Ima Amailah
Ekonomi Pembangunan fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Pariwisata dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Bandung Barat (Studi Kasus: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat) Reza Karnia; Ima Amailah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6924

Abstract

Abstract. This research is motivated by phenomena in the tourism sector. West Bandung Regency has a lot of tourism potential, but not all of it has been explored optimally, there is inequality in tourism development. In addition, the condition of facilities and infrastructure is still inadequate. The purpose of this study was to find out and analyze the implementation of the tourism development strategy carried out by the West Bandung Regency Tourism and Culture Office in an effort to increase Regional Original Income (PAD) in West Bandung Regency. In addition, to find out the driving and inhibiting factors faced by the Government in developing the tourism sector in West Bandung Regency. This research uses a qualitative descriptive approach. Source of data obtained from primary and secondary data. Data collection techniques with observation, interviews and documentation. In data analysis techniques using data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that there were four tourism development strategies carried out by the West Bandung Regency Tourism and Culture Office, including: 1) Tourism Destination Development Strategy, 2) Tourism Institutional Development Strategy, 3) Tourism Industry Development Strategy, 4) Marketing and Promotion Development Strategy . In its implementation, the tourism development strategy that has been carried out by the Government as a whole has been implemented well, however there are several strategies whose implementation is still not optimal, such as in the implementation of the tourism destination development strategy, namely: the distribution of tourist objects is still not optimal, accessibility to tourist objects has roads which was damaged. The driving factors for the tourism development strategy are: the abundant tourism potential in West Bandung Regency, the support from the Government, and advances in information technology. While the inhibiting factors, namely: limited budget, the existence of security and health issues, and weak public awareness about tourism. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena di sektor pariwisata. Terdapat banyak potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat, namun belum semuanya tergali secara optimal, adanya ketidakmerataan dalam pembangunan pariwisata. Selain itu, kondisi sarana dan prasarana serta infrastruktur masih kurang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi strategi pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Bandung Barat. Selain itu, untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat yang dihadapi Pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat strategi pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat, antara lain: 1) Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata, 2) Strategi Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, 3) Strategi Pengembangan Industri Pariwisata, 4) Strategi Pengembangan Pemasaran dan Promosi. Dalam implementasinya, strategi pengembangan pariwisata yang sudah dilakukan Pemerintah secara keseluruhan sudah dilaksanakan dengan baik, namun ada beberapa strategi yang pelaksanaannya masih kurang maksimal, seperti dalam implementasi strategi pengembangan destinasi pariwisata, yaitu: masih belum optimalnya persebaran objek wisata, aksesibilitas menuju objek wisata terdapat jalan yang mengalami kerusakan. Adapun faktor pendorong strategi pengembangan pariwisata, yaitu: potensi wisata yang melimpah di Kabupaten Bandung Barat, adanya dukungan dari Pemerintah, dan kemajuan teknologi informasi. Sedangkan faktor penghambat, yaitu: keterbatasan anggaran, adanya isu keamanan dan kesehatan, dan lemahnya kesadaran masyarakat tentang pariwisata.
Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bandung Tahun 2012-2021 Riza Octaviola; Ima Amailah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.9076

Abstract

Abstract. The tourism sector contributes from hotel taxes, restaurant taxes, and entertainment taxes, so that these taxes contribute to government budget provision (PAD). However, the PAD of the City of Bandung has grown very slowly from year to year and even in a few years its growth has declined. This was due to a decrease in contribution from hotel taxes. In 2017, the hotel tax contribution was still recorded at 85.09 billion rupiah, but in 2021 the hotel tax contribution decreased fourfold to 22.6 billion rupiah. The purpose of this study is to see the influence and magnitude of variation from the tourism sector on PAD in the city of Bandung. The data used is time series data in annual data from 2012-2021 obtained from various related institutions, namely the Central Statistics Agency, the Ministry of Finance and other sources such as journals and research results. The analysis model uses Ordinary Least Square (OLS) with the classic assumption test which includes multicollinearity test, linearity test, normality test, heteroscedasticity test, autocorrelation test, T-test, and F-test. From the estimation results of the model, there are only 2 variables that significantly influence PAD in Bandung City, namely the number of tourists and the number of restaurants, restaurants and bars. Meanwhile, the number of hotel rooms and the number of working residents statistically do not affect Bandung City's PAD. The insignificant number of hotel rooms is caused by an oversupply of the number of hotel rooms which causes hotel room prices to fall and the obligation to pay taxes to decrease so that PAD decreases. The insignificant number of working people is due to the fact that some residents are unemployed or have low incomes and do not pay taxes so that the contribution to PAD is ignored. Abstrak. Sektor pariwisata memberikan kontribusi dari pajak hotel, pajak restaurant, dan pajak hiburan, sehingga pajak-pajak ini ada berkontribusi pada pemberian anggaran pemerintah (PAD). Namun, PAD Kota Bandung dari tahun ke tahun pertumbuhannya sangat lambat bahkan dalam beberapa tahun pertumbuhannya menurun. Hal ini disebabkan karena turunnya kontribusi dari pajak hotel. Pada tahun 2017 kontribusi pajak hotel masih tercatat 85.09 miliar rupiah ternyata pada tahun 2021 kontribusi pajak hotel menurun empat kali lipat menjadi 22.6 miliar rupiah, ini menjadikan sektor pariwisata belum berkontribusi sebagai penopang dari PAD Kota Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dan besarnya variasi dari sektor pariwisata terhadap PAD di Kota Bandung. Data yang digunakan yaitu data time series dalam data tahunan dari tahun 2012-2021 yang diperoleh dari berbagai instalansi terkait adalah Badan Pusat Statistika, Kementrian Keuangan dan sumber-sumber lainnya seperti jurnal-jurnal dan hasil penelitian. Model analisis menggunakan Ordinary Least Square (OLS) dengan uji asumsi klasik yang meliputi uji multikolinear, uji linearitas, uji normalitas, uji heteroskedasititas, uji autokorelasi, uji-T, dan uji-F. Dari hasil estimasi model hanya ada 2 variabel yang secara signifikan mempengaruhi PAD Kota Bandung yaitu jumlah wisatawan dan jumlah restaurant, rumah makan, serta bar. Sementara, jumlah kamar hotel dan jumlah penduduk bekerja secara statistik tidak mempengaruhi PAD Kota Bandung. Tidak signifikannya jumlah kamar hotel disebabkan oversupply dari jumlah kamar hotel yang menyebabkan harga kamar hotel turun dan kewajiban membayar pajak menurun sehingga PAD menurun. Tidak signifikannya jumlah penduduk bekerja disebabkan adanya sebagian penduduk menganggur atau berpenghasilan rendah dan tidak membayar pajak sehingga kontribusi terhadap PAD diabaikan.