Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SIMBOL DAN AKIDAH ISLAMAnalisis Semiotik terhadap Serat Darmasonya Karya KPH Suryaningrat Rohmah, Nurul Baiti
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 10, No 2: 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.421 KB) | DOI: 10.14710/sabda.10.2.%p

Abstract

Serat Darmasonya written by KPH Suryaningrat was a manuscript using Javanese language and letter, and also in the form of tembang macapat. In its development, Serat Darmasonya was transliterated into the Latin letter and translated into Indonesian language by Suratmin in 1981 and published by Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah. Transliteration and translation of the manuscript aimed to help the readers especially and the manuscript researchers generally to comprehend its content. Serat Darmasonya contains akidah (beliefs) based on rukun iman in Islam (the five Islam pillars). Islam belief is to believe in the singleness of Allah, the Only One God and the difference between Allah as the Creator and His creatures; the positions, jobs, and form of His angels; the existence of His holy books that are Taurat, Zabur, Injil, and Al-Quran; the prophets as His messengers; the Day of Resurrection; and both good and bad things which happen as His will. The purpose of this study is to reveal the symbols of Islam beliefs contained in Serat Darmasonya. Finding the answer of the research problems, semiotics approach based on Riffaterre’s semiotics theory was used. Basically, this study is a library research. The research data were obtained from the textual sources related to the research object. The result study showed that Serat Darmasonya written by KPH Suryaningrat used the elements of indirection, both as displacing, distorting, and creating meaning. According to heuristics and hermeneutics reading and interpretation, matrics identification, model, variance, and hypogram, it can be concluded that Islam beliefs in Serat Darmasonya manuscript is believing in Allah, His angels, His holy books, His messengers, the Judgement day, and His will (predestination)
SENI SEBAGAI PERANTARA MEDIA DOA DALAM MENGHADAPI AKULTURASI BUDAYA JAWA DENGAN AGAMA ISLAM DI DESA PLANDIREJO Nurul Baiti Rohmah; Rizal Zamzami; Nochita Yusma Intan
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnalrisalah.v8i2.284

Abstract

Penelitian ini berawal dari adanya masyarakat Desa Plandirejo yang tetap memegang teguh pada keberbedaan dengan tidak menciptakan kelompok baru demi terwujudnya keserasian bersama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana sejarah berdirinya Desa Plandirejo, bagaimana akulturasi budaya Jawa dengan agama Islam, dan bagaimana seni dijadikan sebagai media pemersatu akulturasi tersebut. Setiap tempat memiliki cerita tersendiri. Seperti halnya cerita asal usul Desa Plandisari yang erat kaitannya dengan tanaman petai cina atau mlanding. Dengan kondisi masyarakat yang heterogen mulai dari suku, bahasa, ras, dan juga agama, masyarakat di Desa Plandisari ini mampu hidup rukun berdampingan dengan tetap mengutamakan kebersamaan. Salah satu media yang digunakan untuk menghadapi keberbedaan yaitu kesenian meminta hujan yang di dalamnya terdapat upacara selamatan, seni gamelan, seni tari jaranan, dan seni jedhoran yang memuat nilai akulturasi budaya Jawa dengan agama Islam.
PELATIHAN PENULISAN SASTRA KREATIF CRITA CEKAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL KEBUDAYAAN JAWA BERSAMA MAHASISWA PROGRAM STUDI SEJARAH PERADABAN ISLAM KAMPUS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG Nurul Baiti Rohmah; Uman Rejo
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.3074

Abstract

The level of writing skills in Javanese and appreciation of Javanese literary works of second-semester students of the History of Islamic Civilization study program at the State Islamic University of Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung was not satisfactory. Therefore, training and mentoring activities for creative literary writing in honing written Javanese language skills need to be held. The main purpose of this service activity is to provide understanding and training in writing short stories of creative literature based on local wisdom of Javanese culture to second-semester students of the History of Islamic Civilization study program at the Sayyid Ali Rahmatullah State Islamic University Tulungagung campus. The method of carrying out activities is done online, namely for debriefing using Google Meet, while the products are sent via email. The debriefing will be held on October 15, 2021, and the writing of creative literary short stories has a duration of two weeks after the briefing. Based on the implementation of activities, it can be concluded as follows. The set of knowledge provided by the resource persons gave new nutrition and a positive impact on students to immediately write short stories based on local wisdom of Javanese culture. Short stories in the Javanese language produced by students are a form of honing students' writing skills in Javanese and a form of appreciation for Javanese literary works so that they remain sustainable and not be consumed by globalization. The short stories produced, after being read and selected carefully, will be published by a national publisher registered in IKAPI with an official ISBN. Tingkat ketrampilan menulis berbahasa Jawa dan mengapresiasi karya sastra Jawa mahasiswa semester dua program studi Sejarah Peradaban Islam di kampus Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kurang memuaskan. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan dan pendampingan penulisan sastra kreatif dalam mengasah kemahiran berbahasa Jawa tulis perlu diadakan. Tujuan utama kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pelatihan penulisan sastra kreatif crita cekak berbasis kearifan lokal kebudayaan Jawa kepada mahasiswa semester dua program studi Sejarah Peradaban Islam di kampus Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara daring, yakni untuk pembekalannya menggunakan Google Meet, sedangkan produknya dengan mengirim melalui email. Pelaksanaan pembekalan pada 15 Oktober 2021, dan penulisan sastra kreatif crita cekak berdurasi dua minggu setelah pembekalan. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan, dapat disimpulkan sebagai berikut. Seperangkat ilmu pengetahuan yang diberikan narasumber memberi nutrisi baru dan dampak positif kepada mahasiswa untuk segera menulis crita cekak berbasis kearifan lokal kebudayaan Jawa. Crita cekak berbahasa Jawa yang diproduksi mahasiswa sebagai bentuk mengasah ketrampilan menulis berbahasa Jawa mahasiswa dan bentuk apesiasi terhadap karya sastra Jawa agar tetap lestari serta tidak termakan oleh arus globalisasi. Crita cekak yang diproduksi tersebut, setelah dibaca dan diseleksi dengan saksama, akan diterbitkan oleh penerbit nasional yang terdaftar dalam IKAPI dengan memiliki ISBN yang resmi.
Akulturasi Budaya pada Makam Syekh Syamsuddin Al-Wasil Setono Gedong Kediri Abad 16 Nurul Baiti Rohmah
Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Vol 6, No 2 (2022): Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hm.v6i2.19223

Abstract

This study aims to determine the condition of Kediri during the transition from Hindu-Buddhist to Islam which is the background of cultural acculturation at the tomb of Sheikh Syamsuddin Al-Wasil Setono Gedong. In this study, the authors used historical research methods with four stages, namely, heuristics, verification, interpretation, and historiography. The result of this research is that the transition period is the situation behind the acculturation of culture and the expansion of Demak to Majapahit which at that time in Daha was one of the causes of the shift from the Hindu-Buddhist era to Islam. One form of acculturation discussed in this study is the acculturation that occurred at the tomb of Sheikh Syamsuddin Al-Wasil Setono Gedong. The acculturation is contained in the cupola/wall around the tomb, gate, lotus and sunflower motifs, grave first, and inscriptions on the walls around the tomb.
EXAMINING ISLAMIC TEXTS ON THE SLOPE OF MOUNT KAWI, MALANG, EAST JAVA Nurul Baiti Rohmah; Fatkur Rohman Nur Awalin; Uman Rejo
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.v11i1.8417

Abstract

This research presents the philological study's findings on Islamic manuscripts discovered on the slopes of Kawi Mountain in Malang, East Java. The study employs a manuscript research method focusing on codicological aspects and the diplomatic method to preserve authenticity. Eight Islamic manuscripts were categorized into originals with identifiable titles, manuscripts without titles, and hand-copied versions by Anut Ekowiyono. These manuscripts are written in the new Javanese language, utilizing various krama-ngoko styles and the Arabic Pegon script. Inadequate philological treatment resulted in damage to Anut Ekowiyono's collection. After codicological examination, the texts were accurately identified, showing differences from their previous state. The research suggests the likelihood of more undiscovered Islamic manuscripts in the area. The study sheds light on the linguistic and historical importance of these Islamic texts, emphasizing the need for preservation and further exploration of undiscovered manuscripts in the region.
Peran Perempuan dalam Politik Simbolis Pakubuwono X 1893-1939 M Nila Zaqiatul Miskiyah; Nurul Baiti Rohmah
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 11 No 2 (2023): Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v11i2.69076

