Ni Wayan Rusni (Scopus ID: 57203956698)
Medical Faculty and Health Science, Warmadewa University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Stunting pada Balita di Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar Ni Wayan Rusni (Scopus ID: 57203956698); Elmy Saniati; Erly Sintya Dewi Ni Wayan
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan baru pada tumbuh kembang balita yang akhir-akhir ini menjadi trending topic. Kasus ini telah ditemukan di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Bali, khususnya di Kecamatan Payangan. Seiring dengan tujuan Pemerintah Kabupaten Gianyar yaitu mewujudkan desa layak anak, maka untuk mewujudkan terjadinya kasus stunting pada balita harus segera ditanggulangi oleh semua pihak terkait. Sebelum masuk pada tahap mampu menanggulangi, maka diperlukan kemampuan untuk terlebih dahulu mendeteksi adanya kasus tersebut. Upaya untuk deteksi sedini mungkin adanya kasus di masyarakat dapat dilakukan oleh kader posyandu maupun kader BKB sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ditingkat banjar. Kader-kader tersebut tentunya harus memiliki pengetahuan, keterampilan maupun kemampuan untuk mendeteksi kasus stunting. Oleh karena itu, diperlukan suatu usaha dalam rangka meningkatkan kemampuan kader. Usaha ersebut dilakukan melalui pelaksanaan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam deteksi kasus stunting. Setelah dilakukan pelatihan para kader diharapkan mampu membantu dalam deteksi lebih cepat kasus yang terjadi, melaporkan dan pada akhirnya terdapat respon cepat oleh pihak terkait secara bersama dan simultan. Hasil penilaian tingkat pengetahuan peserta pelatihan mengenai stunting dinilai dengan menggunakan metode pretest dan postest. Analisa data menunjukkan rata-rata nilai pretest adalah 2,9 ± 1,02 dan rata-rata nilai postest setelah dilaksanakan pelatihan sebesar 7,6 ± 0,82. Berdasarkan hasil pretest dan posttest tersebut, dapat dilihat adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta pelatihan sebesar 61,84% (p=0.000)
Pemberdayaan Pekerja Industri Pembuatan Dulang Fiber Mengenai Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) dan Ergonomi Ni Wayan Rusni (Scopus ID: 57203956698)
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta ergonomi merupakan hal yang penting dan tidak terpisahkan dalam sistem ketenagakerjaan guna menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja. Kurangnya pengetahuan pekerja akan pentingnya penerapan K3 dan ergonomi dapat berdampak tidak hanya pada produktivitas kerja namun juga terhadap kesehatan dalam jangka panjang. Para pekerja pembuat dulang fiber yang bekerja pada perusahaan skala kecil-menengah ataupun dalam skala rumah tangga terpapar oleh berbagai risiko pada saat melakukan pekerjaannya, baik risiko dari pekerjaan itu sendiri maupun dari lingkungan kerjanya. Ditambah dengan sangat kurangnya pengetahuan serta kesadaran pekerja dalam menggunakan APD tentu akan memperbesar kemungkinan mereka dalam mengalami penyakit akibat pekerjaanya. Selain itu sikap kerja yang tidak ergonomis serta cara kerja yang kurang memperhatikan keselamatan saat bekerja sangat berisiko bagi keselamatan pekerja. Melalui upaya pemberdayaan pekerja dalam memahami dan menerapkan K3 serta bekerja secara ergonomis, maka diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan pekerja tanpa memerlukan banyak biaya dan usaha, namun tetap mampu mencapai produktivitas kerja yang optimal. Hasil penilaian tingkat pengetahuan peserta dengan menggunakan metode pretest dan postest menunjukkan rata-rata nilai pretest adalah 1,9 ± 1,02 dan rata-rata nilai postest sebesar 8,6 ± 0,82. Berdasarkan hasil pretest dan posttest tersebut, dapat dilihat adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta pelatihan sebesar 77,90% (p=0.000)