Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI DAN PENGEMBANGAN JAGUNG HIBRIDA DI INDONESIA: POTENSI DAN PENGEMBANGAN JAGUNG HIBRIDA DI INDONESIA Alya Sulistyo Dewi; Djarod Hari Setiawan; Restie Novitaningrum
Journal Science Innovation and Technology (SINTECH) Vol. 3 No. 1 (2022): SCIENCE INNOVATION AND TECHNOLOGY JOURNAL Volume 3 Number 1
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sintech.v3i1.2518

Abstract

Kebutuhan pangan dasar manusia berdasarkan prespektif micro kecukupan pangan menjadi faktor penentu bagi ketahanan nasional. Kelangkaan pokok komditas dapat menimbulkan masalah pada aspek sosial, ekonomi. Jagung Merupakan pangan pokok masyarakat Indonesia dan tanpa mengabaikan penigkatan produksi melalui efisiensi ,upaya ketahanan pangan. Perkembangan jagung Hibrida di Indonesia pada 2015 mencapai 56% dari total 3,79 juta hektar luas panen jagung dan 44 % menggunakan jagung bersari bebas dengan tingkat produktivitas yang rendah kemudian 2018 mengalami peningkatan ketersediaan produksi total 30.000. Pemerintah sejak tahun 1983 meningkatkan program jagung hibrida yang di dukung organisasi, perusahaan swasta. Program yang dilakukan menghasilkan varietas unggul yang berdampak peningkatan produktifitas usaha tani Indonesia. Banyak masyarakat yang sangat menggemari jagung karna rasanya yang manis dan gurih, dan banyak juga juga olahan makanan yang berasal dari jagung. Kebutuhan jagung dalam negeri mengalami peningkatan 3,77% setiap tahunnya seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya pakan unggas.
POTENSI TANAMAN KELADI SEBAGAI PENUNJANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT DIMASA PANDEMI: POTENSI TANAMAN KELADI SEBAGAI PENUNJANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT DIMASA PANDEMI Annisa Vini Fitria; Nur Khayati; Restie Novitaningrum
Journal Science Innovation and Technology (SINTECH) Vol. 3 No. 1 (2022): SCIENCE INNOVATION AND TECHNOLOGY JOURNAL Volume 3 Number 1
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sintech.v3i1.2526

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa bagi seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan menurunnya perekonomian dan aktivitas di berbagai sektor dan wilayah di Indonesia. Banyak sekali perusahaan yang mengajukan kepailitan sejak wabah pandemi Covid-19. Pelaku usaha mengambil opsi gulung tikar atau menghentikan operasi usaha secara sementara. Akibatnya banyak tenaga kerja yang di PHK sehingga menyebabkan penggangguran meningkat. Banyak orang kemudian memutar otak untuk mencari jalan lain agar dapat bertahan hidup di tengah pandemi. Salah satunya dengan memasarkan tanaman hias sebagai cara untuk menghasilkan pendapatan. Tanaman Caladium atau Keladi adalah salah satu tanaman hias yang memiliki nilai jual tinggi. Sebagai tanaman hias, tanaman keluarga Araceae ini diburu karena daya tarik bentuk daunnya seperti simbol hati atau jantung. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai ekonomi masing-masing jenis tanaman hias keladi. Jumlah sampel yang dipilih untuk dianalisis adalah sebanyak 30 sampel. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling acak (random sampling) pada beberapa pedagang tanaman hias Keladi di situs online shop. Data yang dianalisis pada penelitian ini adalah nilai ekonomi pada masing-masing tanaman hias keladi. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu nilai ekonomi tanaman hias keladi berkisar antara Rp 35.000 – Rp 233.000. Keladi yang memiliki nilai ekonomi paling rendah adalah keladi tikus, sedangkan Keladi yang memiliki nilai ekonomi paling tinggi adalah keladi merah. Tanaman keladi yang paling diburu adalah jenis keladi tengkorak dan keladi merah. Harga tanaman keladi dipengaruhi oleh motif tanaman keladi semakin cantik motif tanaman tersebut maka tanaman keladi akan semakin mahal.