Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Algoritma K-Medoids Untuk Pengelompokkan Pengangguran Umur 25 tahun Keatas Di Sumatera Utara Dedy Sutris Martua Simanjuntak; Indra Gunawan; Sumarno Sumarno; Poningsih Poningsih; Ika Purnama Sari
Jurnal Krisnadana Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Krisnadana - Januari 2023
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/krisnadana.v2i2.264

Abstract

Pengangguran adalah suatu nilai yang menunjukkan jumlah penduduk usia kerja yang sedang mencari pekerjaan, atau sedang mempersiapkan usaha, atau merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, atau sudah punya pekerjaan tetapi belum memulai bekerja. Jumlah pengangguran di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah lulusan dari sekolah maupun perguruan tinggi. Semakin besar jumlah jumlah lulusan dari sekolah maupun perguruan tinggi maka tingkat pengangguran jadi semakin besar. Hal itu dapat menjadi beban tersendiri bagi perekonomian. Karena jika meningkatnya angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan bertambahnya lapangan kerja akan menyebabkan masalah pengangguran. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kesejahteraannya menurun. Oleh karena itu permasalahan penganggguran juga tidak terlepas dari bagian jumlah angkatan kerja, Penelitian ini akan bertujuan untuk mendapatkan Pengelompokan tingkat pengangguran pada wilayah propinsi Sumatera Utara dengan menggunakan algoritma K-Medoids, Proses pengelompokan dengan algoritma K-Medoids ini menggunakan jumlah sample berdasarkan 34 Kabupaten yaitu umur 25 tahun keatas di Sumatera Utara dan akan di lakukan kluster sebanyak 3 kluster. Kluster yang mempunyai karakteristik pengangguran Terbuka terebanyak adalah Kabupaten dengan tingkat pengangguran yang tertinggi. Guna pengelompokan ini nantinya berfungsi untuk meng-cluster Kabupaten/Kota mana yang menjadi perhatian bagi dinas tenaga kerja untuk memberi lapangan pekerjaan. Hasil pengelompokan diuji dengan rapidminer dalam mengkelompokkan data. Tingkat performance ditunjukkan dengan nilai akurasi. Nilai akurasi tersebut diperoleh dengan pengujian hasil klaster terhadap data training dan data testing. Perbandingan nilai akurasi antar algoritma yang digunakan dapat diketahui algoritma terbaik dalam membuat pengelompokan tingkat pengangguran. Berdasarkan Hasil pengelompokkan terdapat tiga cluster, yaitu 14 kabupaten di cluster nol, 2 Kabupaten di cluster satu, dan 17 Kabupaten di Cluster dua.
Penerapan Algoritma K-Medoids Untuk Pengelompokkan Pengangguran Umur 25 tahun Keatas Di Sumatera Utara Dedy Sutris Martua Simanjuntak; Indra Gunawan; Sumarno Sumarno; Poningsih Poningsih; Ika Purnama Sari
Jurnal Krisnadana Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Krisnadana - Januari 2023
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.037 KB) | DOI: 10.58982/krisnadana.v2i2.264

