Pelaksanaan usahatani padi sawah mengandung banyak risiko yang berakibat pada penurunan produksi yang sebagian tidak dapat dikendalikan. Usaha pertanian merupakan usaha yang selalu ditandai variabilitas hasil atau risiko yang tinggi. Pelaksanaan usahatani yang dilakukan oleh petani harus mempunyai pertimbangan yang tepat dalam berproduksi agar memperoleh pendapatan yang terbaik. Pelaksanaan usahatani yang dilakukan oleh petani harus mempunyai pertimbangan yang tepat dalam berproduksi agar memperoleh pendapatan yang terbaik. Pendapatan yang terbaik atau maksimum dicapai pada saat tingkat produksi optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis (1) menganalisis risiko produksi usahatani padi sawah tadah hujan, (2) menganalisis pendapatan usahatani padi sawah tadah hujan, dan (3) menganalisis kelayakan usahatani padi sawah tadah hujan. Jumlah populasi penelitian 358 orang, sedangkan jumlah sampel petani yang dijadikan responden adalah 50 orang. Untuk mendapatkan jumlah sampel digunakan teknik multi stage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengamatan/observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data ada dua yaitu data primer dan sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah risiko produksi dianalisis dengan menentukan besarnya koefisien variasi. Risiko produksi dapat diukur dari besarnya variance dan standar deviasi. Sedangkan pendapatan dan kelayakan dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan risiko produksi, pendapatan, dan kelayakan usahatani padi sawah tadah hujan Kecamatan Marusu (Desa Bonto Ma’tene) lebih besar daripada Kecamatan Lau (Kelurahan Soreang).