Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aplikasi Media Audio Kacapi Pada Perkuliahan Vokal Daerah (Studi Eksperimen dalam Perkuliahan Instrumen Pilihan Wajib Vokal Daerah IV pada Mahasiswa Departemen Pendidikan Musik FPSD UPI) Aldi Nurhadiat Iskandar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10016

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan media audio kacapi sebagai media dasar dalam perkuliahan vokal daerah IV mengenai aspek teori dan praktis terhadap kemampuan mahasiswa membawakan melodi dan ornamentasi (senggol) sederhana dalam kepesindenan dasar. Tujuan dilaksanakan penelitian ini untuk membantu mahasiswa terhadap substansi kepesindenan melalui pengaplikasian media audio kacapi yang telah dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Hasil temuan di lapangan ternyata terdapat peningkatan kemampuan mahasiswa yang signifikan setelah menggunakan media audio kacapi.
Penggunaan Laras Pada Kacapi Kawih Dalam Lagu Pop Sunda Aldi Nurhadiat Iskandar
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i3.1305

Abstract

This study describes the use of the barrel on the Kacapi Kawih in Sundanese pop songs. The research method used is descriptive analysis with a qualitative approach. Along with the creativity in creating Sundanese pop songs that are packaged with uniqueness and using non-primary tones in karawitan notation, artists, especially harp players, in accompaniment to songs that are adapted to new accompaniment patterns, have been renewed. The primary notes in Sundanese karawitan, especially in Kacapi, have a 1-2-3-4-5 (da-mi-na-ti-la) arrangement consisting of 20 strings. The barrel used also depends on the needs of the song to be presented, such as the gamelan, pelog, madenda, and salendro barrels. Therefore, in one waditra Kacapi usually only uses one barrel and one trance. The concept of the barrel in this Kacapi Kawih, there is a modified arrangement of notes on the Kacapi strings. These changes are found in the lowest octave of gembyang, namely the inclusion of pelog tones 3-(ni) and 5+ (leu). Thus, in songs that contain interlude notes (insertions) outside the tonality of the tunings, the song will match the notation and accompaniment pattern of the Kacapi accompaniment
Pelatihan Pupuh Sinom Untuk Meningkatkan Pelestarian Budaya Sunda Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Di SMP 32 Bandung Aldi Nurhadiat Iskandar
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i2.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan kesenian tradisional Sunda melalui pelatihan seni pupuh dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMP 32 Bandung. Fokus permasalahan yang dikaji meliputi pendekatan dan hasil pelatihan pupuh raehan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian, materi pelatihan terfokus pada pupuh magatru raehan dengan menggunakan pendekatan saintifik yang dapat dilihat dari kekompakan siswa dalam membawakan pupuh magatru raehan dibuktikan dalam penguasaan liri, teknik vokal, pitch countrol, artikulasi, dan ekspresi yang dipertunjukan dalam acara sekolah di SMP 32 Bandung.