Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Analisis Framing Pan dan Kosicki Mengenai Pro Kontra Deforestasi Hutan di Indonesia Dalam Bingkai Media Daring Tempo.co dan Detik.com M. Abdi Octavianus; Doddy Iskandar
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.5293

Abstract

Abstract. At the end of 2021, the audience in Indonesia was enlivened by a “tweet” from the Minister of Environment and Forestry Siti Nurbaya posted on her Twitter account. "The massive development of President Jokowi's era must not stop in the name of a "carbon mission or in the name of deforestation," reads a tweet posted by Siti Nurbaya on Wednesday, November 3, 2021—the post was deleted when the author visited her account on Monday, January 17. 2022. His position as Minister of the Environment and Maritime Affairs has made his tweets widely discussed by netizens. Reporting from Suara.com, the newly uploaded tweet in approximately 21 hours has received 988 replies, 6100 retweets, and 681 likes. This study aims to determine the construction of media coverage of Tempo.co and Detik.com in reporting the tweets of the Minister of Environment and Forestry Siti Nurbaya. The method used is qualitative with a framing analysis approach using the Pan and Kosicki model and data collection techniques by observation, literature study, and interviews. As for the results of the research are, 1) Syntactical Structure, the two media frame the news that invites the reader to evaluate each of the information. 2) In Script Structure, Tempo.co failed to include the where element. So that makes the 5W + 1H elements incomplete. 3) In Thematic Structure, both Detik.com and Tempo.co media mostly use “yang” and “and” which refers to important things being discussed. 4) In terms of rhetorical structure, the use of photos, both of which use photos of Siti Nurbaya, although Tempo.co's second story only contains a quote from the Democrat Party politician, Irwan Fecho. Abstrak. Pada akhir tahun 2021, khalayak di Indonesia diramaikan oleh “cuitan” dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang diposting di akun Twitter miliknya. “Pembangunan besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama ëmisi karbon atau atas nama deforestasi.”, begitu bunyi twit yang diposting oleh Siti Nurbaya pada Rabu, 3 November 2021—postingan tersebut telah dihapus saat penulis mengunjungi akunnya pada Senin, 17 Januari 2022. Jabatan sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kelautan menjadikan cuitannya ramai diperbincangkan warganet. Dilansir dari Suara.com, twit yang baru diunggah kurang lebih 21 jam sudah mendapat 988 balasan, 6100 retweet, dan 681 like. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontruksi pemberitaan media Tempo.co dan Detik.com dalam memberitakan cuitan Menteri LHK Siti Nurbaya. Metode yang dipakai adalah kualitatif dengan pendekatan analisis framing menggunakan model Pan dan Kosicki serta teknik pengumpulan data secara observasi, studi kepustakaan, dan wawancara. Adapun untuk hasil penelitiannya adalah, 1) Secara Struktur Sintaksis, kedua media tersebut membingkai berita yang mengajak pembaca untuk menilai masing-masing dari informasi tersebut. 2) Secara Struktur Skrip, Tempo.co luput mencantumkan unsur where. Sehingga membuat tidak kelengkapan unsur 5W+1H. 3) Secara Struktur Tematik, Kedua media Detik.com dan Tempo.co lebih banyak menggunakan “yang” serta “dan” yang merujuk pada hal penting yang dibahas. 4) Secara Struktur Retoris, penggunaan foto, kedua berita tersebut sama-sama menggunakan foto Siti Nurbaya, meskipun pada berita kedua Tempo.co yang hanya berisi kutipan politikus Partai Demokrat, Irwan Fecho.
Representasi Citra Wanita Muslim dalam Film Cinta Subuh Resty Putri Aulia; Doddy Iskandar
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 3, No. 2, Desember 2023 Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v3i2.3229

Abstract

Abstract. Messages in a film can be in the form of lessons about social, cultural, and religious values. As a country with a Muslim majority equivalent to 86.7% of the population in the country. Currently, especially in Indonesia, there are many films with a background of Islamic values in which there are depictions of Muslim female characters which are used as spectacles that are beneficial for the audience. One of the character depictions that reflects the image of a good Muslim woman is in the film Cinta Subuh. This study aims to analyze the representation of the image of Muslim women in the film Cinta Subuh by using a qualitative approach and John Fiske's semiotic analysis research approach which consists of three levels: reality, representation, and ideology. The results of his research show that the image of Muslim women shown in the film Cinta Subuh is a woman who is obedient in worshiping Allah SWT, dressed in closed genitals, a woman who is easily carried away, and always remembers Allah SWT in every life. and adhere to Islamic teachings. Then a woman who does good (Ihsan) to Allah SWT and fellow human beings. Abstrak. Pesan dalam suatu film bisa menjadi sebuah pembelajaran mengenai nilai sosial, nilai budaya, dan juga nilai agama. Sebagai negara dengan mayoritas muslim setara dengan 86,7% populasi di dalam negeri. Saat ini khususnya di Indonesia banyak film yang memiliki latar belakang nilai islami dan termasuk juga penggambaran karakter wanita muslim yang dijadikan suatu tontonan yang bermanfaat bagi penontonnya. Penggambaran suatu karakter yang mencerminkan citra wanita muslim yang baik salah satunya terdapat pada film Cinta Subuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi citra wanita muslim di dalam film Cinta Subuh dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan pendekatan penelitian analisis semiotika John Fiske yang terdiri dari tiga level yaitu realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa citra wanita muslim yang ditunjukan dalam film Cinta Subuh ini merupakan seorang wanita yang taat beribadah kepada Allah SWT, berpakaian dengan menutupi aurat, sosok wanita yang mudah terbawa perasaan, senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap permasalahan hidup dan menaati ajaran agama islam. Kemudian seorang wanita yang berbuat baik (ihsan) kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia.