Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Relationship Between Pregnant Women's Satisfaction With Antenatal Care And The Regularity Of Antenatal Check-Ups At The Tamalanrea Health Center In Makassar. Hadijah Hadijah; Rizky Auliah Juniarti
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal eduHealth, Periode Januari-Maret, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.874 KB)

Abstract

Pregnant women's satisfaction with ANC services is one of the factors that influence pregnant women to make repeat visits to check their pregnancy. Antenatal care is the most important component of health services to reduce maternal and infant mortality. The success of antenatal care efforts depends on health workers and the participation of pregnant women themselves. The purpose of this study was to identify pregnant women's satisfaction with ANC services and the relationship between pregnant women's satisfaction and the regularity of antenatal check-ups. The research design used was "descriptive" research with a Cross Sectional Study design conducted on all pregnant women at the Tamalanrea Makassar Health Center from June 20 to July 20, 2022 with a total sample of 67 people. Sampling technique by means of purposive sampling and referring to the questionnaire. Data processing and data analysis with the SPSS program. The results showed that pregnant women's satisfaction with antenatal care in the Satisfied category and regularity in the regular category. Analysis of the relationship between satisfaction with antenatal care and regularity of antenatal checks with the chi square test showed a significant relationship with X²hit> X²α.db. From the results it is recommended to pregnant women to continue to carry out antenatal care at available health facilities and for health workers to continue to provide quality information and midwifery services.
Keluarga Berencana Dan Pemeriksaan Kadar Asam Urat Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Auliah Juniarti, Rizky; Hadijah; Yunita Asmin, Risna; Rismawanti; Nurhikmayanti, Ricda; Ardani, Fika; Mukrimah; Annisa
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v2i1.41

Abstract

Program keluarga berencana memberikan kesempatan untuk mengatur jarak kelahiran atau mengurangi jumlah kelahiran dengan menggunakan metode kontrasepsi hormonal atau non hormonal. Metode Kontrasepsi Jangka Pendek (non-MKJP), hal ini menunjukkan bahwa cakupan KB masih dibawah target Kota Makassar. Cakupan KB di Kecamatan Tamalanrea terdapat angka pencapaian KB yang masih dibawah target pelayanan minimum yaitu 62,5%. Dinas kesehatan menargetkan pelayanan minimum pencapaian KB sebesar 80%. Sehingga kejadian ibu yang tidak menggunakan kontrasepsi di daerah Kecamatan Tamalanrea masih terdapat angka 37.5%.Kejadian asam urat pada ibu hamil mulai meningkat pada Trimester III hal ini dikarenakan terjadi reabsorbsi dan penurunan eksresi ginjal. Pada sendi serta membran tersimpan kandungan asam urat yang tinggi. Pada ibu hamil normotensi, kadar asam urat meningkat sebelum timbulnya gejala hipertensi dan proteinuria. Berdasarkan fenomena tersebut, maka kami tertarik untuk memberikan pengetahuan melalui penyuluhan serta melakukan pemeriksaan asam urat agar ibu-ibu dapat gambaran terkait kontrasepsi KB serta kadar asam urat yang berbahaya bagi ibu hamil.Tujuannya agar ibu hamil memahami dan mampu menjelaskan tentang keluarga berencana serta mengetahui pemeriksaan kadar asam urat. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan atau penyampaian materi secara langsung dan Pemeriksaan di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea mengenai Keluarga Berencana dan Pemeriksaan Kadar Asam Urat pada ibu hamil. hasil yang dicapai bahwa sebelum dilakukan penyuluhan mengenai materiKeluarga berencana dan pemeriksaan kadar asam urat pada ibu hamil. Pada saat forum diskusi dibuka, banyak ibu hamil yang mengajukan pertanyaan seputar pengalaman yang mereka alami selama berKB dan selama masa kehamilan. kesimpulan bahwa ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan yang baik setelah dilakukan penyuluhan mengenai Keluarga berencana dan Pemeriksaan kadar asam urat pada ibu hamil.
Maternal Knowledge Impact on Child Nutrition: Study in Bonto Bangun Wellbeing Center, 2023 Rizky Auliah Juniarti; Hadijah Hadijah; Rofika Rofika
MEDICA (International Medical Scientific Journal) Vol. 5 No. 3 (2023): MEDICA (International Medical Scientific Journal)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/medica.v5i3.230

Abstract

The quality of nutrition during early stages profoundly influences an individual's health as they approach reproductive age. Adequate nutritional intake, particularly through complementary breastfeeding (MP-ASI), plays a crucial role in this regard. Information about MP-ASI, acquired through sensory perception, notably sight and hearing, is essential for effective implementation. However, many mothers lack sufficient knowledge in this area, which can impact child nutrition adversely. This study aims to determine the description of mothers' knowledge of complementary breastfeeding and the dietary status of children aged 6 to 12 months in the Bonto Bangun Community Health Center, Bulukumba Regency. Utilizing a cross-sectional research design, data were collected from a sample of 67 individuals through incidental sampling and questionnaire administration. The findings reveal that a significant portion of mothers (70.37%) lacked adequate knowledge regarding complementary breastfeeding practices, leading to suboptimal child dietary status. This deficiency in knowledge is attributed to low levels of education among respondents and insufficient guidance from healthcare providers on complementary feeding practices. Addressing these gaps in maternal knowledge and healthcare provider training is imperative for improving child nutrition outcomes in Bulukumba and similar regions. By enhancing awareness and education regarding complementary breastfeeding practices, healthcare interventions can effectively promote optimal child nutrition and development.