Abstract

In Surakarta Sunanate, women became the determinant of strength, resilience, and success for the susuhunan in achieving political endeavors. Women as wives, empresses, queens, friends, children, courtiers, and ordinary people play an important role in Surakarta Sunanate. The purpose of this study is to determine the involvement of women in Pakubuwono X strategy in achieving the goals and political stability of Surakarta Sunanate 1893-1939 M. The involvement of women influenced the social and cultural system in the Sunanate. This research uses the historical research method. The research went through the stages of topic selection, source collection, verification (historical criticism), analysis and synthesis, and writing. The sources used are written documents from various library sources, journals, scientific research, articles, documentation, and various sources related to the discussion. The results showed that the birth of Pakubuwono X brought progress to Surakarta Sunanate. The progress and glory of Surakarta Sunanate did not escape from Pakubuwono X policy of involving women in political affairs. Pakubuwono X achievements cannot be separated from women who play an important role in government defense, economic improvement, educational progress, Sunanate characteristics, and preservation of cultural traditions. Keywords: Pakubuwono X; symbolic politics; role of women
Pemulihan Warisan Budaya: Desain Laboratorium Filologi sebagai Pusat Pembelajaran Manuskrip Keislaman Jawa Pesisir di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Syafaah, Darisy; Rohmah, Nurul Baiti; Rejo, Uman
HUMANIKA Vol 31, No 1 (2024): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v31i1.59364

Abstract

This scientific study aims to explore, express, and reveal a prototype design for the philology laboratory at the Faculty of Ushuluddin, Adab, and Dakwah, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung campus, as a learning resource for coastal Javanese Islamic manuscripts. To realize this mission, this study was designed using research and development (R & D), while the development model used ADDIE, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results and discussion are as follows:. First, the Philology Laboratory space is designed with a contemporary, modern concept, prioritizing comfort, a more specific/special space, all-technological and contextual. Second, the position of space in the design of the Philology Laboratory has been arranged by the concept of andragogy, or adult learning. Third, this special space design is prepared as a bridge for gathering and meeting people who study coastal Javanese Islamic manuscripts, a research center, and a reference source regarding ancient Islamic manuscripts. Fourth, the response from fellow lecturers and students was very positive regarding the design for developing this philology laboratory.
KAJIAN FILOLOGI DAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL DALAM TEKS MANUSKRIP KEISLAMAN LAYANG IMAN SUJANA KOLEKSI ANUT EKOWIYONO Rohmah, Nurul Baiti; Rejo, Uman
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 25 No 1 (2024): SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/semiotika.v25i1.43815

Abstract

This research describes the Islamic manuscript text Layang Iman Sujana with philological studies and local cultural wisdom. Layang Iman Sujana is a collection of Islamic manuscript texts collected by Anut Ekowiyono which contains the journey of the figure Iman Sujana from the country of Ngesam to spread the religion of Islam. This research aims to determine the study of philology and the study of local cultural wisdom in the Islamic manuscript text Layang Iman Sujana. This research is research using philological methods and is linked to local knowledge theory with the Tri Hita Karana cosmological concept. The results of the research show that Layang Iman Sujana generally tells the story of the character Iman Sujana who spread Islam on the orders of his father, Abdur Asfar. The local cultural wisdom contained in Layang Iman Sujana consists of two categories, namely harmonizing the relationship between people and God and harmonizing the relationship between people and each other. Harmonization of people with God in the form of sahadat, sharia, dhikr, surrender, torekot, prayer, quran, eling, piwales, titah, sukur, nugraha, and compassion. Meanwhile, the harmonization of humans with fellow humans takes the form of urmat, panuwun, ngabekti, tumindak becik, uluk salam, ngajeni, bale homestead, manners, nyenengke others, confident, combing anger, empan plank, and compassion.
Kiai Ageng H. Abdurrahman Tegalrejo: Islamisasi dan Penyebaran Tarekat Syattariyah Di Tegalrejo, Magetan Pra-Pasca Perang Jawa (1820-1875 M) Susan Diqrul Illahiyah; Nurul Baiti Rohmah
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 02 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i02.9547

