Hipertensi merupakan suatu penyakit kardiovaskular yang ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi perlu penanganan secara berkelanjutan karena dapat menimbulkan komplikasi seperti stroke dan jantung coroner. Pengobatan hipertensi dapat dilakukan melalui pengobatan farmakologi (obat antihipertensi) dan non-farmakologi (komplementer) salah satunya dengan memanfaatkan daun kemangi. Daun kemangi memiliki potensi yang baik dalam penurunan tekanan darah karena memiliki fungsi antioksidan untuk melebarkan pembuluh darah dan melancarkan sirkulasi darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rerata tekanan darah pasien hipertensi pada kelompok intervensi (pre-post test) serta mengetahui efektivitas tekanan darah kelompok intervensi sebelum dan sesudah perlakuan di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Rancangan penelitian ini adalah quasy exsperiment non equevalent control group design. Penelitian telah dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga yang dilakukan dari bulan Juni-Agustus 2022 dengan jumlah responden sebanyak 30 orang dan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat serta uji alternatif Wilcoxon dan Man Whitney. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon pada kelompok intervensi didapat p-value sistole 0,001 dan p-value diastole 0,002 (p-value < 0,05) artinya Ho ditolak sehingga pemberian jelly kemangi efektif dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Hasil analisis menggunakan uji Man Whitney diperoleh hasil p-value sistole setelah perlakuan (post-test) yaitu 0,000 (p-value < 0,05) dan p-value diastole setelah perlakuan (post-test) yaitu 0,018 (p-value < 0,05) artinya Ho ditolak sehingga terdapat perbedaan tekanan darah sistole dan diastole pada kelompok intervensi dan kontrol setelah perlakuan.