhu 31°C tanpa filter dan 17% saat AC Inverter dijalankan pada suhu 31°C dengan filter.
Mesin Penjual Minuman Kaleng dengan Kendali Logika Terprogram yang Dioperasikan dengan Layar Sentuh (NT 21 S) Antono, Djodi
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, manusia mendapatkan berbagai kemudahan dalam melakukan pekerjaan. Teknologi akan terus berkembang untuk menyempurnakan teknologi yang sudah ada. Kemudahan-kemudahan yang diperoleh manusia dalam melakukan pekerjaan diantaranya adalah kemudahan dalam menjual suatu barang atau produk. Teknologi dapat menggantikan pekerjaan manusia sebagai penjual, meskipun tidak dapat menggantikan pekerjaan seluruhnya seperti pengisian ulang jika barang sudah habis. Dengan teknologi maka dapat dibuat suatu alat penjual barang seperti : alat penjual minuman kaleng, untuk menggantikan pekerjaan manusia sebagai penjual. Alat ini menggunakan PLC (Programmable Logic Control) sebagai pengendali sistemnya dan dioperasikan dengan Touch Screen / layar sentuh (NT 21 S). Aplikasi alat ini adalah menjual 5 macam minuman kaleng. Untuk mendapatkan minuman kaleng, pembeli cukup memasukan Rp 500,- sebanyak harga dari minuman yang akan dipilih kemudian memilih minuman kaleng yang dikehendaki dengan menekan tombol pilihan pada layar display Touch Screen, maka minuman kaleng akan keluar dengan sendirinya. Karena minuman kaleng adalah barang yang sering dicari oleh masyarakat luas, maka alat penjual minuman kaleng ini dapat ditempatkan pada fasilitas-fasilitas umum seperti : hotel, supermarket, ruang tunggu pada bandara dan tempat lainya.
Lampu Pengatur Rambu Lalu Lintas Portable dengan Menggunakan Kendali Logika Terprogram Antono, Djodi
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi berkembang semakin pesat, manusia mendapatkan berbagai kemudahan dalam melakukan pekerjaan. Teknologi akan terus berkembang untuk menyempurnakan teknologi yang sudah ada. Kemudahan-kemudahan yang diperoleh manusia dalam melakukan pekerjaan diantaranya adalah kemudahan dalam menerapkan dan mengoperasikan peralatan. Lampu pengatur rambu lalu-lintas portable (portable traffic light) adalah peralatan lampu pengatur rambu lalu-lintas yang dikendalikan dengan menggunakan programmable logic controller (PLC). Peralatan ini dapat dioperasikan dimana saja yang terdapat perempatan atau pertigaan jalan yang tidak mempunyai lampu rambu lalu-lintas dan tidak memerlukan catu daya dari luar karena sudah dilengkapi dengan aki sebagai catu dayanya. Jika keadaan perempatan atau pertigaan jalan sudah kondusif (tidak ramai) peralatan lampu pengatur rambu lalu-lintas dapat diambil dan dipindahkan ketempat yang memerlukan atau disimpan untuk dipakai lagi.
Penerapan Sinkronisasi Jaringan Listrik Tiga Fasa PLN dengan Generator Sinkron Menggunakan Trainer Power Sistem Simulation Antono, Djodi; Khambali, M.
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebanyakan pusat pembangkit di Indonesia mengunakan generator sinkron tiga fasa di dalam operasionalnya. Terbatasnya kemampuan sebuah generator untuk memenuhi kebutuhan beban, perlu adanya beberapa generator bekerja bersama dalam suatu sistem jaringan listrik baik sistem interkoneksi atau sistem bus. Perbedaan kemampuan tiap generator menyebabkan kita harus melakukan proses sinkronasi (penyamaan sistem) mulai dari frekuensi, tegangan, sudut fasa hingga urutan fasa antara generator dengan sistem pada jaringan PLN. Sinkronisasi adalah suatu cara untuk menghubungkan dua sumber atau beban Arus Bolak-Balik (AC). Sumber AC tersebut antara lain generator dan beban adalah transformator yang akan digabungkan atau diparalel dengan tujuan untuk meningkatkan keandalan dan kapasitas sistem tenaga listrik. Sinkronisasi sendiri dibagi menjadi 3, yaitu: sinkronisasi gelap, sinkronisasi terang,dan sinkronisasi gelap–terang. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda hanya pada jenis indikatornya saja.