Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Keberhasilan Penanggulangan Problem Scale Dalam Upaya Optimasi Produksi Pada Sumur “X” Lapangan “Y” Desi kusrini; Mochmad Rizky Setiawan
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v6i2.1358

Abstract

AbstrakPada Lapangan “Y” awalnya tingkat produksi pada sumur “X” tidak ada masalah atau dengan kata lain tingkat produksinya cenderung stabil. Sebelumnya yang awalnya tercatat tingkat produksi sumur “X” sebesar 97 bfpd dengan Water Cut 81% telah mengalami penurunan yang cukup signifikan pada Juni 2018 yaitu sebesar 42 bfpd dengan Water Cut 81.4%. Hal ini disebabkan oleh adanya Scale yang menyebabkan penurunan tingkat produksi tersebut. Sebelum dilakukan pengasaman sumur di uji dengan build up test menggunakan metode horner untuk mengetahui produktivitas sumur tersebut. Dari hasil uji tes sumur didapatkan data tekanan statik mula mula (P*), Tekanan 1 jam (P1 jam), Permeabilitas (K), Skin (S), produktivitas indeks (PI), dan Effisiensi Aliran (FE). Untuk menanggulangi terjadinya Scale maka dilakukanlah evaluasi untuk memilih metode yang efektif. Dalam pemilihan metode yang digunakan tergantung pada kondisi sumur. Setelah dilakukan evaluasi maka metode yang digunakan pada sumur ”X” adalah chemical methods yaitu dengan melakukan pengasaman (acidizing). Dari hasil Acidizing yang dilakukan laju produksi minyak sumur “X” mengalami kenaikan, dimana laju produksi yang sebelumnya yaitu sebesar 42 bfpd menjadi 166 bfpd. Analisis laju produksi menggunakan metode analisis Standing dan Vogel, untuk mendapatkan kurva IPR sebelum dan sesudah Acidizing dilakukan. Dengan terjadinya peningkatan laju produksi dan berkurangnya nilai skin (S) setelah kegiatan Acidizing, maka dapat dikatakan bahwa Scale yang terbentuk telah berhasil untuk diatasi. Kata kunci: acidizing , scale, Skin AbstrackField “Y” production level at well "X" had no problems, or in other words the production level tended to be stable. Previously, the production level of the well "X" was 97 bfpd with Water Cut 81%, which has decreased significantly in June 2018, namely 42 bfpd with Water Cut 81.4%. This is due to the Scale which causes a decrease in the level of production. Before the well acidification was carried out, it was tested with a build-up test using the horner method to determine the productivity of the well. From the well test results obtained data of initial static pressure (P *), 1 hour pressure (P1 hour), Permeability (K), Skin (S), productivity index (PI), and flow efficiency (FE). To overcome the occurrence of Scale, an evaluation is carried out to choose an effective method. In selecting the method used depends on the conditions of the well. After evaluating, the method used in the "X" well is chemical methods, namely by doing acidizing. From the results of Acidizing, the production rate of "X" well oil has increased, where the previous production rate of 42 bfpd became 166 bfpd. Production rate analysis used Standing and Vogel analysis methods, to obtain IPR curves before and after acidizing. With an increase in the production rate and a decrease in the skin (S) value after the Acidizing activity, it can be said that the Scale formed has been successfully treated. Keywords: acidizing, scale, Skin.
Penentuan Design Hydraulic Fracturing Dan Analisa Produktivitas Sumur Qwe Pada Lapangan DSA Desi Kusrini; Ismanu Yudiantoro; Agung Setiawan; Siti Amaliyah
Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy
Publisher : Universitas Proklamasi 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jo.v8i2.2032

Abstract

Sumur QWE terletak di Lapangan DSA berada di Cekungan Jawa Barat. Sumur QWE adalah sumur lama yang akan dibuka kembali pada lapisan batupasir bertujuan untuk meningkatkan laju produksi sumur yang dilakukan program hydraulic fracturing karena adanya formation damage pada interval 2843 – 2848 m. Evaluasi keberhasilan kegiatan hydraulic fracturing dibutuhkan untuk mengetahui keberhasilan kegiatan tersebut. Data yang digunakan meliputi data sumur, data reservoir, data produksi, dan Post Job Report. Data yang telah terkumpul akan dihitung secara manual menggunakan microsoft excel, geometri rekahan dibuat menggunakan simulator menggunakan data tekanan yang didapat ketika kegiatan hydraulic fracturing. Hasil yang telah didapat dari dibandingkan sebelum dan sesudah dilakukan hydraulic fracturing. Pemodelan geometri rekahan menggunakan model PKN 2D. Hasil dari model geometri rekahan digunakan untuk menghitung FCD dan permeabilitas rata-rata menggunakan metode Howard&Fast. Hasil dari evaluasi kegiatan hydraulic fracturing mendapatkan nilai permeabilitas sebelum dan sesudah dilakukannya hydraulic fracturing terdapat kenaikan dari 12 mD menjadi 44,437 mD, dimana mengalami kenaikan sebesar 32,437%, Productivity Index menunjukkan peningkatan produktivitas sumur sebesar 2,868 kali.