Abstract

Kajian ini membahas peran Kiai Ageng H. Abdurrahman dalam proses islamisasi dan penyebaran Tarekat Syattariyah di Magetan pada periode 1820-1875 M. Penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah utama: pertama, bagaimana proses islamisasi yang dilakukan oleh Kiai Ageng H. Abdurrahman, dan kedua, bagaimana penyebaran Tarekat Syattariyah di Magetan melalui peran beliau. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan utama: heuristik untuk pengumpulan data, verifikasi untuk menilai keabsahan sumber, interpretasi untuk menganalisis makna data, dan historiografi untuk menyusun hasil penelitian secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kiai Ageng H. Abdurrahman memainkan peran penting dalam islamisasi melalui berbagai langkah strategis. Beliau mendirikan desa sebagai basis sosial, membangun masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, serta mendirikan pesantren yang berfungsi sebagai institusi pembelajaran ajaran Islam. Sebagai seorang mursyid Tarekat Syattariyah, beliau membimbing sejumlah murid yang kemudian menjadi guru washitah. Para murid ini berkontribusi dalam menyebarkan ajaran tarekat di Magetan dan wilayah sekitarnya. Penelitian ini mengungkap bahwa melalui kombinasi ajaran tasawuf dan aktivitas berbasis komunitas, Kiai Ageng H. Abdurrahman berhasil membentuk identitas keislaman yang kuat di Magetan, menjadikan tarekat sebagai elemen penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Kata Kunci: Islamisasi; Kiai Ageng H. Abdurrahman; Tarekat Syattariyah.
Narasi Religiositas, Spiritualitas, dan Proses Kreatif Wawan Susetya sebagai Pegiat Sastra dan Kebudayaan Jawa Faizun, Mochammad; Rohmah, Nurul Baiti; Rejo, Uman
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v6i2.75951

Abstract

Wawan Susetya merupakan pegiat sastra Jawa dan kebudayaan Jawa yang hingga saat ini masih produktif berkarya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan narasi religiositas, spiritualitas, dan proses kreatif Wawan Susetya. Wawan Susetya dijadikan sebagai sasaran kajian karena sampai sekarang masih aktif dan produktif menelurkan karya-karya fiksi dan nonfiksi berbagai genre yang mengangkat kejawaaan dan keislaman. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kombinasi atau mixed method dengan menggunakan kacamata teoretis sebagai perspektif overaching, yakni kajian psikologi kearifan lokal dalam konteks kebudayaan Jawa dan biografi yang di dalamnya ada data kualitatif dan kuantitatif. Hasil dan bahasan menunjukkan sebagai berikut. Pertama, dari segi religiositas, Wawan Susetya menganut agama Islam yang yakin adanya Tuhan dan berusaha mengamalkan ritual agama, serta mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat. Kedua, dari segi spiritualitas, Wawan Susetya memiliki spirit yang berasal dari diri sendiri dan dari luar dirinya. Spirit yang berasal dari diri sendiri merupakan spirit utama dalammenghasilkan karya-karya, karena spirit tersebut sebagai titik tolak dari kerja keras dan usaha untuk menciptakan setiap karya sastra. Adapun spirit yang berasal dari luar mayoritas didayakan sebagai pembangun ide-ide dan gagasan dalam menulis karya sastra. Ketiga, dari segi proses kreatif, Wawan Susetya dipengaruhi oleh kepribadian pegiat sastra ditambah dengan pengetahuan dan pengalaman hidupnya. Dalam menulis karya, diawali dengan merenung untuk menentukan tema. Selanjutnya mencari referensi, menulis, merevisi atau melakukan review (pembacaan ulang) dengan teliti jangan sampai ada salah ketik, apalagi salah dalampembahasan buku tersebut. Tahap terakhir adalah mengirim ke media massa untuk diterbitkan dan dapat dibaca masyarakat luas.