N K Dewi, N K
Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FITOREMEDIASI KADMIUM (CD) PADA LEACHATE MENGGUNAKAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica Forsk.) (STUDI KASUS TPA JATIBARANG) Zamhar, K N; Dewi, N K
Jurnal MIPA Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leachate TPA Jatibarang yang tercemar kadmium (Cd) kemungkinan dapat dibersihkan secara fitoremediasi menggunakan kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kangkung air sebagai fitoremediator dalam menyerap Cd dalam leachate TPA Jatibarang. Sebelum penelitian, dilakukan uji pendahuluan kandungan Cd dalam leachate maupun dalam kangkung air. Kangkung diaklimatisasi dalam air bersih selama 3 hari, selanjutnya ditimbang seberat 300 gram kemudian diletakkan ke dalam ember berisi 10 L leachate. Sampel leachate dan organ tanaman diambil setiap 2 hari sekali (2 hari, 4 hari, 6 hari, dan 8 hari). Faktor intensitas cahaya diambil setiap hari pada pukul 08.00-09.00 WIB menggunakan lux meter, sedangkan nilai pH dan suhu leachate diukur menggunakan kertas indikator pH dan termometer sebelum dan sesudah perlakuan. Perameter yang diamati adalah akumulasi Cd dalam akar, batang, dan daun kangkung air pada masing-masing lama waktu pananaman. Akumulasi Cd diukur dengan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Data penyerapan Cd dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu kangkung air ditanam dalam leachate berpengaruh terhadap akumulasi Cd pada tanaman. Penyerapan Cd oleh kangkung air mencapai jenuh pada hari ke-8 dengan total penyerapan 0,052 ppm. Akumulasi Cd paling besar pada akar kangkung yaitu 0,023 ppm.Cadmium (Cd) that contained in TPA Jatibarang’s leachate can be cleaned by phytoremediation using water spinach (Ipomoea aquatica Forsk.). This research aimed to determine the ability of the water spinach as a fitoremediator in adsorb cadmium (Cd) that contained in TPA Jatibarang’s leachate. The research was conducted by using a randomized completely design (RCD) factorial, with longer treatment planted time in leachate water spinach was 0 day, 2 days, 4 days, 6 days, and 8 days respectively. The observed parameters of Cd accumulation in roots, stems, and leaves of water spinach in each long exposure time, as well as temperature, pH, and light intensity in research location. Analyses of Cd accumulation was AAS (Atomic Absorption Spectrofotometry). Data analyzed using Anova and then a LSD with significance level 95%. The results showed that the duration of the water spinach planted in leachate effect on Cd accumulation in plant. The adsorption of Cd in water spinach was reached the saturation at 8th days with a total adsorption 0.052 ppm. The greatest Cd accumulation in plant organs water spinach was in root that is 0.023 ppm.
Efek Paparan Logam Berat Terhadap Kadar Malondialdehida dan Aktivitas Katalase Ikan Mas dan Ikan Nila di Sungai Kaligarang Dewi, N K
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah domestik, aktivitas industri, dan proses pertanian berkontribusi terhadap cemaran logam berat seperti Pb, Cd dan Hg di perairan Sungai Kaligarang. Cemaran logam berat menimbulkan terjadinya stres oksidatif, yaitu ketidakseimbangan antara oksidan dan antioksidan. Indikator stres oksidatif adalah malondialdehida (MDA) dan enzim katalase (CAT). Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan crossectional untuk mengetahui kandungan Pb, Cd dan Hg serta aktivitas enzim CAT dan MDA pada organ hati ikan Mas (Cyprinus carpio L.) dan ikan Nila (Oreochromis niloticus L.), yang dipelihara dalam Karamba Jaring Apung (KJA) di sungai Kaligarang, Semarang. Analisis kadar Cd, Pb dan Hg menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Aktivitas katalase dan kadar MDA ditentukan menggunakan spektrofotometer. Uji normalitas data mengunakan Shapiro-wilk (p>0,05). Perbedaan kadar Pb, Cd dan Hg antara ikan mas dan ikan nila dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan, dengan taraf kepercayaan 95%. