Maman Suherman
Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Tentang Podcaster di Kota Bandung Muhammad Aji Agung Ramadhani; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.6792

Abstract

Abstract. The development of technology at this time is growing rapidly, various aspects of life such as education, politics, to communication have reached the point where technology is needed to run it. Due to the rapid development of communication media technology, a new product has emerged, namely podcasts. Podcast itself is a form of entertainment like radio, prioritizing audio in running it. One year ago the podcast phenomenon occurred, many new podcasts appeared created by artists and ordinary individuals. Data shows that in 2020 the increase in podcasts is very visible. This research discusses about podcasters in the city of Bandung with Alfred Schutz's phenomenological study, which discusses the motives for making podcasts, the meaning of being a podcaster and experiences after running a podcast. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, and literature study. Due to the absence of definite data regarding the number of podcasters in the city of Bandung, the researchers used the Snowball sampling technique. The results of this study are 1) There are different motives for podcasters in Bandung City, motives that arise due to past actions and events such as fun making podcasts, jealousy to see the work environment and seeing podcast trends and motives that have goals to be achieved such as: wants to help people through education and wants to be heard by others through podcasts. 2) The experience felt by podcasters in starting their podcasts is feeling fun and feeling normal, this is influenced by the podcaster's background. 3) podcasters interpret podcasters as people who share ideas that are informative or educational and that can entertain and influence listeners freely and it becomes a place for self-development and an artist Abstrak. Perkembangan teknologi pada saat ini sangat berkembang pesat, berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, politik, hingga komunikasi telah sampai dititik dimana memerlukan teknologi dalam menjalankanya. Karena perkembangan teknologi media komunikasi sangat pesat memunculkan sebuah produk baru, yaitu podcast. Podcast sendiri merupakan bentuk hiburan seperti radio, mengutamakan audio dalam menjalankannya. Satu tahun kebelakang fenomena podcast terjadi, banyak bermunculan podcast-podcast baru yang dibuat oleh artis mauapun individu biasa. Data menunjukan bahwa pada tahun 2020 peningkatan podcast sangat lah terlihat. Penelitian ini membahas menenai Podcaster di Kota Bandung dengan studi fenomenologi Alfred Schutz, yang dimana membahas mengenai motif membuat podcast, pemaknaan sebagai podcaster dan pengalaman setelah menjalankan sebuah podcast. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Dikarenakan tidak adanya data pasti mengenai jumlah podcaster di kota Bandung maka peneliti menggunakan Teknik sampling Snowball. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Terdapat motif yang berbeda pada podcaster Kota Bandung, motif yang muncul karena adanya sebuah tindakan dan kejadian di masa lalu seperti keisengan membuat podcast, rasa iri melihat lingkungan kerja serta melihat tren podcast dan motif yang memiliki tujuan untuk dicapai sepert ingin menolong orang melalui edukasi dan ingin didengarkan oleh orang lain melalui podcast. 2) Pengalaman yang dirasakan oleh podcaster dalam memulai podcastnya yaitu merasakan kesenangan dan merasa biasa saja, hal tersebut dipengaruhi oleh latar belakang podcaster. 3) para podcaster memaknai podcaster sebagai orang yang membagikan pemikiran bersifat informatif maupun edukatif serta hal tersebut bisa menghibur dan mempengaruhi pendengarnya secara bebas serta hal tersebut menjadi wadah pengemabangan diri dan seorang seniman
Studi Fenomenologi Ulama Menangani Rehabilitasi Pengguna Narkoba di Pondok Inabah Suryalaya Miftahul Alam; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i1.5427

Abstract

Abstract. Rehabilitation is a process of person recovery from addiction which can interfere with person’s physical and mental health. Rehabilitation cannot be done alone and requires the intervention of other people who are experts in this matter. The guiding Ulama at Pondok Inabah are selected people who assist in the rehabilitation process for former drug users. The method of rehabilitation at Pondok Inabah is different from other rehabilitation centers. The rehabilitation process at Inabah places emphasizes on a spiritual approach for drug users. This study aims to determine the phenomenology of the Ulama helping the rehabilitation process at Pondok Inabah. The ulama have motives, experiences and specific meanings. The researcher used the phenomenological theory of Alfred Schutz. This study uses a descriptive qualitative method that aims to explain the phenomenon as clearly as possible and describe the answers from informants in as much detail as possible by using interview and observation data as da collection techniques. The research subjects consisted of 5 guiding ulama who matched the researcher’s criteria. Based on the study, the researcher found that the guiding ulama at Pondok Inabah had motives and experiences that influenced their interpretation of Inabah including economic reasons, seeking experience and fulfilling the mandate of the teacher. Meanwhile, different experiences for piece of information make it a lesson and give influence the meaning of the ulama towards Inabah. Keywords: Phenomenology, Ulama, Rehabilitation, Alfred Schutz Abstrak. Rehabilitasi merupakan proses penyembuhan seseorang dari adiksi yang dapat menganggu kesehatan fisik maupun jiwa seseorang, rehabilitasi tidak bisa dilakukan sendiri dan membutuhkan campur tangan orang lain yang sudh ahli dalam hal tersebut. Ulama pembina di Pondok Inabah merupakan orang orang terpilih yang membantu proses rehabilitasi para mantan pengguna narkoba. Dimana proses rehabilitasi di Pondok Inabah berbeda dengan di tempat rehab lain, proses rehabilitasi di Inabah lebih menekankan pada pendekatan spiritual bagi para pengguna narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomenologi ulama membantu proses rehabilitasi di Pondok Inabah. Dimana ulama mempunyai motif, pengalaman serta makna tertentu bagi para ulama pembina. peneliti menggunakan teori fenomenologi dari Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan menjelaskan fenomena sejelas jelasnya dan menjabarkan jawaban dari informan sedetail mungkin dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan observsi. Subjek penelitian terdiri dari 5 orang ulama pembina yang telah memenuhi kriteria dari peneliti. Berdasarkan penelitian peneliti menemukan bahwa para ulama pembina di Pondok Inabah memiliki motif dan pengalaman yang mempengaruhi pemaknaan mereka terhadap Inabah. Yaitu diantaranya motif ekonomi, mencari pengalaman dan pemunuhan terhadap amanat dari guru. Sedangkan pengalaman berbeda setiap informan yang menjaikannya suatu pembelajaran serta membeikan pengaruh terhadap pemaknaan dari para ulama terhadap Inabah.