Latar belakang siswa yang menyatakan tidak rutin bahkan tidak pernah mengikuti kebaktian di Vihara adalah malas, bentrok dengan kegiatan lain, jarak yang relatif jauh dari tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui, menganalisis dan membuktikan pengaruh puja bakti dan peranan orangtua terhadapat minat siswa mengikuti kebaktian di vihara. Kebaktian bukan hanya sebuah keharusan tetapi untuk menikmati hidup yang lebih berarti. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Buddhis Bodhicitta Medan Siswa Kelas XI IPS, dilaksanaan pada bulan Juni sampai bulan Desember 2021. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus, dengan responden berjumlah 86 Siswa. Data analisis dengan metode deskripsi dan regresi berganda. Variabel Puja Bakti (X1) memiliki nilai t_hitung sebesar 2.056 yang lebih besar dari t_tabel (1,988) dan dengan Sig. sebesar 0.043 lebih kecil dari 0,05 (?=5%), sehingga dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Puja Bakti (X1) secara parsial berpengaruh terhadap Minat Siswa kebaktian (Y). Demikian juga variabel Peran Orangtua (X2) memiliki nilai t_hitung sebesar 5.705 yang lebih besar dari t_tabel (1,988) dan dengan Sig. sebesar 0.000 lebih kecil dari 0,05 (?=5%), sehingga dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Peran Orangtua (X2) secara parsial berpengaruh terhadap Minat Siswa kebaktian (Y). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh positif puja bakti dan peranan orangtua secara bersama-sama terhadap minat mengikuti kebaktian di vihara.