Abstract

Pengangguran adalah suatu nilai yang menunjukkan jumlah penduduk usia kerja yang sedang mencari pekerjaan, atau sedang mempersiapkan usaha, atau merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, atau sudah punya pekerjaan tetapi belum memulai bekerja. Jumlah pengangguran di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah lulusan dari sekolah maupun perguruan tinggi. Semakin besar jumlah jumlah lulusan dari sekolah maupun perguruan tinggi maka tingkat pengangguran jadi semakin besar. Hal itu dapat menjadi beban tersendiri bagi perekonomian. Karena jika meningkatnya angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan bertambahnya lapangan kerja akan menyebabkan masalah pengangguran. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kesejahteraannya menurun. Oleh karena itu permasalahan penganggguran juga tidak terlepas dari bagian jumlah angkatan kerja, Penelitian ini akan bertujuan untuk mendapatkan Pengelompokan tingkat pengangguran pada wilayah propinsi Sumatera Utara dengan menggunakan algoritma K-Medoids, Proses pengelompokan dengan algoritma K-Medoids ini menggunakan jumlah sample berdasarkan 34 Kabupaten yaitu umur 25 tahun keatas di Sumatera Utara dan akan di lakukan kluster sebanyak 3 kluster. Kluster yang mempunyai karakteristik pengangguran Terbuka terebanyak adalah Kabupaten dengan tingkat pengangguran yang tertinggi. Guna pengelompokan ini nantinya berfungsi untuk meng-cluster Kabupaten/Kota mana yang menjadi perhatian bagi dinas tenaga kerja untuk memberi lapangan pekerjaan. Hasil pengelompokan diuji dengan rapidminer dalam mengkelompokkan data. Tingkat performance ditunjukkan dengan nilai akurasi. Nilai akurasi tersebut diperoleh dengan pengujian hasil klaster terhadap data training dan data testing. Perbandingan nilai akurasi antar algoritma yang digunakan dapat diketahui algoritma terbaik dalam membuat pengelompokan tingkat pengangguran. Berdasarkan Hasil pengelompokkan terdapat tiga cluster, yaitu 14 kabupaten di cluster nol, 2 Kabupaten di cluster satu, dan 17 Kabupaten di Cluster dua.
Peran Sistem Kriptografi Sebagai Fondasi Keamanan Informasi Dan Privasi Data Pribadi M. Rizky Ramadhan; M. Fadillah Arief; M. Afriza Miftahul Huda; Indra Gunawan
Journal of Student Development Information System (JoSDIS) Vol 6, No 1: JoSDIS | Januari 2026
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/josdis.v6i1.8230

Abstract

The rapid development of digital technology has made the online exchange of personal data increasingly widespread, but on the other hand, it increases the risk of information leaks and misuse. Cases of personal data breaches in Indonesia demonstrate that weak security systems remain a potential avenue for cybercrime. One key solution to address this problem is the implementation of cryptographic systems. This study aims to analyze the role of cryptographic systems in maintaining the confidentiality, integrity, and authenticity of personal data as a foundation for information security in the digital era. The research method used is descriptive analysis, using a literature review approach of various scientific sources from 2021–2025. The results show that the application of cryptographic algorithms such as AES, RSA, and hybrid cryptography systems has proven effective in protecting data from unauthorized access and manipulation. Furthermore, the integration of cryptography with artificial intelligence and post-quantum cryptography technologies is a crucial innovation for strengthening information security systems in the future. This study concludes that cryptography is a fundamental element in personal data protection and is key to building a robust, efficient, and sustainable information security system amidst the increasing threat of global cybercrime.
Sistem Informasi Berbasis Komputer : Peranan Data Warehouse, Software, Sistem Operasi Dan Programmer (Literature Review Executive Support Sistem For Business) Fasya Saipullah; Habib Gustaf Maulana; Herdiansyah Ramzani; Indra Gunawan
Journal of Student Development Information System (JoSDIS) Vol 6, No 1: JoSDIS | Januari 2026
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/josdis.v6i1.8227

Abstract

The development of information technology in the digital era has encouraged organizations to transform towards data-driven and integrated decision-making systems. This study aims to comprehensively examine the role of data warehouses, software, operating systems, and programmers in the context of Executive Support Systems (ESS) as part of a computer-based information system (CBI). The method used is a systematic literature review of 15 scientific articles published between 2021 and 2025, obtained from scientific databases such as Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, and indexed national journals. The analysis was conducted using a thematic synthesis approach to examine the contribution of each component to the effectiveness of ESS in supporting business decisions. The results of the study indicate that data warehouses play a central role in providing historical and integrated data as the basis for business intelligence and predictive analysis. Software and operating systems have been shown to determine the speed, security, and interoperability of the system, while programmers are a key factor in ensuring the sustainability of system development and adaptation to organizational needs. The integration of these four components results in an executive information system capable of improving operational efficiency, decision accuracy, and company competitiveness. Thus, this study provides a conceptual contribution to the development of more adaptive, intelligent, and sustainable computer-based information system models for the modern business world.