Abstrak Tulisan ini membahas tentang pengaruh simbolisasi keagamaan dalam masyarakat yang mempertahankan dan melaksanakan ritual sebagai warisan kepercayaan agama suku, khususnya masyarakat Minahasa yang berada di desa Kayuuwi yang melaksanakan ritual bersih kampung di akhir tahun dengan tujuan untuk mengusir roh jahat dan makluk gaib yang ada di kampung dengan menggunakan berbagai tanda, simbol hasil peninggalan para leluhur, tetapi kemudian sudah nampak perubahan penggunaan simbol-simbol dalam pelaksanaan ritual. Penulis berpendapat bahwa, masyarakat kepercayaan agama suku sudah mulai terpengaruh dengan kekristenan dan berbagai simbol, cara dan bentu yang dilakukan dan digunakan orang kristen. Pelaksanaan ritual menggunakan alkitab untuk mengambil kutipan-kutipan ayat alkitab serta ucapan Doa Bapa Kami dalam pemaknaan pelaku ritual memiliki kekuatan yang lebih untuk mengusir makluk gaib dan juga dalam waktu-waktu tertentu teks-teks alkitab dibacakan dalam upacara adat, hal ini terjadi karena masyarakat yang sudah menjadi kristen namun pada hakekatnya menjaga dan melestarikan kebudayaan peninggalan kepercayaan agama suku. Pelaku dan penghayat ritual bersih kampung di desa kayuuwi menggunakan cara dan bentuk yang dilakukan dalam agama dalam pelaksanaan mereka menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang sakral dan memiliki makna juga kekuatan yang dapat membantu pelaksanaan ritual. Unsur mitologi terkandung dalam pemaknaan dari para pelaku sehingga sedikit banyak tidak dapat diterima oleh masyarakat kampung yang tidak mempercayai dan mengikuti adat kampung Kayuuwi. Kata Kunci: Simbol, Kebudayaan Minahasa, Interaksi Sosial