Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebab dapat diolah menjadi kopi bubuk. Banyaknya permintaan terhadap kopi bubuk menyebabkan munculnya agroindustri kopi bubuk. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada agroindustri kopi bubuk Cap Kapal Lampung dan agroindustri kopi bubuk Cap Intan di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, keuntungan usaha, saluran pemasaran, dan peran jasa layanan penunjang pada kedua agroindustri kopi bubuk. Pengumpulan data dilakukan dari bulan Desember 2021 sampai dengan bulan Januari 2022. Struktur biaya diperoleh dari persentase pada setiap komposisi biaya terhadap total biaya yang dikeluarkan. Komponen biaya terbesar pada struktur biaya kedua agroindustri kopi bubuk adalah biaya bahan baku. Keuntungan usaha diperoleh dari pengurangan antara pendapatan dengan total biaya produksi. Kedua agroindustri kopi bubuk memberikan keuntungan setiap bulan sehingga kedua agroindustri kopi bubuk layak untuk dikembangkan. Saluran pemasaran diketahui untuk melihat bagaimana saluran distribusi yang digunakan kedua agroindustri kopi bubuk. Saluran pemasaran pada agroindustri kopi bubuk Cap Kapal Lampung terdiri dari tiga saluran pemasaran, sedangkan pada agroindustri kopi bubuk Cap Intan terdiri dari dua saluran pemasaran. Peran jasa layanan penunjang diketahui untuk melihat pemanfaatan jasa layanan penunjang dalam mendukung kegiatan yang dilakukan kedua agroindustri kopi bubuk. Agroindustri kopi bubuk Cap Kapal Lampung memanfaatkan enam jasa layanan penunjang, sedangkan agroindustri kopi bubuk Cap Intan memanfaatkan tujuh jasa layanan penunjang.