Ayam broiler kini menjadi salah satu komoditas unggas yang sangat baik untuk dikembangkan karna di dukung oleh karateristik produknya yang dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Perubahan harga jual sering terjadi selama usaha peternakan berjalan, hal ini disebabkan oleh penentuan harga jual yang didasari harga pasar. Kenaikan harga pakan juga kerap ditemui peternakan dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usha mulai dari komposisi biaya, penerimaan, pendapatan dan kelayakan peternakan ayam broiler pola kemitraan di Desa Tanah Datar Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu. Pola kemitraan memberikan kemudahan dalam aspek produksi dan pemasaran melalui dukungan perusahaan inti. Studi dilakukan pada Peternakan Erik Pesada Ginting yang bermitra pada PT. Phokpan. Metode penelitian berupa studi kasus, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini layak dijalankan dengan nilai R/C ratio 1,129 dan BEP produksi 6.843,78 kg, BEP harga 14.371. Penerimaan per siklus sebesar Rp 1.080.000.000 dan pendapatan Rp 123.584.760. Risiko terbesar berasal dari fluktuasi harga pakan dan harga jual ayam broiler. Dari penelitian ini menunjukkan menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam broiler tersebut cukup efisien dan menguntungkan. Peternak masih mendapatkan keuntungan, tetapi ada ruang untuk meningkatkan efisiensi atau mengurangi biaya agar keuntungan lebih tinggi. Broiler chickens are now one of the best poultry commodities to develop because they are supported by product characteristics that are acceptable to all levels of society. Changes in selling prices often occur during the livestock business, this is due to the determination of selling prices based on market prices. Increases in feed prices are also often encountered by livestock in running their businesses. This study aims to analyze the business starting from the composition of costs, revenues, income and feasibility of broiler chicken farming with a partnership pattern in Tanah Datar Village, Rengat Barat District, Indragiri Hulu Regency. The partnership pattern provides convenience in terms of production and marketing through the support of the core company. The study was conducted at Erik Pesada Ginting Farm which is a partner of PT. Phokpan. The research method is in the form of case studies, observations, interviews, and documentation. The results of the study indicate that this business is feasible to run with an R/C ratio of 1.129 and a BEP production of 6,843.78 kg, BEP price of 14,371. The income per cycle is Rp 1,080,000,000 and the income is Rp 123,584,760. The biggest risk comes from fluctuations in feed prices and broiler chicken selling prices. This study shows that the broiler chicken farming business is quite efficient and profitable. Farmers still make a profit, but there is room to improve efficiency or reduce costs for higher profits