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar logam berat Pb, Cd dan Hg serta kadar MDA mengalami peningkatan di dalam organ hati dari minggu ke-2, ke-4 dan ke-6. Aktivitas enzim katalase meningkat dari minggu ke-2 ke minggu ke-4 dan menurun pada mingu ke-6. Logam berat Pb, Cd dan Hg perairan berpengaruh terhadap kadar Pb, Cd dan Hg ikan nila, tetapi tidak berpenaruh terhadap Pb ikan mas. Logam berat Pb, Cd dan Hg diduga penyebab terbentuknya ROS dan berakibat timbulnya stres oksidatif. Katalase merupakan enzim antioksidan yang dapat digunakan sebagai biomarker stress oksidatif dan toksistas logam berat pada ikan air tawar, serta indikator yang sensitif terhadap cemaran perairan. Domestic waste, industrial activities, and agricultural processes contribute to heavy metal contamination such as Pb, Cd and Hg in Kaligarang river. Heavy metal contamination causes oxidative stress, which is an imbalance between oxidants and antioxidants. Indicators of oxidative stress are catalase enzymes (CAT) and malondealdehyde (MDA). This research is a descriptive crossectional approach to determine the content of Cd, Pb and Hg and the activity of catalase enzymes and malondeladehide (MDA) in goldfish (Cyprinus carpio L.) and parrot fish (Oreochromis niloticus L.), which were kept in floating net cages on the Kaligarang river. Fish which were used in this research were 2.5 months old, the weight were 19-25 grams, and the average of body length were 8-12 cm. Fish samples were 20 goldfish and 20 parrot fish. Analysis of Cd, Pb and Hg levels used Atomic Absorption Spectrophotometer. Catalase activity was determined used a spectrophotometer with 240nm wavelength. Whereas MDA determination used spectrophotometer at a wavelength of 532-534 nm. Data normality test was determined using Shapiro-wilk (p> 0.05). Differences levels of Pb, Cd and Hg between goldfish and parrot fish were analyzed using unpaired t test, with a 95% confidence level. Statistical analysis was determined using SPSS for windows 17.0. The data which was obtained showed that the levels of heavy metals Pb, Cd, Hg, and MDA experienced an increase in liver since the 2nd, 4th and 6th weeks. Catalase enzyme activities increased from 2nd until 4th week and decreased in 6th week. Heavy metals of Pb, Cd and Hg affect the levels of Pb, Cd and Hg of parrot fish, but didnot not affect in goldfish. Heavy metals of Pb, Cd and Hg are thought to be the cause of ROS formation and result in oxidative stress. Catalase is an antioxidant enzyme that can be used as a biomarker of oxidative stress and heavy metal toxicity in freshwater fish, as well as sensitive indicators in water contamination.
FITOREMEDIASI KADMIUM (CD) PADA LEACHATE MENGGUNAKAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica Forsk.) (STUDI KASUS TPA JATIBARANG) Zamhar, K N; Dewi, N K
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leachate TPA Jatibarang yang tercemar kadmium (Cd) kemungkinan dapat dibersihkan secara fitoremediasi menggunakan kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kangkung air sebagai fitoremediator dalam menyerap Cd dalam leachate TPA Jatibarang. Sebelum penelitian, dilakukan uji pendahuluan kandungan Cd dalam leachate maupun dalam kangkung air. Kangkung diaklimatisasi dalam air bersih selama 3 hari, selanjutnya ditimbang seberat 300 gram kemudian diletakkan ke dalam ember berisi 10 L leachate. Sampel leachate dan organ tanaman diambil setiap 2 hari sekali (2 hari, 4 hari, 6 hari, dan 8 hari). Faktor intensitas cahaya diambil setiap hari pada pukul 08.00-09.00 WIB menggunakan lux meter, sedangkan nilai pH dan suhu leachate diukur menggunakan kertas indikator pH dan termometer sebelum dan sesudah perlakuan. Perameter yang diamati adalah akumulasi Cd dalam akar, batang, dan daun kangkung air pada masing-masing lama waktu pananaman. Akumulasi Cd diukur dengan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Data penyerapan Cd dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu kangkung air ditanam dalam leachate berpengaruh terhadap akumulasi Cd pada tanaman. Penyerapan Cd oleh kangkung air mencapai jenuh pada hari ke-8 dengan total penyerapan 0,052 ppm. Akumulasi Cd paling besar pada akar kangkung yaitu 0,023 ppm.Cadmium (Cd) that contained in TPA Jatibarang’s leachate can be cleaned by phytoremediation using water spinach (Ipomoea aquatica Forsk.). This research aimed to determine the ability of the water spinach as a fitoremediator in adsorb cadmium (Cd) that contained in TPA Jatibarang’s leachate. The research was conducted by using a randomized completely design (RCD) factorial, with longer treatment planted time in leachate water spinach was 0 day, 2 days, 4 days, 6 days, and 8 days respectively. The observed parameters of Cd accumulation in roots, stems, and leaves of water spinach in each long exposure time, as well as temperature, pH, and light intensity in research location. Analyses of Cd accumulation was AAS (Atomic Absorption Spectrofotometry). Data analyzed using Anova and then a LSD with significance level 95%. The results showed that the duration of the water spinach planted in leachate effect on Cd accumulation in plant. The adsorption of Cd in water spinach was reached the saturation at 8th days with a total adsorption 0.052 ppm. The greatest Cd accumulation in plant organs water spinach was in root that is 0.023 ppm.