Abdul Asis Pata
Universitas Muslim Maros

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RISIKO PRODUKSI DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH TADAH HUJAN KABUPATEN MAROS SULAWESI SELATAN Azisah Azisah; Arifin Arifin; Mohammad Anwar Sadat; Abdul Asis Pata
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.9222

Abstract

Pelaksanaan usahatani padi sawah mengandung banyak risiko yang berakibat pada penurunan produksi yang sebagian tidak dapat dikendalikan. Usaha pertanian merupakan usaha yang selalu ditandai variabilitas hasil atau risiko yang tinggi. Pelaksanaan usahatani yang dilakukan oleh petani harus mempunyai pertimbangan yang tepat dalam berproduksi agar memperoleh pendapatan yang terbaik. Pelaksanaan usahatani yang dilakukan oleh petani harus mempunyai pertimbangan yang tepat dalam berproduksi agar memperoleh pendapatan yang terbaik. Pendapatan yang terbaik atau maksimum dicapai pada saat tingkat produksi optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis (1) menganalisis risiko produksi usahatani padi sawah tadah hujan, (2) menganalisis pendapatan usahatani padi sawah tadah hujan, dan (3) menganalisis kelayakan usahatani padi sawah tadah hujan. Jumlah populasi penelitian 358 orang, sedangkan jumlah sampel petani yang dijadikan responden adalah 50 orang. Untuk mendapatkan jumlah sampel digunakan teknik multi stage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengamatan/observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data ada dua yaitu data primer dan sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah risiko produksi dianalisis dengan menentukan besarnya koefisien variasi. Risiko produksi dapat diukur dari besarnya variance dan standar deviasi. Sedangkan pendapatan dan kelayakan dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan risiko produksi, pendapatan, dan kelayakan usahatani padi sawah tadah hujan Kecamatan Marusu (Desa Bonto Ma’tene) lebih besar daripada Kecamatan Lau (Kelurahan Soreang).
PROFITABILTAS DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH TADAH HUJAN KABUPATEN MAROS Mohammad Anwar Sadat; Arifin Arifin; Azisah Azisah; Abdul Asis Pata
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.9155

Abstract

Sasaran utama pembangunan pertanian dewasa ini adalah peningkatan produksi pertanian dan pendapatan petani. Kebijakan pemerintah di sektor pertanian selalu berorientasi pada peningkatan produksi padi dan program yang dilakukan pemerintah terus dilakukan untuk menjaga ketersedian pangan khususnya komoditas padi. Profitabilitas atau pendapatan petani dan didukung kelayakan usahatani yang baik melalui besarnya rasio penerimaan terhadap biaya usahatani. Nilai kelayakan yang tinggi, berarti dapat menaikan tingkat pendapatan petani padi sawah di suatu daerah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis profitabilitas dan kelayakan usahatani padi sawah tadah hujan. Jumlah populasi penelitian sebanyak 248 orang dan yang dijadikan sebagai sampel penelitian diambil 20% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 50 petani. Sampel petani diambil menggunakan metode simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengamatan/observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data ada dua yaitu data primer dan sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah untuk analisis profitabilitas dan kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan usahatani padi sawah tadah hujan di Kabupaten Maros menggunakan analisis profitabilitas yaitu Gross Margin efisien menghasilkan keuntungan bersih, Net Farm Income mendapatkan keuntungan atau penghasilan bersih, Return of Invesment usahatani padi sawah tadah hujan menguntungkan untuk dilaksanakan (ROI > 50%), dan layak diusahakan. Perlu ditambah penggunaan input produksi karena masih banyak petani belum sesuai anjuran dalam hal penggunaan input tersebut. Perlu juga bantuan modal kepada petani dari pihak terkait dalam hal untuk memenuhi kebutuhan penggunaan input produksi yang dibutuhkannya.