Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN SELF-INADEQUACY TERHADAP PHUBBING DENGAN DISTRES PSIKOLOGIS SEBAGAI MEDIATOR Merry Ningtias; Rostiana Rostiana; Abdul Malik Gismar
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.19176.2022

Abstract

Adanya distres psikologis yang dialami diasumsikan berperan dalam pembentukan fenomena phubbing. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self-inadequacy terhadap phubbing serta untuk mengetahui peran distres psikologis sebagai mediator dalam hubungan antara self-inadequacy dan phubbing. Penelitian ini dilakukan pada 320 partisipan berusia 14-48 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Alat ukur yang digunakan adalah adaptasi Phubbing Scale dari Karadag (2015) dalam Bahasa Indonesia, adaptasi The Forms of Self-Criticism/Self-Reassuring Scale dari Gilbert (2004) dalam Bahasa Indonesia, dan adaptasi The Kessler Psychological Distress-10 (K-10) dari Kessler (2002) dalam Bahasa Indonesia. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada peran yang signifikan dan positif antara self-inadequacy dan phubbing (R2 = 0.099, F = 35.061, B = 0.354, p = 0.000 < 0.05). Artinya, semakin tinggi self-inadequacy yang dimiliki oleh seseorang maka akan semakin tinggi kecenderungan untuk melakukan phubbing, begitu pula sebaliknya. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa distres psikologis berperan sebagai mediator dalam hubungan antara self-inadequacy dan phubbing. Artinya, kontribusi self-inadequacy terhadap phubbing akan semakin besar ketika individu mengalami distres psikologis.
Mengurus Homo Indonesiaensis Abdul Malik Gismar
Jurnal Peradaban Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Peradaban
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/7gdwwr48

Abstract

Diskusi-diskusi mengenai Indonesia, Negara Indonesia, NKRI, kebangsaan Indonesia, dan sebagainya sering lupa bahwa Indonesia bukanlah sekedar fakta geografis, demografis, politis, ataupun yuridis saja. Indonesia adalah sebuah proyek kultural psikologis besar. Oleh karena itu, untuk mengurus Indonesia diperlukan juga strategi kultural psikologis yang komprehensif, bukan sekedar jargon dan seremoni saja. Pada gilirannya, mencari strategi budaya yang pas bagi Indonesia hari ini menuntut kita untuk memahami Indonesia sebagai suatu modern post-colonial state. Identitas dan dinamika kebangsaan hari ini merupakan fungsi dari warisan kolonial sebelum kemerdekaan dan apa yang terjadi setelahnya. Dengan demikian, pertama-tama yang perlu untuk dilihat adalah Indonesia sebagai suatu “projek’ psikologis besar dan faktor-faktor yang terlibat di dalamnya; kedua, kondisi Indonesia/manusia Indonesia hari ini; dan yang ketiga, atas dasar kedua hal di atas, bagaimana kita membangun fondasi bagi strategi kebudayaan yang pas.