Julia Natasya
Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Oversharing Behaviour di Media Sosial Instagram: Studi Komparatif pada Story dan Feeds Instagram pada Dua Individu dari Keluarga Broken Home Julia Natasya; Neni Yulianita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5830

Abstract

Abstract. The role of the family is very important in shaping the child's behavior in communicating and interacting. Children from broken home families tend to have different behaviors than children from intact families because they are mentally and psychologically injured. To divert it, they use social media. The most used social media today is Instagram, where they can share whatever they want. But because of these freedoms, consciously or not, they become oversharing. The theory used as a perspective to analyze research problems is Attribution Theory. The method used in this study is qualitative with a comparative study approach. The subjects in the study were two individual active Instagram users from broken home families. The results showed how the forms of oversharing behaviour on Instagram, why oversharing behaviour on Instagram is carried out, and how to overcome oversharing behavior on Instagram. Abstrak. Peran keluarga sangat penting dalam membentuk perilaku anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Anak dari keluarga broken home cenderung memiliki perilaku yang berbeda dengan anak dari keluarga yang utuh karena mereka terluka secara batin dan psikologis. Untuk mengalihkannya, mereka menggunakan media sosial. Media sosial yang paling banyak digunakan saat ini adalah Instagram, di sana mereka dapat membagikan apapun yang diinginkannya. Namun karena kebebasan tersebut, secara disadari atau tidak, mereka menjadi berperilaku oversharing. Teori yang digunakan sebagai perspektif untuk menganalisis masalah penelitian adalah Teori Atribusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi komparatif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua individu pengguna aktif Instagram dari keluarga broken home. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana bentuk-bentuk oversharing behaviour di Instagram, mengapa oversharing behaviour di Instagram dilakukan, serta bagaimana cara mengatasi oversharing behaviour di Instagram.