Samiang Katu, Samiang
Professor in Comparative Religion of The Faculty of Theology, Alauddin State Islamic University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Islam tentang Hubungan Negara dengan Agama: Islamic Thought on the Correlation between State and Religion Hamzah, Hamzah; Katu, Samiang
Dirasat Islamiah: Jurnal Kajian Keislaman Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : FAI UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56324/drs.v5i1.122

Abstract

This study discusses Islamic thought about the relationship between state and religion with sub-problems 1) a comprehensive understanding of the state and religion in the conception of Islam; 2) the views of the scholars regarding the correlation of religion and state; and 3) thoughts on reconciliation of Islamic and democracy. This research method is a literature review with a philosophical approach. The data collection method uses documentation and data analysis techniques using content analysis. The results of the study found that the state in the Islamic perspective is called al-bilad and its territory is called al-dawlah. The most important element in a country is religion itself which in Islamic perspective is called al-din and or al-millah. The scholars have different views on matters of state and religious relations. But from that difference, it can be formulated that the relationship between the state and religion is seen in the aspects of governance and democracy. Religion, in this case Islam, requires the formation of a state and gives concessions in terms of the form and technical arrangement of socio-political issues, the shape and composition of the state is not mandatory, which is important how to practice the values of the teachings of religion itself in a country. Thinking about the relationship between Islam and democracy, lies in the existence of Islamic principles about justice (al-‘adalah), freedom and equality (al-musawa), as well as upholding deliberation (al-syurah).
FENOMENA TRADISI ZIARAH PADA KUBURAN PETTA BETTA’E PADA MASYARAKAT KABUPATEN BONE Taufik, Taufik; Katu, Samiang; Santalia, Indo; Ahmad, La Ode Ismail
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 1 (2018): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i1.6758

Abstract

Ziarah pada kuburan Petta Betta’E merupakan kuburan yang keberadaannya menjadi kepercayaan yang telah turun temurun diyakini sebagai tempat keramat, karena yang bersemayam merupakan arwah leluhur yang dianggap memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Dalam melihat persepsi masyarakat Palakka terhadap tradisi ziarah kuburan Petta Betta’E secara garis besar mejadi sebuah wadah dalam mengespresikan kepercaan mereka, adanya aggapan dengan menziarahi dapat memberikan kemanfaatan bagi kehidupan. Adanya kepercayaan demikian telah mengotori konsep ziarah itu sendiri sebagai wadah seseorang untuk mengingat akan kematian, karena sesungguhya sesorang yang telah meninggal, tidaklah mampu memberikan kemanfaatan. Dalam upaya tokoh Agama setempat dalam meluruskan kepercayaan masyarakat Palakka,  dengan memberikan nasihat-nasihat keagamaan dengan berlahan tanpa menyakiti perasaan masyarakat dan menjalin hubungan interaktif dengan masyarakat sehingga dapat terjalin kekeluargaan, seta memberikan wujud pembinaan kepada masyarakat dengan pembinaan harian dan pembinaan mingguan. Dari pembinaan harian berusaha memupuk masyarakat dengan bekal ilmu agama, sedangkan pembinaan mingguan dilakukan sebagai wujud penanaman pemahaman masyarakat dalam menyikapi persoalan keagamaan. sehingga dengan kedua proses tersebut secara berlahan dapat mengubah kepercayaan masyarakat sedikit demi sedikit.