Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Personal Branding dalam Digital Marketing untuk UMKM Siti Hayati Efi Friantin; Ika Swasti Putri
TAAWUN Vol. 3 No. 01 (2023): TA'AWUN FEBRUARY 2023
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v3i01.362

Abstract

The COVID-19 pandemic has been declared reduced, although maintaining health protocols is still applied. The logical consequence of the ongoing needs of life, many business sectors have started to rise and start their business again. However, large-scale businesses have not recovered because during the pandemic many of them collapsed, went bankrupt and laid off many of their employees. It was SMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) that could survive. However, to survive more safely, creative and innovative ideas are needed to reduce costs to be efficient. One way for creative and innovative ideas is to do marketing through the internet or often referred to as digital marketing. Digital marketing is now being popularly introduced and used in various business sectors. Digital marketing cuts costs a lot, including space, time, energy and promotional costs. Even people can sell without leaving the house. Therefore, this community service activity is interested in conducting training and mentoring for MSMEs with the theme "Training and Assistance in the Use of Personal Branding in Digital Marketing for MSMEs in Gilingan Village, Banjarsari District, Surakarta". Through this community service activity, we will provide a solution to this problem by providing HR Quality Improvement Training in Branding Strategies Through Digital Marketing for MSMEs. This service activity is carried out using a personal and group approach according to the needs and abilities of the participants and direct training at 6-month intervals. with the target output of scientific publications/print media (online). This community service activity has been carried out routinely and is part of the Tri Dharma of Higher Education: Education, Research and Community Service Activities
Penerapan Metode Transaksional Dalam Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat Melalui Bank Sampah “ Uwuh Erlima Jaya” di RW 05, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan Siti Hayati Efi Friantin; Eva Arifatul Khoridah
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1971

Abstract

Pengertian sampah (UU No. 18 Tahun 2008) adalah sisa kegiatan sehari-hari manuasia dan/atau proses alam yang padat. Menurut Adibroto (2004:1), “Sampah bukanlah sesuatu yang harus dibuang melainkan dapat diolah menjadi produk baru. Sampah juga tidak perlu berkonotasi kotor dan bau bila dikelola dengan baik.”Dengan berlakunya UU No 18/2008 tentang pengelolaan sampah. Substansi penting dari UU ini adalah semua pemerintah kota/kabupaten harus mengubah sistem pembuangan sampah menjadi sistem pengelolaan sampah.Pengolahan sampah secara terpadu berbasis masyarakat dilaksanakan dengan melakukan reduksi sampah semaksimal mungkin dengan cara pengolahan sampah di lokasi sedekat mungkin dengan sumber sampah. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah melaksanakan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat, seperti melaksanakan pengelolaan sampah dengan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Program tersebut bisa dimulai dari sumber timbulan sampah hingga kelokasi TPA. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat (Community Based Solid Waste Management / CBSWM) adalah suatu pendekatan pengelolaan sampah yang didasarkan pada kebutuhan dan permintaan masyarakat, direncanakan, dilaksanakan, dikontrol, dan dievaluasi bersama masyarakat. Langkah solusi jitu untuk pengelolaan sampah bisa dengan dibentuknya Bank Sampah. Bank sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering (anorganik) yang melibatkan pengumpulan, pemilahan, dan penanganan sampah dengan prinsip seperti perbankan, namun yang ditabung adalah sampah, bukan uang. Tujuan Bank Sampah: mengurangi volume sampah, meningkatkan kesadaran lingkungan, memberikan manfaat ekonomi, menciptakan lingkungan bersih dan sehat, pemberdayaan masyarakat.  Penerapan pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat  maksudnya adalah kegiatan pengelolaan sampah ini diparkasai oleh masyrakat dan manfaat ekonomi jjuga akan kembali kepada masyarakat.
Kompensasi sebagai Determinan Dominan Komitmen Organisasi: Bukti Empiris pada Industri Pengolahan Beras PT. Obor Surya Mandiri di Kabupaten Karanganyar Soni Nur Rohman; Nani Irma Susanti; Siti Hayati Efi Friantin
KELOLA Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hubungan rekan kerja, pengawasan, serta gaji dan tunjangan terhadap komitmen organisasi karyawan pada PT. Obor Surya Mandiri Kabupaten Karanganyar. Studi ini didasarkan pada Social Exchange Theory dan Equity Theory yang menjelaskan bahwa komitmen organisasi terbentuk melalui persepsi keadilan dan kualitas hubungan dalam lingkungan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 36 karyawan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hubungan rekan kerja dan pengawasan tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi. Sebaliknya, gaji dan tunjangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi serta menjadi variabel paling dominan dalam model. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dengan kontribusi penjelasan sebesar 33,7%. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam konteks industri pengolahan beras skala lokal, faktor kompensasi memiliki peran lebih kuat dalam membentuk komitmen organisasi dibandingkan faktor relasional dan pengawasan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap literatur manajemen sumber daya manusia pada sektor agro-industri, khususnya pada perusahaan pengolahan pangan skala lokal yang masih terbatas dikaji. Secara praktis, hasil penelitian merekomendasikan penguatan sistem kompensasi sebagai strategi utama peningkatan komitmen organisasi secara berkelanjutan.